
Prasetyo Mandala bersama dengan sang istri turun dari mobil mewah mereka dan langsung menuju bagian administrasi rumah sakit Mereka ingin menanyakan di mana ruangan perawatan pasien yang bernama Mini Geraldine.
"Pasiennya masih di ruangan IGD Pak belum kami pindahkan ke ruang perawatan karena suaminya belum datang," ucap seorang seorang staf rumah sakit yang bertugas di bagian administrasi rumah sakit itu.
"Tempatnya di mana ya, sus?" tanya Rossy dengan wajah khawatir. Staf perempuan itu langsung menunjukkan di mana ruangan yang ditempati oleh pasien yang bernama Mini Geraldine.
"Lurus saja ya Bu. Di sana ibu dan bapak bisa menemukannya karena ruangannya cukup luas dan pasiennya pun tidak banyak kok. Ah Iya ada di bed lima ya," ucap sang staf tersenyum ramah.
"Ah ya makasih Mbak." Rossy balas tersenyum lebih ramah lagi. "Mari kak, kita menuju ke tempatnya Mini sekarang," ajak perempuan itu seraya meraih tangan suaminya untuk mengikutinya. Prasetyo pun mengikuti langkah Rossy yang berjalan lebih dulu.
Tak lama kemudian mereka pun menemukan ruangan yang dimaksud, pandangan mereka langsung mencari bed nomor 5 yang ditunjukkan oleh sang perawat tadi.
Senyum mereka berdua langsung merekah gembira melihat seorang perempuan yang mereka kenal sedang berbaring sendiri di atas ranjang rumah sakit itu.
"Mini sayangku," panggil Rossi pada sang menantu.
"Mama, kamu datang?" jawab Mini dengan mata berkaca-kaca. Ada rasa haru dan bahagia yang perempuan itu rasakan ketika ada anggota keluarganya yang datang menjenguknya. Tak lama kemudian tangisnya pun pecah.
"Mama, aku sangat senang karena mama mau menemui kami," ujar Mini dengan tangis sesenggukan. Rossy langsung memeluk menantunya yang tampak sangat kurus dan pucat itu.
"Hey, Jangan menangis sayang. Tentu saja kami akan datang. Kamu adalah putriku. Dan tolong maafkan mama kalau sudah menyakitimu dan juga suamimu."
"Mama mana ada salah pada kami. Kak Iyon dan aku yang mempunyai kesalahan yang banyak karena tidak berpamitan padamu dan meninggalkan rumah."
"Sudahlah sayang, mari kita lupakan saja semua itu, sekarang mama mau tanya dimana suamimu Min? Kenapa kamu sendiri saja di sini sayang?"
"Oh tadi kak Iyon bilang mau menebus obat sekaligus akan membelikan aku susu untuk ibu hamil Mam," jawab Mini dengan senyum malu-malu diwajahnya.
"A-apa? A-apa kamu sedang hamil sayang?" tanya Rossy dengan suara bergetar karena belum percaya dengan apa yang ia dengar.
"Iya mam," jawab Mini malu-malu."
"Masya Allah. Sebentar lagi kamu dan Zion akan mempunyai seorang bayi lucu sedangkan mama dan papa akan menjadi seorang nenek sayang," ucap Rossy seraya meraih tangan Mini dan menggenggamnya.
"Ma-ma? Pa-pa?" Mini bertanya dengan ekspresi bingung. Ia pun menatap pria yang sedang bersama dengan ibu mertuanya itu dengan tatapan tanya.
"Papa Prass adalah papanya Zion sayang," ucap Rossy menjawab wajah tanya sang menantu.
__ADS_1
"Ma-maksud mama apa?" tanya Zion yang tiba-tiba saja berada di dalam ruangan itu. Semua orang langsung mengarahkan pandangannya pada pria berseragam sekuriti yang baru bergabung dengan mereka bertiga.
Prasetyo langsung bergerak menghampiri putranya itu dan memberinya pelukan hangat.
"Om Prass?" tanya pria muda itu didalam pelukan Prasetyo.
"Saya papa kandungmu Yon. Panggil saya papa nak," ucap Prasetyo dengan suara bergetar penuh haru.
"Tapi maksudnya ini apa?" tanya Zion lagi seraya memandang pria itu dan mamanya secara bergantian.
"Kamu anak kandung mama Rossy dan juga Papa Prass. Kamu bukan anak angkat seperti yang selalu dituduhkan oleh abangmu Ferry nak," jawab Rossy seraya meraih tubuh Zion dan memeluknya.
Zion tidak menjawab. Rasanya otaknya masih belum paham dengan apa yang sedang terjadi dihadapannya ini.
"Jangan bingung. Mama yang akan menceritakan semuanya padamu Yon. Yang jelasnya adalah kami berdua sudah sah menjadi papa dan mama mu. Om Pras sudah menikahi mama."
"A-apa?" Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Zion saking kagetnya. Berada di luar rumah selama hampir dua bulan, ternyata mamanya sudah menikah dengan seseorang yang telah berniat mengambil perusahaan keluarga mereka.
"Yon, kenapa kamu diam saja sayang?" tanya Rossy dengan perasaan khawatir. Ia takut putranya itu tidak mau menerima keadaan ini.
Prasetyo sangat mengerti keresahan hati istrinya itu. Ia pun meminta Zion untuk keluar dari ruangan itu agar ia bisa menjelaskan apa sebenarnya yang telah terjadi.
"Yon, boleh papa mengambil waktumu sejenak nak?" pinta pria itu dengan tatapan penuh cinta pada sang putra. Zion tidak menjawab.
"Biarkan mamamu yang mengurus istrimu dan kita bisa bicara di tempat yang nyaman," lanjut Prasetyo dengan harapan pria itu mau menerima permintaannya.
"Yon, kamu mau 'kan mendengarkan mama sayang?" Rossy ikut menimpali.
"Kak, coba untuk mendengarkan apa yang akan dibicarakan oleh Papamu." Zion langsung menatap istrinya itu dengan tatapan tajam. Entah kenapa lidahnya begitu kelu untuk mengucapkan kata papa pada orang lain dan selama ini ia ucapkan untuk papa Rudy.
"Kak Iyon, plis." sekali lagi Mini berucap memohon kepada suaminya agar Ia mau mendengarkan penjelasan tentang kisah yang sangat mengejutkan ini.
"Hum, baiklah. Mari kita bicara di kantin saja Om." Zion pun setuju, ia bahkan berjalan lebih dulu keluar meninggalkan ruangan itu sedangkan Prasetyo ikut di belakangnya.
Sebuah kantin yang tidak begitu ramai mereka masuki untuk membicarakan hal penting tentang status Zion yang tiba-tiba berubah menjadi anak atau putra seorang Prasetyo Mandala yang ia tahu adalah sepupu dari mamanya.
"Katakan om, ada apa ini? Apakah ini berhubungan dengan hutang keluarga kami om?"
__ADS_1
"Oh tidak Yon. Ini tidak ada urusannya dengan hutang atau apapun yang berbentuk materi. ini murni tentang hubungan papa dengan mamamu di masa lalu."
Meskipun kaget Zion hanya menyimak dan tidak ingin menyala apa yang akan dikatakan oleh pria paruh baya itu. Prasetyo menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia berharap Zion yang sudah dewasa bisa mengerti apa yang telah terjadi di antara dirinya dan Rossi puluhan tahun yang lalu.
"Sebelum papa menceritakan ini Yon, papa mohon untuk tidak berprasangka buruk pada mamamu. Jangan menghakiminya bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan besar."
"Kamu adalah putraku bersama dengan mamamu saat ia masih menjadi istri dari seorang Rudy Hadi yang kamu kenal sebagai papamu." Wajah Zion nampak kaget mendengar penjelasan dari seorang pria dewasa dihadapannya.
"Maksudnya adalah mama berselingkuh dengan Om waktu itu dan menghasilkan aku?" tanya Zion setelah berhasil menguasai perasaan kagetnya.
Prasetyo hanya diam saja. Ia tidak ingin mengakui kata perselingkuhan itu disematkan untuk Rossy yang sangat ia cintai. Ia tidak rela mendengar perempuan kesayangannya itu dikatakan telah berselingkuh.
"Dan aku adalah anak haram?!" tanya Zion lagi dengan mata berkilat marah.
"Bukan. Kamu bukan anak haram. Perbuatan kami waktu itu yang haram nak. Tapi jangan salahkan mamamu. Ia perempuan baik dan suci. Itu terjadi karena keadaan yang sangat sulit waktu itu Yon." Zion terdiam.
Ia berusaha untuk tidak marah tapi sungguh, hatinya tetap saja merasa sangat sakit. Ia tak pernah setuju dengan yang namanya perselingkuhan dan ternyata ia lahir dari jalan itu.
"Yon, kamu sudah merasakan bagaimana dahsyatnya perasaan cinta pada seseorang nak. Papa yakin kamu bisa mengerti bagaimana perasaan papa pada mamamu saat itu. Ia cinta pertama papa tapi kami harus berpisah karena mama harus menikah dengan Rudy Hadi."
"Ah, terlalu panjang kisah ini jika papa harus menceritakan semuanya padamu. Sekarang papa baru berkesempatan menikahi mamamu dan membahagiakannya. Jadi tolong terima kami sebagai kedua orang tuamu."
Zion terdiam sejenak kemudian menjawab," Cintai mama dengan tulus Pa. Aku percaya Papa pasti bisa selalu membuatnya tersenyum." Prasetyo menarik nafas lega. Ia pun tersenyum.
"Terimakasih banyak Yon atas pengertianmu."
"Iya pa. Aku sudah bisa merasakan bagaimana cinta itu sangat menyiksa jika tidak bisa hidup bersama. Dan papa benar-benar hebat bisa bertahan sejauh ini."
"Ah ya, kamu benar sekali Yon hahaha," ujar Prasetyo tertawa. Saat ini ia sangat bahagia dan merasa bahwa semua nikmat telah diberikan Tuhan padanya.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan Heppy reading π
__ADS_1