Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 58 Naomi Cemburu


__ADS_3

"Kakimu pasti sakit Nom, aku bantuin ya," ujar Bobby dengan perasaan yang sangat khawatir.


"Aku gak apa-apa. Kakiku gak sakit!" Naomi berusaha menolak dan tetap tidak mau dibantu oleh pria itu karena ia sangat kesal.


"Baiklah." Bobby akhirnya melepaskan pegangan tangannya pada tubuh gadis kesayangannya itu dengan perasaan tak nyaman. Sedangkan Naomi langsung pergi dari tempat itu dengan wajah yang sangat kesal. Air Matanya saja sudah berhasil meleleh dari kelopak matanya.


"Apa yang kamu katakan padanya Nit?" tanya pria itu pada gadis yang baru saja mengaku sebagai kekasih dari dirinya.


"Aku mengatakan sesuai dengan yang kamu katakan Bob. Dan lihatlah, dia nampak cemburu 'kan?" jawab Nita dengan seringai di wajahnya.


"Aaaa dia bukan lagi cemburu tapi sekarang jadi benci padaku Nit!" Bobby berteriak keras karena kesal. Apalagi melihat tubuh Nita tampak seperti seorang perempuan yang sedang hamil 5 bulan.


"Lho, bukannya kamu yang meminta aku untuk membuat gadis itu cemburu," ucap Nita mencoba membela dirinya.


"Tapi aku 'kan tidak memintamu menjadi perempuan hamil Nit, Astagfirullah." Bobby meraup wajahnya kasar. Ia lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi dengan perasaan yang masih sangat kesal. Nita hanya tersenyum miring kemudian ikut duduk di samping Bobby.


"Udah. Jangan kesel gitu dong. Yang penting sekarang kamu sudah tahu perasaan Naomi padamu."


"Ah sudahlah, aku jadi semakin bingung. Sepertinya cara kita ini salah deh," ucap Bobby dengan wajah yang tampak sangat menyesal. Ia tidak tahu apakah Naomi akan menerimanya atau malah semakin membencinya.


Nita tersenyum seraya merapatkan duduknya ke tubuh Bobby. Ia merasa semakin menang saja dengan rencana yang mereka lakukan.


Baguslah, itu artinya kita bisa melanjutkan sandiwara ini agar semakin nyata Bob, ujarnya dalam hati.


Sementara itu, Naomi menangis dan berlari ke dalam kamar tamu yang ia tempati semalam. Pakaian yang ia bawa ia masukkan ke dalam tas secepatnya. Ia berniat untuk pergi dari rumah itu.


Dengan langkah cepat ia pun menuju ke dapur untuk menemui tante Salma, pemilik rumah yang ia tempati sekarang. Ia ingin pamit dan mengatakan kalau ia ingin pulang sekarang juga.

__ADS_1


"Ada apa Nom? Kok jadi tiba-tiba gini mau pulang. Kita belum makan siang lho sayang." tanya perempuan paruh baya itu dengan wajah bingung. Pasalnya Naomi muncul dengan lelehan air mata di pipinya dan juga sebuah tas pakaian di tangannya.


"Aku mau pamit pulang tante, ada hal penting yang harus aku kerjakan di rumah." Naomi menjawab dengan berusaha untuk tersenyum. Akan tetapi Salma mencurigai sesuatu.


"Makanlah dulu. Mama gak akan biarkan kamu pergi kalau tidak makan sayang," ujar Salma seraya menarik tangan Naomi dan memintanya untuk duduk.


"Gak usah tante, aku udah mau pulang juga," jawab Naomi semakin merasa sedih. Ia tidak tahu kenapa ia merasa seperti itu. Keluarga Bobby sudah terlalu baik padanya dan sekarang ia merasa sangat kesal dengan perasaan sesal yang ia rasakan.


"Gak boleh menolak rejeki sayang, sekarang kamu makan ya, Bobby dan papanya mungkin gak jadi pulang untuk makan siang jadi kita makan berdua aja," ucap Salma seraya menata makanan di atas meja sementara Naomi masih saja menundukkan wajahnya bersedih.


"Mama tadi lama nungguin kamu lagi, emangnya siapa tadi yang datang bertamu sayang?" tanya Salma seraya duduk di samping gadis itu. Naomi tidak menjawab. Lidahnya sungguh tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi karena merasa sangat sakit hati. Untuk pertama kalinya ia merasa sangat cemburu dan sakit hati pada gadis yang dekat dengan Bobby.


"Gak apa-apa deh kalau gak mau bilang, yang penting kamu makan dulu dong, kita udah capek-capek masak lho ini," ucap Salma seraya mengisi sebuah piring dengan nasi dan lauk nya agar Naomi bisa makan. Ia yakin sekali kalau gadis itu selesai makan maka perasaannya pasti akan baik kembali.


"Ayo makan dulu," ucap Salma lagi. Akan tetapi gadis itu sepertinya berada pada dimensi lain. Ia tidak mendengarkan perkataan Salma dan hanya sibuk mengkhayal.


"Naomi, kamu dengar mama sayang?" tanya perempuan itu lagi seraya menyentuh lengan Naomi dengan pelan. Ia benar-benar yakin kalau gadis itu pasti ada masalah saat ini. Naomi tersentak kaget kemudian langsung menjawab, "Ah iya tante. Itu tadi Bobby yang datang sama pacarnya." Ternyata ia berhasil juga mengungkapkan masalah yang sebenarnya.


"Beneran tante, bahkan gadis itu pun juga sedang mengandung anaknya Bobby."


"Astaghfirullah. Apa-apaan ini?! Ini pasti tidak benar." Salma langsung berdiri dari duduknya dan segera keluar dari ruang makan itu. Perempuan itu ingin menemui bobby yang katanya sudah datang bersama seorang perempuan yang merupakan pacarnya.


"Tante gak usah kesana, kita makan aja disini,' panggil Naomi seraya ikut berdiri. Ia bahkan mengikuti langkah perempuan itu keluar ruangan.


"Bobby! Apa betul dengan apa yang dikatakan oleh Naomi?!" Salma langsung menghampiri putra sulungnya itu yang sedang duduk bersama seorang gadis.


Pria yang dipanggil itu langsung berdiri dari duduknya karena kaget. Ia menatap wajah sang mama dan Naomi bergantian.

__ADS_1


"Jangan diam saja! Katakan yang sebenarnya pada mama siapa gadis itu!" Salma menunjuk gadis yang sedang bersama dengan putranya itu dengan nada suara yang masih sangat tinggi.


"Aku pacarnya Bobby Tante," jawab Nita dengan cepat. Sedangkan Bobby langsung menggelengkan kepalanya menolak.


"Tidak mama. Nita bukan pacar aku."


"Heh, kalian ini maksudnya apa? Bicara yang benar!" Salma menatap tajam keduanya.


"Ini cuma sandiwara ma," lanjut Bobby dengan wajah meringis.


"Sandiwara apa?!"


"Bukan tante. Aku memang sebenarnya adalah pacar Bobby." Nita semakin tak bisa diajak bekerjasama. Ia sekarang tidak rela menyerahkan Bobby pada orang lain.


"Nita! Diam kamu!" Bobby mulai emosi. Ia membentak gadis itu dengan suara keras karena emosi.


"Jangan membentak aku Bob. Bayi kita bisa kaget nanti," ujar Nita dengan wajah merajuk manja. Naomi yang melihat drama keduanya langsung saja pergi dari rumah itu. Ia tidak kuat lagi menyaksikan pemandangan yang sangat menyakitkan itu.


"Naomi tunggu! Kamu mau kemana??" teriak Bobby seraya mengikuti langkah gadis itu keluar dari rumahnya. Sedangkan Salma langsung menarik tangan gadis berbadan dua itu yang juga ingin mengikuti Bobby dan Naomi.


"Kamu itu siapa sebenarnya?!"


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dulu ya kemudian ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Eh, jangan lupa kirim bunga dan kopi ya.


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2