Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 55 Antara Benci Dan Suka


__ADS_3

Sampai dini hari menjelang subuh, dua orang pasangan pengantin baru itu belum juga kembali dari Nirwana.


Mereka sepertinya sedang menikmati perjalanan panjang yang sangat menyenangkan ini dengan perasaan yang sangat bahagia sampai lupa untuk kembali ke bumi.


Zain Abdullah ternyata sangat mampu menahan dirinya untuk tidak melepaskan amunisinya dengan cepat dan terburu-buru. Ia menunggu sampai Cici, sang istri mengakui dirinya telah kalah barulah ia meledakkan dirinya dengan sangat indah di tempat yang diberkahi oleh Tuhan.


"Terimakasih sayang, kamu benar-benar sangat luar biasa," ucap Zain seraya melepaskan dirinya dari sang istri. Cici hanya tersenyum meringis.


Perempuan itu tidak tahu harus menjawab apa, yang jelasnya ia merasakan perasaan yang sangat tak terduga. Baru saja Zain Abdullah membuatnya sakit pada hatinya tetapi kini ia merasakan sakit itu telah berpindah ke bagian intinya. Sedangkan hatinya sendiri merasa sangat senang dan juga bahagia.


"Subuh masih kurang 5 menit lagi sayang, kamu mau kita mandi dulu ya, biar pas masuk waktu kita bisa langsung sholat," ucap sang suami seraya bangun dan langsung menuju ke kamar mandi.


Cici memandang punggung suaminya itu dengan tatapan penuh cinta. Zain Abdullah telah bersumpah atas nama Tuhan kalau ia tidak melakukan apapun dengan Cinta, dan itu murni adalah jebakan saja. Sebuah permainan kotor yang sangat memalukan.


Sebenarnya ia tahu bagaimana sifat dari sang adik, akan tetapi ia tetap saja sakit hati jika ingat bagaimana gadis itu memeluk suaminya. Rasanya ia sangat tak rela melihat ada perempuan lain yang menyentuh suaminya seperti itu.


"Ya Allah, jaga kami untuk selalu berada dalam koridor Mu. Hanya engkau tempat kami menyembah dan memohon pertolongan," ucap perempuan itu seraya ikut bangun untuk menuju ke kamar mandi.


Rasanya tubuhnya sangat lengket akibat dari pergumulan mereka beberapa saat yang lalu. Zain membukakan pintu kamar mandi untuknya dan berakhir pria itu memandikan nya bagai seorang bayi di dalam bathtub.


🌺


Pagi pun datang menjelang.Naomi yang tidur di dalam kamar tamu segera bangun dan melaksanakan salat subuh di dalam kamar itu. Beruntungnya ia selalu membawa sebuah sepasang mukena dalam tas kecilnya hingga ia tidak perlu meminta kepada yang punya rumah jika ia ingin salat.


Setelah itu ia pun keluar kamar untuk meminta Bobby mengantarnya pulang. Akan tetapi begitu kagetnya ia ketika sampai di ruangan keluarga seorang perempuan paruh baya menatapnya dengan wajah kaget.


"Kamu? Kok ada di sini nak?" tanya perempuan itu seraya menghampiri dirinya.

__ADS_1


"Tante? Maaf, ini rumah tante ya?" Naomi menjawab dengan balas bertanya ia mengenal perempuan yang sedang menghampirinya itu.


"Iya, di sini rumah tante, dan di dekat rumah Pak doktor itu juga rumah tante." Perempuan yang bernama Salma itu menjawab untuk mengurai perasaan bingung yang alami oleh gadis itu.


"Dan kamu? Kalau boleh tahu kenapa ada di sini di pagi-pagi seperti ini nak?" tanya Salma seraya memandang kamar yang baru saja ditempati keluar oleh gadis yang ia kenal baik hati itu


"Hum, maafkan aku tante, aku itu -," Naomi tidak melanjutkan perkataannya karena dipotong oleh seseorang.


"Mama, ini lho Naomi yang aku ceritakan itu. Teman kampus yang ingin aku jadikan istri." Tiba-tiba saja Bobby datang dan langsung memeluk sang Mama agar tidak memberikan pertanyaan yang terlalu banyak pada sang pujaan hati.


"A-apa?" Naomi dan Salma melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.


"Hey. Kenapa kamu tidak bilang-bilang kalau gadis ini yang kamu maksud. Kalau tahu dari dulu, mama sudah lama menikahkan kalian." Salma melepaskan pelukan putranya kemudian menatap putra sulungnya itu dengan tatapan tajam.


"Aduh Bob, kok jadi begini sih acaranya?" Naomi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gadis itu tidak mengerti dengan apa yang terjadi dan sekarang ia merasa sedang dijebak.


"Papa, nih calon menantu kita," ucap Salma yang langsung membuat Naomi semakin terdesak saja. Pria paruh baya yang sedang menonton televisi itu langsung mematikan pesawat televisi itu dan menatap Naomi kemudian tersenyum.


"Cocok kok sesuai kriteria calon menantu saya, duduk sini nak," ujar pria itu seraya menepuk-nepuk tempat duduk kosong disampingnya. Naomi menggigit bibirnya kesal. Ia menatap Bobby dengan tatapan tajam. Akan tetapi ia tetap ikut duduk juga di sana.


"Sebenarnya aku ini bukan calon istrinya Bobby Om," ucap Naomi pada akhirnya. Ia ingin segera mengklarifikasi acara salah paham ini secepatnya. Wajah Bobby dan Salma langsung berubah warna.


"Maksud kamu apa nak?" tanya pria paruh baya yang dipanggil papa itu. Ia jadi ikut bingung sendiri dengan apa yang telah terjadi.


"Aku belum siap om, putra om kadang sangat menyebalkan. Dan aku kadang tidak suka dengan sifatnya yang pecicilan kayak gitu," ujar Naomi to the point. Ya, sekarang lah saatnya ia melaporkan semua keluhannya tentang pria itu padanya.


Salma dan Dirgantara saling memandang kemudian tersenyum. Mereka jadi paham dengan apa yang terjadi diantara sepasang kekasih ini. Sebuah hubungan yang tidak ingin diakui tetapi dibutuhkan.

__ADS_1


"Jadi ceritanya kamu ini gak suka sama Bobby?" tanya pria itu dengan tatapan serius pada gadis cantik berhijab di hadapannya itu.


"Bukan gak suka om." jawab Naomi cepat. Bobby langsung tersenyum lebar.


"Lalu?" tanya Dirgantara lagi untuk mengorek lebih jauh perasaan gadis itu pada putranya.


"Ya suka kesel aja sih," jawab Naomi dengan wajah menunduk.


"Iya, artinya kamu sebenarnya suka tapi lebih seringnya suka sebel dan kesal, begitu?" Naomi mengangguk.


"Iya om."


"Kenapa?"


Naomi tidak menjawab tetapi malah memandang Bobby yang sedang tersenyum samar padanya. Ia langsung mencebikkan bibirnya kesal.


"Gak tahu om. Pokoknya bawaannya kesal aja kalau lihat putra om itu."


"Yah, kalau selalu kesel gak usah dilanjutkan kalau begitu, percuma saja 'kan?!" Dirgantara mengangkat kedua bahunya santai tapi tidak dengan putranya itu. Ia langsung berteriak menolak.


"Jangan Pa!"


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like, tap favorit, kirim komentar yang oke banget. Trus tambah dengan hadiah kopi atau bunga agar othor semangat updatenya oke 🀭

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2