Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 16 Kekhawatiran Ferry


__ADS_3

"Tidurlah lagi sayang," bisik Zion Sakti pagi itu. Pria itu dan istrinya sudah mandi dan sholat bersama. Akan tetapi Mini tampak masih sangat mengantuk dan juga kelelahan setelah apa yang telah mereka lakukan sepanjang malam.


"Ah iya kak. Aku juga gak ada kuliah pagi ini. Aku baru akan ke kampus agak siang," jawab perempuan yang telah diperawaninya itu semalam.


"Hem ya," ujar Zion kemudian mengecup singkat bibir sang istri kemudian segera berpakaian. Mini hanya memandang pria tampan itu menggunakan jaket kulitnya yang dipadukan dengan sepasang jeans belel.


"Aku keluar dulu, kalau lapar ini aku udah siapin susu sama roti. Gak usah keluar kamar ya, aku akan pulang cepet kok," ujar pria itu kemudian kembali mengulum bibir Mini agak lama.


Sang istri sampai meremas tengkuk pria itu saking lama dan bergairahnya ia pada bibir Mini.


"Aku pergi, love you," ujar Zion lagi setelah menyentuh bibir Istrinya yang sudah ia buat membengkak.


"Love you juga kak," balas Mini seraya mencium punggung tangan suaminya. Setelah itu Zion benar-benar pergi meninggalkan istrinya yang sedang menata debaran dadanya yang terasa sangat ingin meledak.


"Kak Yon, aku sangat bahagia," ujar Mini dengan senyum merekah diwajahnya. Ia pun menutupi seluruh tubuhnya dengan menggunakan selimut. Setelah itu ia lupa kapan mulainya ia tertidur.


Sedangkan di luar sana, Ferry sudah berada di dalam dapur. Wajahnya yang masih tampak memar karena pukulan sang adik semalam sudah ia beri salep dan juga plester agar tidak terlalu tampak menyedihkan.


Ia sudah sibuk mempersiapkan bahan-bahan makanan yang akan ia masak bersama dengan Mini sesuai janjinya semalam. Lemari pendingin ia buka dan menemukan ikan salmon didalamnya.

__ADS_1


"Oke, hari ini kita akan buat sup kepala ikan salmon karena Mini sedang menghindari untuk memakan makanan yang berminyak atau yang digoreng," gumamnya seraya mengeluarkan ikan salmon itu untuk ia bersihkan dan potong-potong.


Setelah selesai ia pun menyiapkan bumbu-bumbu yang akan digunakannya sebelum Mini datang. Jadi mereka berdua sisa memasaknya saja.


Makanan yang sehat identik dengan rasanya yang tidak lezat. Sebab menghindari beberapa penggunaan bumbu sehingga rasanya lebih ringan. 


Hal tersebut pun membuat orang-orang tertentu saja yang suka menu makanan sehat. Padahal, banyak sekali pilihan makanan bergizi dengan rasa yang juga lezat. Salah satunya adalah sup kepala ikan salmon.


Kepala ikan salmon biasanya diolah menjadi sup dengan kuah bening yang sedap. Selain sedap, gizinya juga cukup melimpah. Tak heran jika banyak yang menjadikan ikan salmon sebagai menu makanan sehat sehari-hari.


Tangannya dengan lincah menata bahan-bahan diatas meja dalam beberapa wadah kaca seperti saat para chef di televisi sedang berdemo masak di depan layar kaca. 4 kepala ikan salmon. 5 lembar jamur tiram, sudah ia iris tipis. 2 batang serai. 5 lembar daun jeruk. 1 buah jeruk nipis. 2 lembar daun bawang, sudah ia iris tipis.1 liter air. gula, garam, kaldu bubuk secukupnya.


Akhirnya ia melangkahkan kakinya keluar dari dapur dan berniat untuk mencari Mini di kamar gadis itu. Akan tetapi langkahnya terhenti karena panggilan dari sang mama.


"Fer, mau kemana kamu?"


"Mau manggil Mini Mam, kami sudah berencana masak-masak pagi ini," jawabnya tanpa berbalik. Rossy langsung mendatangi putra pertamanya itu kemudian berucap dengan wajah serius.


"Jangan lagi melakukan hal ini Fer. Mama tidak mau adikmu marah dan memukulmu lagi."

__ADS_1


"Lho kenapa Mam? Aku 'kan hanya akan masak bersama dengan Mini. Kami tidak akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak."


"Ferry, kamu sudah dewasa nak. Usiamu lebih tua daripada adikmu. Jadi tolong untuk tidak membuat masalah baru lagi. Iyon tidak suka kalau kamu dekat-dekat dan memberi perhatian pada istrinya."


"Lalu bagaimana dengannya yang tidak pernah memberikan perhatian pada Mini? Istrinya itu kesepian Mam. Dan aku ingin menjadi teman dan juga sahabatnya." Ferry menjawab ucapan mamanya dengan wajah sama seriusnya.


"Ferry, jangan sampai Iyon semakin membencimu nak. Cukup sudah. Jangan buat masalah. Mereka berdua itu saling mencinta jadi tidak perlu kamu urusi keluarga mereka nak."


"Tapi mam." Ferry masih ingin membalas tetapi tatapan tajam Rossy padanya membuat dirinya sedikit takut juga. Ia pun kembali ke dapur dan melanjutkan acara memasaknya dengan hati yang sangat kecewa. Meskipun begitu ia tetap merasa penasaran kenapa Mini belum keluar kamar juga.


Hufft


Pria itu menarik nafas panjang berusaha untuk tidak berpikir macam-macam. Ia takut kalau Zion telah melakukan kekerasan pada istrinya itu karena insiden adu jotos nya semalam.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2