Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 17 Hari Membahagiakan


__ADS_3

Mini Geraldine baru bangun dari tidurnya saat jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Perempuan cantik yang sudah tidak perawan itu langsung melompat dari tempat tidurnya karena merasa sudah sangat kesiangan.


"Ya Allah, aku tidurnya lama sekali," ujarnya seraya meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat kaku karena tidur diwaktu pagi dan juga cukup mengambil waktu yang sangat lama. Setelah merasa lebih baik, ia pun segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ia harus mandi lagi untuk menyegarkan tubuhnya agar bisa lebih bersemangat pergi ke kampus siang ini. Ternyata inti dirinya ia rasakan masih terasa nyeri saat buang air kecil meskipun ini sudah berselang beberapa jam dari proses penyatuan nya dengan suami tercinta.


"Kak Iyon, aku belum mengerti kenapa kamu menyembunyikan rahasia ini dariku. Tapi sungguh kamu sudah membuat aku sangat bahagia," ujarnya dengan senyum merekah dibibirnya.


Menggosok tubuhnya dengan sabun dibawah guyuran shower membuat hatinya semakin merasakan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Ia bahkan bersenandung kecil di dalam kamar mandi itu untuk mengekspresikan perasaan senang dan bahagianya.


Setelah merasa sudah lebih segar, ia pun keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil membungkus rambutnya yang sudah ia keramas dengan shampo beraroma mint.


"Kak Iyon, kamu dah balik?" tanyanya pada suaminya yang sedang duduk di bibir ranjang. Zion yang sedang memakai kaos putih dan celana pendek itu tersenyum kemudahan menepuk tempat disampingnya.


"Kemarilah sayang," panggilnya pada sang istri. Mini menurut. Ia pun bergegas ke melangkahkan kakinya ke arah pria tampan itu.


"Kamu harum sekali Min, sabunnya kamu habiskan ya?" tanya pria itu dengan senyum menggoda. Mini balas tersenyum kemudian menundukkan wajahnya.


"Gak kok kak, aku sisakan juga untuk kakak," jawabnya yang langsung membuat Zion tertawa dan langsung meraih tubuh istrinya yang hanya berbalutkan handuk itu keatas pangkuannya.

__ADS_1


"Aku kok masih sangat ingin mencicipimu sayang," ujar pria itu seraya membuka handuk sang istri. Mini langsung menahan tangan suaminya kemudian menjawab, "Aku ada kuliah siang ini kak. Dan aku juga sangat lapar. Boleh gak kita tunda sampai sebentar malam saja," ujar perempuan cantik itu dengan tatapan lurus ke dalam mata hitam suaminya.


"Hanya nyicip aja boleh 'kan? Aku sangat haus sayang, boleh ya?" pinta sang suami dengan menunjukkan wajahnya yang nampak sangat haus dan kelaparan. Perempuan itu akhirnya mengangguk dan membiarkan tangan besar suaminya membuka handuknya.


Detik berikutnya, Ia tak punya pilihan lain selain mendessah nikmat saat bibir suaminya sudah mengeksplorasi pucuk pink miliknya dengan sangat rakus. Tangannya ia kalungkan ke leher kuat sang suami agar ia lebih nyaman di atas tubuh sang istri.


"Kak, aaaaakh." Ia sudah tidak tahan untuk tidak berteriak tertahan karena merasakan sensasi yang sangat luar biasa yang diberikan oleh sang suami. Zion tersenyum kemudian melepaskan dirinya.


"Ayo kita makan, aku beli makanan di luar," ujarnya dengan tangan menutup tubuh istrinya kembali dengan handuk yang sudah ia lepaskan tadi.


"Astaga kak. Kamu bikin aku kayak gimana gitu," ujar Mini seraya turun dari pangkuan suaminya. Pipinya memerah dengan dada berdebar karena perasaan yang sangat malu dan bahagia secara bersamaan. Suaminya dengan santainya meninggalkan dirinya yang sudah kebat-kebit tak karuan dengan perlakuan indahnya baru saja.


"Iya kak. Aku belum sempat karena tadi ketiduran. Tapi sekarang aku sudah ingin minum. Lapar banget," ujar Mini kemudian meraih gelas susu yang masih penuh itu dan meminumnya dengan lahap.


"Kak Iyon juga mau? Gak apa-apa kan sisa aku?" tanya perempuan itu menawarkan. Zion tersenyum kemudian menjawab, " Kamu habiskan saja sayang, nanti aku minum lewat itu saja," tatapnya kearah dua squishy-nya yang nampak transparan karena tidak mengunakan bra.


"Ya ampun kak, kamu bikin aku malu tahu gak?" Mini kembali merasakan pipinya menghangat malu. Ia langsung mencari handuk untuk menutupi bagian depannya agar suaminya tidak melihat kesana terus.


"Gak papa sayang, itung-itung vitamin mata, ayo sekarang makan. Nanti kamu lambat ke kampus," ujar sang suami dengan tangan meraih handuk yang menutupi tubuh istrinya itu. Ia ingin makan dengan nikmat sembari memandang pemandangan alam yang sangat indah dihadapannya.

__ADS_1


Mini pasrah saja, semua yang ada padanya adalah milik suaminya jadi ia akan melakukan apa saja untuk membuat pria itu senang.


"Kak, kok kita makan di kamar sih? Nanti Mama cari kita gimana?" tanya perempuan cantik itu setelah makanan mereka sudah habis dan ludes.


"Ya gak apa-apa. Aku kan ingin makan berdua bersamamu sambil menikmati pemandangan dua bukit kembar yang sangat indah. Kalau di luar mana bisa sayang?" jawab Zion dengan mengedipkan matanya sebelah. Ia sengaja menggoda istrinya itu.


Mini semakin dibuat mabuk kepayang. Rasanya kebahagiaannya hari ini semakin Berlipat-lipat saja. Setelah selesai makan Zion langsung membawa piring kotor mereka ke dapur. Ia mencucinya kemudian kembali ke dalam kamarnya.


"Kita berangkat sekarang ya kak," ujar sang istri karena sudah siap dengan pakaian yang akan dipakainya ke kampus.


"Iya, kita berangkat sekarang." Zion pun memakai kembali jaket kulitnya kemudian meraih kunci motornya yang ia simpan di atas meja. Sepasang pengantin baru itu pun pergi meninggalkan rumah dibawah tatapan kecewa sekaligus seorang Ferry.


Pria itu mengepalkan tangannya kemudian masuk kembali ke kamarnya. Ia yakin sekali kalau hubungan Zion dan Mini sudah mengalami kemajuan yang berarti. Dan niatnya untuk menggantikan sang adik sepertinya akan ia kubur dalam-dalam.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2