Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 47 Bulan Madu 2


__ADS_3

Sang manager langsung berbalik dan melihat siapa yang sedang ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka. Dan begitu kagetnya ia karena salah satu pemilik saham di hotel ini sedang ada dihadapannya.


"Selamat sore Pak Prass," ucap pria itu seraya membungkukkan badannya hormat. Zion langsung tersenyum. Itu artinya ia punya kesempatan untuk kabur dari tempat itu dan tidak meladeni basa-basi sang manager.


Pria itu pun segera bersiap membawa Mini ke kamar penthouse yang telah diberikan oleh papanya. Akan tetapi sebuah suara yang sangat ia kenal langsung bergerak di tempat itu.


"Hey Yon! Buru-buru amat, tunggulah dulu disini. Kita 'kan belum makan bersama sayang," tegur Rossy pada sang putra. Langkah Zion dan Mini yang sedang mengendap-endap ingin meninggalkan tempat itu langsung berhenti.


Sedangkan sang manager langsung menunjukkan wajah kagetnya. Istri seorang Prasetyo yang selama bekerja disini belum pernah ia lihat sebelumnya.


"Kenalkan pak manager, Zion ini putra saya satu-satunya. Saat ini kami ingin menikmati bulan madu kami yang tertunda. Jadi saya minta untuk melakukan pelayanan yang terbaik ya," ujar Prasetyo dengan senyum diwajahnya.


Pria yang bernama Zacky Andi itu semakin merasakan kejutan yang sangat luar biasa pada kenyataan yang sedang terjadi di depan matanya. Ia tak menyangka kalau pria yang pernah ia tolak lamarannya itu ternyata adalah putra tunggal pemilik saham terbanyak di hotel ini.


"Jadi?" ucap manager itu dengan wajah bingung. Ia tak sanggup lagi menyambung perkataannya. Sungguh, ia sangat terkejut dengan kejutan ini.


Dalam hati ia bersyukur karena selalu memperlakukan Zion dengan sangat baik selama ini. Karena kalau tidak, ia pasti akan sangat ketakutan saat ini. Jabatannya pasti dipertaruhkan.


"Mini, kamu udah makan sayang?" tanya Rossy pada sang menantu yang sudah hampir meninggalkan tempat itu bersama dengan suaminya.


"Eh belum mam, nanti makannya di kamar saja bersama kak Iyon," jawab perempuan cantik itu tersenyum.


"Gak boleh gitu dong, Papa maunya kita makan bersama terlebih dahulu baru kita kembali ke kamar," ujar Rossy tersenyum. Acara ini sudah ia rencanakan untuk bersama-sama dengan anggota keluarganya melalui hari-hari yang berkualitas bersama.


"Mama, kak Iyon udah mau ke kamar, hehehe." kekeh Mini dengan senyum meringis. Ia tahu sedari tadi suaminya sudah tidak sabar berdua saja dengannya.


"Baiklah, kalian berdua bisa ke kamar tapi saat makan malam nanti harus keluar ya, kami tunggu." Prasetyo akhirnya mengizinkan dua orang yang sedang dimabuk cinta itu untuk segera pergi dari sana. Ia sungguh mengerti seberapa besar keinginan putranya itu berdua saja dengan sang istri.

__ADS_1


"Makasih Pa, kamu memang terbaik," ujar Zion dan langsung berlalu dari tempat itu. Sedangkan Rossy hanya bisa menarik nafas panjang.


"Papa kenapa gitu sih, Mini tuh lagi hamil dan belum makan apapun, kalau suaminya malah melakukan hal yang menguras tenaganya yang banyak gimana dong," ucap perempuan itu dengan tatapan manja pada sang suami.


"Hum, Pak Zacky. Tolong pesankan makanan yang paling enak di sini dan bawa ke kamar putra saya, okey?" titah Prasetyo pada sang manager di hotel itu.


"Baik pak. Dan bagaimana dengan bapak dan ibu, apa kami harus menyiapkan tempat untuk makan?" tanya Zacky. Prasetyo tersenyum dan memandang wajah istrinya yang semakin cantik saja.


"Ah tidak perlu. Kamo semua akan turun untuk makan malam saja," jawab pria itu seraya meraih pinggang Rossy dan membawanya pergi dari tempat itu. Lift khusus akan ia datangi secepatnya karena sepertinya ia juga lebih ingin mencicipi tubuh istrinya daripada makan nasi dan lainnya.


Zacky Andi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian segera meminta pelayan hotel untuk melayani kamar Zion dan istrinya.


Mini menatap kamar penthouse itu dengan tatapan kagum. Ia sangat takjub dengan tampilan kamar yang sangat luas dan juga mewah dihadapannya.


"Kak, kamar ini indah sekali. Ini bayarnya berapa ya semalam? ucapnya seraya memindai semua kemewahan yang dimiliki oleh kamar itu.


"Ih kakak. Ranjang mulu yang diingat, lihat nih pemandangannya sangat indah jika kita lihat dari ketinggian seperti ini," ujar Mini seraya membuka tirai jendela besar di hadapannya yang langsung menunjukkan pemandangan hamparan laut dan pasir putihnya yang sangat memanjakan mata.


Membuka kemeja yang sedang ia pakai. Zion berjalan mendekati sang istri. Ia meraih tangan perempuan itu kemudian membantunya melepaskan hijab yang sedang dipakainya.


"Kamu pasti gerah, kita mandi sama-sama ya," ujar Zion tersenyum. Mini ikut tersenyum mengangguk.


"Iya kak. Seharian di kampus dengan matahari yang sangat panas seperti hari ini bikin badan gerah banget," ujar Mini seraya ikut melepaskan pakaian yang sedang dipakainya.


Zion tak berkedip menatap tubuh sang istri yang begitu indah karena sudah nampak berisi di tempat yang sangat disukainya.


"Kamu cantik banget sayang," ucap pria itu dengan tatapan memuja. Perut sang istri yang baru memasuki bulan kedua itu masih nampak rata akan tetapi dua bukit kembarnya sudah mulai membesar dan semakin indah dimatanya.

__ADS_1


Dengan cepat pria itu mengangkat tubuh sang istri ke dalam kamar mandi yang super mewah itu.


Mini hanya pasrah saja saat sang suami mendudukkannya disamping bathtub seraya mengisinya dengan air hangat. Detik berikutnya, pria itu membawa istrinya kedalam tempat itu dan merendam tubuh mereka berdua.


Zion tidak ingin melakukan apapun pada tubuh istrinya di dalam sana. Ia hanya membantunya membersikan diri dengan sabun yang sangat wangi.


Ia tidak ingin berkunjung pada istana indah sang istri di tempat itu meskipun sangat bersih dan mewah. Ia berusaha menahan dirinya karena ia ingin menikmati ranjang yang super indah dan mewah di dalam kamar itu.


Sama halnya dengan Prasetyo dan juga Rossy, pasangan dewasa itu benar-benar merasa sedang berbulan madu. Prasetyo memanjakan tubuh sang istri dengan dengan sentuhan-sentuhan yang sangat memabukkan.


Rossy lupa usia, ia membalas sentuhan-sentuhan dari suaminya tak kalah agresif hingga membuat Prasetyo semakin diatas awan.


Dua pasangan pengantin baru itu mendayung penuh kenikmatan sampai hanya erangan dan dessahan penuh cinta yang menguasai kamar mewah dan mahal itu.


"Kak, aku mencintaimu," ucap Mini dengan nafas tersengal-sengal karena cukup kewalahan dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Aku tahu Mini sayangku, aku juga sangat mencintaimu, aaargh!" Zion menutup matanya merasakan nikmatnya saat ia berhasil melepaskan gairahnya yang sudah sampai pada puncaknya. Ia mengerang dengan menyebut nama Tuhan akan segala kenikmatan yang ia rasakan sekarang ini.


"Terimakasih banyak Mini sayang, kamu sempit dan nikmat sekali," ucap pria itu saat mereka berdua sama-sama tumbang dan memilih untuk tidur karena kelelahan.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan Heppy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2