Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 59 Insiden Tabrakan


__ADS_3

"Aku Nita Wahyudi tante. Aku sedang mengandung anak Bobby," jawab perempuan itu dengan senyum diwajahnya.


"Benarkah?" tanya Salma dengan wajah tak percaya. Matanya menatap perempuan berbadan dua itu dengan tatapan menelisik tajam. Meskipun berita ini sangat mengejutkan baginya tapi ia berusaha untuk tetap tenang.


"Iya tante. Aku adalah kekasihnya Bobby," jawab perempuan itu lagi dengan penuh percaya diri. Salma tersenyum. Ia lalu menghampiri gadis bernama Nita itu kemudian berucap, "Kandungannya udah berapa bulan?"


Untuk beberapa detik gadis itu tampak sangat kaget. Ia pun segera menarik nafas dalam-dalam kemudian menjawab, "Lima bulan tante."


"Oh, sudah cukup lama juga ya, tapi saya kok tidak percaya kalau janin yang ada di dalam kandungan kamu ini adalah benar milik putraku."


"Kenapa tante?" tanya Nita dengan perasaan tak nyaman. Ia jadi kebat-kebit juga dengan kecurigaan dari perempuan paruh baya itu.


"Ya, karena setahu saya, putraku sampai saat ini masih setia pada satu orang perempuan yaitu Naomi. Jadi kalau kamu mau belajar untuk berbohong, latihan lah dengan baik dan benar." Salma berucap seraya meremas perut perempuan itu dengan keras.


"Ya ampun tante, apa-apaan ini?!" Nita begitu kaget karena perempuan itu tiba-tiba saja meremas perutnya yang membuncit.


"Ini hanya perut palsu dan kamu tidak mengandung tapi kenapa kamu berani berbohong seperti ini hah?!" Salma naik pitam. Ia bahkan mendorong perempuan muda itu sampai terjatuh di kursi.


"Maafkan aku tante, huuu," ucap Nita meminta ampun. Ia pun menangis takut karena ketahuan telah berbohong.


"Kenapa kamu melakukan ini hah?!" tanya Salma dengan tatapan tajam seolah ingin mengoyak-ngoyak tubuh gadis itu.


"Bobby yang menyuruh aku tante, ia ingin membuat Naomi cemburu," jawab perempuan muda itu ketakutan. Rencananya untuk menyelam sambil minum air sepertinya harus ia hentikan sekarang. Ia tidak akan mendapatkan apapun kecuali hanya beberapa lembar rupiah yang dijanjikan oleh pria itu.


"Bagus juga. Akan tetapi rencana kalian ini sudah kelewat batas. Dan sekarang kamu harus bertanggung jawab dengan menjelaskan hal ini pada Naomi, calon menantuku."


"Ah iya tante. Aku akan meminta maaf pada Naomi, tapi tolong berikan aku uang tambahan dari yang telah diberikan oleh Bobby."


"Apa?! Jadi anak itu membayar kamu hah?!" tanya Salma dengan wajah tak percaya. Matanya sampai melotot seakan ingin melompat dari kelopaknya.


"Iya tante," jawab perempuan itu dengan wajah meringis. Ia tidak boleh rugi sekarang. Kalau ia tidak bisa mendapatkan Bobby maka ia harus mendapatkan uangnya lebih banyak.


"Baiklah, saya kasih kamu ini, " ucap Salma seraya merogoh saku dasternya. Ia pun mengeluarkan beberapa lembar uang sepuluh ribuan sisa kembalian sayur yang ia beli tadi di pasar subuh.

__ADS_1


"A-apa? Ini apa tante? Mana bisa aku dibayar hanya sebanyak ini?" perempuan muda itu menatap beberapa lembar uang sepuluh ribuan itu dengan tatapan tak percaya.


"Lalu? Kamu mau dibayar berapa hah?" tanya Salma dengan bibir mencibir.


"Aku mau dibayar banyak tante karena aku sudah berhasil membuat Naomi marah dan cemburu."


"Dasar perempuan tidak tahu malu. Sekarang kamu pergi dari sini atau saya akan memukulmu dengan sapu!" Salma berkata seraya masuk ke dalam rumah untuk mengambil sapu.


Nita yang melihat perempuan paruh baya itu membawa sapu di tangannya langsung meraih tasnya yang ada di atas meja kemudian cepat-cepat pergi dari rumah itu.


"Sial!" umpatnya dengan hati kesal. Ia pun langsung menghidupkan mesin motor maticnya dan meninggalkan rumah itu.


"Untungnya aku sudah meminta pembayaran di muka sama Bobby! Andaikan tidak, maka aku pasti akan rugi banyak!" ujarnya dengan wajah yang sangat kesal.


"Hey berhenti kamu!" teriak Salma dengan tangan masih mengayunkan sapu. Akan tetapi Nita tidak mungkin menghentikan motornya dan akan babak belur di tempat itu. Ia pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena takut.


Brakk


"Oh ya ampun, siapa itu yang ceroboh sekali!" gerutu pengemudi mobil yang mobilnya sedang ditabrak itu. Dengan sangat kesal ia pun turun dari mobilnya untuk melihat siapa pelaku tabrakan itu.


Sementara itu, Bobby yang sedang membujuk Naomi di pinggir jalan di depan rumahnya langsung mengalihkan pandangannya ke insiden tabrakan yang tidak jauh dari rumahnya itu.


"Ya ampun Nita!" teriak Bobby dan langsung berlari ke arah tempat kejadian perkara. Perempuan yang telah menolongnya untuk berbohong dan membuat Naomi cemburu sudah terkapar di jalan dengan tubuh bersimbah darah.


"Cepat tolong!" Naomi ikut berteriak karena sangat khawatir dengan kondisi perempuan hamil itu.


"Eh, bang Ferry?!" ucapnya saat melihat pria pengendara mobil yang bertabrakan dengan motor Nita adalah orang yang dikenalnya yaitu Ferry, kakak ipar dari Mini Geraldine.


"Naomi?"


"Bang Ferry yang nabrak ya?" tanya Naomi dengan wajah menuduh.


"Eh bukan. Bukan aku yang nabrak. Dia sendiri yang nabrak aku dan nggak lihat jalan." Ferry menjawab untuk membela dirinya karena ia merasa tidak bersalah.

__ADS_1


"Udah sekarang kita bawa ke rumah sakit. Pokoknya bang Ferry harus bertanggung jawab, apalagi perempuan ini sedang hamil." Naomi tak ingin mendengarkan lagi alasan dari siapapun hatinya begitu sakit dan khawatir melihat keadaan Nita yang sangat menyedihkan seperti itu.


Bobby dan Ferry pun mengangkat tubuh yang berlumuran darah itu ke atas mobil Ferry.


"Aku ikut disini ya bang," ujar Naomi tanpa memperdulikan tatapan tak suka Bobby. Ia sangat tidak suka kalau Naomi begitu sangat akrab dengan pria lain dihadapannya.


"Ah iya baiklah. Motornya kamu urus ya Bob?" ujar pria itu pada Bobby. Pria itu pun mengalah meskipun sangat kesal. Ia tetap mengamankan motor matic perempuan sewaannya itu ke dalam halaman rumahnya.


"Lho? Itu motor perempuan itu Bob?!" tanya Salma dengan tatapan tajam pada putranya itu.


"Iya ma."


"Lho? mana orangnya?" Salma bertanya lagi karena ya begitu penasaran dengan pemilik motor itu apalagi ia ingin mengkonfirmasi masalah ini dengan Bobby.


"Maaf ya ma. Aku harus pergi sekarang ke rumah sakit karena Nita baru saja tabrakan di depan jalanan."


"Astaghfirullah. Ya Allah." Salma tampak sangat kaget dengan berita itu.


"Doakan saja Nita baik-baik saja Ma. Sekarang aku pamit ya, aku mau nyusul ke rumah sakit."


"Trus, Naomi gimana?" tanya sang mama dengan wajah khawatir.


"Naomi ikut ke rumah sakit ma, Assalamualaikum." Bobby pun segera berlalu dari hadapan mamanya dan naik ke mobilnya untuk pergi ke rumah sakit.


"Ya Allah, kok bisa begini sih kejadiannya," ujar Salma seraya menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2