
Zain Abdullah sudah memakai sebuah kemeja lengan pendek dengan celana bahan berwarna hitam saat Cici, sang istri sudah keluar dari kamar mandi.
Perempuan yang sedang memakai kimono handuk itu memandang sang suami dengan tatapan tanya. Ia pikir Zain Abdullah sedang memakai pakaian tidur dan bersiap untuk beristirahat.
"Kak Zain mau keluar?" tanyanya seraya melangkahkan kakinya mendekat.
"Ibu dan bapak minta kita ikut makan bersama," jawab Zain tersenyum.
"Aku tunggu kamu berpakaian ya, setelah itu kita keluar sama-sama," lanjut pria itu kemudian mendudukkan dirinya di pinggir ranjang.
"Iya Kak," jawab Cici' seraya membuka lemari pakaiannya dan meraih selembar dress berwarna biru malam berikut selembar hijab pasmina dengan warna yang sangat kontras yaitu warna merah muda.
"Hey mau kemana?" tanya sang suami pada perempuan itu saat akan melangkahkan kakinya kembali ke kamar mandi.
"Aku mau pakai pakaian ini kak," jawab Cici' seraya mengangkat dua lembar pakaian itu di depan wajahnya sebagai tanda kalau ia akan menggunakan pakaian itu.
"Aku ingin kamu berpakaian di sini saja sayang, di dalam kamar mandi itu terlalu jauh dan juga mengambil waktu sedangkan kita harus segera keluar menemui ayah dan ibu," ujar Zain Abdullah dengan tatapan lurus pada wajah cantik sang istri.
__ADS_1
"Eh?" Untuk beberapa detik perempuan itu tampak bingung. Akan tetapi tanpa ia sadari, Zain sudah berada di depannya.
"Jangan bengong saja Ci', kita harus segera keluar sayang, mereka sudah menunggu kita di luar," ucap pria itu seraya membuka tali pengikat pada kimono handuk sang istri.
Cici sekali lagi terlalu terpesona pada sosok pria tampan yang sedang berada sangat dekat dengannya itu. Ia tak menyadari kalau tubuhnya sekarang sudah polos.
"Ah ya ampun, kamu pintar sekali mengambil kesempatan seperti ini kak," ucap perempuan itu dengan wajah yang langsung menghangat karena malu.
Ia pun langsung meraih kain yang sudah teronggok di kakinya itu untuk menutupi tubuhnya dengan cepat. Akan tetapi Zain tidak membiarkan itu terjadi. Ia malah meraih tubuh perempuan cantik itu kedalam pelukannya lalu membisikkan sebuah kalimat yang langsung membuat tubuh sang istri menegang dengan sempurna.
Tok
Tok
Tok
"Cici! Kamu cepetan keluar nak, dan bawa suami kamu!" Itu adalah suara ibunya. Dan ia yakin semua anggota keluarga pasti sedang menunggu mereka di luar.
__ADS_1
"Ah iya Bu. Kami akan segera keluar!" Cici membalas panggilan sang ibu dengan ikut berteriak karena ia tidak bisa menghampiri pintu saat suaminya sedang memeluknya seperti sekarang.
"Kak, tolong lepaskan aku. Kita udah ditunggu di luar sana," pinta Cici pada sang suami dengan tatapan lurus pada mata elang Zain.
"Ah ya baiklah. Pakai cepat pakaian mu sayang, malam masih panjang untuk kita berdua," ucap pria itu seraya melepaskan rengkuhannya pada tubuh sang istri. Sungguh, ia sangat tidak rela tapi demi kesopanan, ia harus segera keluar kamar dan ikut makan bersama dengan anggota keluarga lainnya.
Cici pun segera memakai dress yang sudah ia siapkan dan segera keluar dari kamarnya bersama dengan sang suami. Perempuan itu yang berjalan lebih dahulu karena ia lebih menguasai letak ruangan-ruangan di dalam rumahnya.
"Lama banget sih pengantin baru kita, semua orang jadi merasa sangat kelaparan nih gara-gara nungguin," tegur seorang perempuan cantik yang tak lain adalah adik tiri dari seorang Cici' Dewangga.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan Heppy reading π
__ADS_1