
Flash back Off
Mini Geraldine menatap intens pria tampan dihadapannya itu dengan tatapan tak percaya. Ia melangkahkan kakinya mendekat setelah suaminya mengingatkannya akan latar belakang mereka dinikahkan.
"Kamu mengingat itu semua kak?" tanyanya dengan perasaan mengharu biru. Zion menganggukkan kepalanya kemudian menjawab.
"Dan aku ingat Kenapa aku amnesia. Ini karena dosen cabul itu 'kan? Dia yang telah membuat aku kecelakaan setelah insiden obat perangsang di kamar hotel itu?" ujar Zion berusaha mengingatkan Mini bagaimana kisah masa lalu mereka berdua yang cukup rumit dan penuh perjuangan.
"Kak, kamu ingat itu juga?" tanya Mini dengan pipi memerah menahan malu.
Gadis itu jadi ingat apa yang mereka lakukan di dalam kamar hotel itu dengan pria tampan ini karena pengaruh obat perangsang yang diminumkan oleh dosen cabul itu. Mereka hampir saja hilang kendali dan untungnya Zion Sakti bisa menahan diri untuk tidak merusaknya.
"Tentu saja aku ingat sayang, dan bukankah karena itu aku jadi sangat ingin menghalalkan mu karena aku sangat ingin merasakan hal itu lagi tanpa ada perasaan takut akan dosa yang pernah kita lakukan."
"Lalu kenapa kamu berpura-pura amnesia dan menyakiti hatiku kak? Kamu menyiksa perasaanku." Mini langsung memukuli dada bidang suaminya dengan perasaan yang sangat kesal.
"Aku punya alasan untuk itu sayang, sekarang kemarilah Min. Aku ingin sekali melanjutkan yang tadi." Zion meraih tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya. Mini tersenyum kemudian membalas pelukan suaminya itu.
"Maafkan aku ya. Kamu pasti benci dan juga kesal padaku," ujarnya lagi seraya mencium pucuk kepala sang istri.
__ADS_1
"Iya kak, aku maafkan. Tapi bagaimana dengan mama dan bang Fer." Zion langsung membungkam bibir istrinya dengan ********** cepat. Ia sungguh tak ingin Mini menyebut nama pria itu di saat ia sedang ingin berdua dengan sang istri.
Mini Geraldine sangat mengerti apa yang terjadi pada suaminya. Ia pun tidak ingin bertanya lagi. Yang harus ia lakukan sekarang adalah membalas apa saja yang dilakukan oleh pria itu padanya.
Ia membalas mengulum bibir sang suami dengan hasrat yang sama besarnya.
Mereka berdua pun kembali melakukan pertautan bibir sampai mereka kehabisan nafas.
"Aku mencintaimu Mini sayang, dan aku sangat menginginkanmu saat ini juga," bisik Zion dengan suara berat menahan hasrat yang kembali menghentak menginginkan sebuah pelepasan.
"Lakukanlah kak, aku milikmu," balas gadis itu seraya membuka kancing piyama suaminya dengan tatapan tak lepas dari mata hitam suaminya. Zion tersenyum kemudian bergerak ke arah belakang Istrinya dan mengelus serta meremasnya sangat lembut.
"Aku mencintaimu kak, aku ingin memberikan semuanya padamu," ujar gadis itu kemudian meraih bibir suaminya lagi. Kali ini ia tak akan malu untuk memulai semuanya.
Zion semakin merasakan tak sabar untuk mengecap semua yang ada pada tubuh istrinya. Ia langsung membuka pakaian yang dipakai oleh Mini dengan satu kali tarikan saja. Sebuah pakaian tidur tipis dan juga sangat kurang bahan itu langsung terlepas dari tubuh sang istri.
Mereka berdua saling bertatapan dengan penuh rindu dan cinta. Zion tak perlu lagi meminta Izin. Ia langsung mendaratkan bibirnya pada leher jenjang sang istri dan memberinya tanda kepemilikan disana.
Mini mendessah tertahan ketika bibir suaminya menyusuri seluruh permukaan kulitnya. Ia benar-benar tak tahan untuk tidak mengeluarkan suara-suara Lucknut dari bibirnya yang sudah membengkak karena perbuatan sang suami.
__ADS_1
"Mini sayangku, kamu cantik sekali," ujar Zion ketika wajahnya sudah tiba pada dua buah bukit yang sangat cantik dimatanya itu. Tak menunggu lama ia langsung meraup nya dengan bibirnya kemudian memberikan hisapan yang sangat lembut hingga membuat Mini bergerak liar.
"Kak, aaaaakh..." Gadis itu mendessah seraya menjambak rambut tebal suaminya. Zion semakin liar saja, suara Mini yang sangat merdu ditelinganya membuat dirinya terbakar dengan sangat panas.
Ia pun melakukan banyak hal untuk membuat sang istri siap menerima dirinya. Bukan cuma bibirnya yang ia fungsikan dengan sangat baik. Akan tetapi tangannya pun bergerak seirama dengan semua anggota tubuhnya untuk memberikan kebahagiaan pada sang istri.
Menit berikutnya, mereka semakin larut dalam proses menuju penyatuan yang sangat nikmat lagi diberkahi itu.
Air mata bahagia Mini Geraldine yang berhasil keluar dari kelopak matanya merupakan pertanda bahwa Zion Sakti telah berhasil memilikinya seutuhnya. Selaput dara sebagai tanda kalau ia masih perawan kini sudah dihancurkan oleh suaminya.
"Terimakasih banyak Mini cintaku, aku sangat bahagia," bisik sang suami kemudian jatuh disamping tubuh sang istri dengan tubuh bermandikan keringat. Mini tak sanggup berkata-kata. Meskipun ia merasa sangat kesakitan tetapi rasa itu sudah terbayar dengan sangat indah.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π
__ADS_1