Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 45 Hati Sukacita


__ADS_3

Jovanka, Naomi, dan Cici buru-buru turun dari mobil yang dikendarai oleh Radit Aditya setelah kendaraan mewah itu tiba di depan rumah sakit.


3 perempuan beda status itu benar-benar sangat penasaran dan khawatir akan keadaan Mini Geraldine, sang sahabat yang katanya sedang dirawat di dalam ruang IGD.


"Mas, aku dan teman-teman masuk duluan ya," ucap Jovanka meminta izin kepada sang suami.


"Ah iya sayang tapi jangan terlalu buru-buru seperti itu, ingat kandunganmu Jo," balas sang suami dengan tatapan penuh perhatian pada sang istri. Ia bahkan sengaja mengelus lembut perut Jovanka di depan dua orang sahabatnya itu.


Naomi dan Cici saling berpandangan dengan tarikan nafas cemburu. Hati mereka menjerit-jerit ingin mendapatkan perlakuan yang sama dari orang-orang tersayang mereka seperti itu.


"Mas, aku duluan ya, kamu bisa kamu bisa masuk kalau mau," ujar Jovanka tak enak hati. suaminya menunjukkan kemesraan seperti itu seolah-olah ingin memberitahukan semua orang bahwa Jovanka hanya miliknya dan tidak ada yang boleh membantah fakta itu.


"Iya," ucap pria itu pada akhirnya. Ia pun membawa mobilnya ke tempat parkir yang telah disediakan oleh otoritas rumah sakit sedangkan Jovanka dan dua orang sahabatnya langsung menuju ke ruang IGD.


Naomi Harun yang bertugas bertanya kepada bagian staff administrasi untuk menanyakan tentang dimana ruangan pasien yang bernama Mini Geraldine.


"Gimana Nom, bener ada pasien yang bernama Mini?' tanya Jovanka. Naomi langsung menjawab Iya kemudian memimpin langkah 2 sahabatnya itu ke arah ruangan yang ditunjuk oleh staf tersebut.


Ketiganya langsung menghambur ke dalam ruangan itu saat melihat sosok Mini Geraldine sedang duduk di atas ranjang pasien ditemani oleh ibu mertuanya.

__ADS_1


"Mini sayang," ucap mereka bertiga dengan perasaan yang sangat bahagia. Hati mereka sangat senang saat melihat Mini tampak baik-baik saja meskipun ada sebuah botol cairan yang sedang terhubung dengan tangannya.


"Oh hai semuanya, kalian tahu darimana kalau aku sedang dirawat di tempat Ini?" tanya Mini dengan wajah bingung. Mereka bertiga tidak langsung menjawab pertanyaan dari sang pasien.


3 perempuan itu baru menyadari kalau telah mengabaikan seorang perempuan paruh baya yang sedang duduk di samping ranjang Mini. Ketiganya secara bergantian langsung menyalami Rossy dan menanyakan kabar perempuan itu untuk berbasa-basi.


"Maafkan kami ya tante, kami terlalu senang melihat Mini baik-baik saja sampai lupa menyapa tante," ucap Jovanka mewakili dua orang sahabatnya yang lain.


"Gak apa-apa, santai sajalah. Tante ngerti kok kalau kalian rindu pada Mini." Rossy menjawab seraya tersenyum.


"Eh, kalian belum menjawab pertanyaan aku. Kalian tahu dari mana kalau aku ada di rumah sakit?" tanya Mini lagi pada ketiga orang sahabatnya itu yang justru heboh mengobrol dengan mama mertuanya dan melupakannya. Padahal mereka semua datang untuk menjenguknya dan sekarang mengabadikannya.


"Hah?!" Mini tampak sangat kaget dengan jawaban tiga perempuan itu.


"Kok bisa sampai ke polisi? Memangnya aku ini buronan apa?!" Mini mengerucutkan bibirnya sedikit kesal.


"Ya karena kamu dan semua orang di rumah mertuamu itu hilang. Aku dan Kak Zain sampai beberapa kali lho ke sana, tapi kami tidak pernah menemukan ada orang di sana. Rumahnya tertutup." Cici menjawab dengan lengkap dan jelas.


"Oh jadi begitu ceritanya?" ucap Mini dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Nah, terus kamu bisa dirawat di sini gimana ceritanya?" tanya Jovanka penasaran. Ia menatap sahabatnya itu dengan perasaan khawatir.


"Mini lagi drop karena tekanan darahnya sedang rendah. Dan ya, itu juga karena ia sedang positif." Rossy dengan cepat menjawab pertanyaan gadis itu.


"Positif?!" Cici dan Naomi saling berpandangan dengan wajah khawatir. Ia pun bersiap-siap untuk menjauhkan diri mereka dari sang pasien.


Dua perempuan itu sangat takut mendengar kata positif. Mereka terlalu trauma saat keluarga mereka dinyatakan meninggal karena positif terkena virus 19.


"Iya, aku positif akan menjadi calon ibu seperti Jovanka," ujar Mini dengan senyum lebar diwajahnya.


"Alhamdulillah, selamat ya," ujar Jovanka yang sejak tadi sudah paham akan apa yang dimaksud oleh mertua dari Mini Geraldine.


"Hah positif hamil maksudnya? Wow kita berdua senang banget," timpal Cici yang sudah sempat lelet tadi. Naomi pun ikut bahagia. Mereka berdua langsung memeluk Mini dengan hati suka cita.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan Heppy reading 😊


__ADS_2