
Rossy yang baru pulang dari pasar dijemput oleh ibunya di rumah. Ia mengatakan kalau Ferry diambil oleh Rudy sang suami. Perempuan itu pun mendatangi rumah Prasetyo untuk meminta bantuan mencari dimana keberadaan suaminya itu.
"Kak Prass bawa aku ke tempat mas Rudy. Ia membawa putraku pergi dan aku tidak mau berpisah dengannya," ujar perempuan itu dengan tangisnya yang kembali pecah. Prasetyo jadi geram dibuatnya, ia pun langsung setuju dengan membawa Rossy kemanapun untuk mencari pria itu. Hingga mereka menemukannya, pria itu tidak akan menyerahkan Ferry jika Rossy meminta berpisah darinya.
Dan karena Rossi masih mempunyai perasaan cinta kepada ayah dari putranya itu akhirnya ia setuju, ia tidak akan meminta berpisah meskipun suaminya mempunyai perempuan lain. Akan tetapi konsekuensinya adalah Rossy akan siap sakit hati melihat suaminya yang kaya itu berbagi cinta dengan perempuan lain di depan matanya sendiri.
Penderitaan yang dialami perempuan itu sangat menyiksa Prasetyo. Ia tidak tega melihat perempuan kesayangannya itu bersedih sampai setiap saat ia akan selalu datang menemani sepupunya itu dan menghiburnya.
Hari itu Rossy memintanya datang ke rumahnya karena ia sedang sangat bersedih. Prasetyo yang kebetulan sedang tidak ada pekerjaan saat itu akhirnya datang dengan perasaan sangat khawatir.
Mendengar suara tangis Rossi lewat telepon ia tak bisa lagi untuk tenang. Dengan cepat ia mengambil mobilnya dan datang menemui sepupunya itu.
Rossy membuka pintu rumahnya dengan mata merah penuh lelehan air mata. Prasetyo hanya bisa menarik nafas berat. Ia tahu bahwa Rossi pasti sedang bermasalah lagi dengan suaminya.
"Ada apa Ros? Apa air matamu akan kamu buang terus secara sia-sia seperti ini?" tanyanya dengan hati yang sangat sakit. Air mata Rossi adalah kelemahannya. Ia rela melakukan apa saja asal mata perempuan itu kering dari cairan bening yang sangat menyakitkan.
"Lihatlah ini kak, mas Rudy sengaja memposting kebahagiaannya dengan istrinya yang sedang hamil," ujar Rossy seraya memperlihatkan foto-foto pria itu di sosial medianya.
"Apa kamu tahu kak? Mas Rudy bahkan tak pernah kembali selama beberapa minggu ini dengan alasan istrinya itu sedang ngidam dan tidak ingin jauh darinya." Rossi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia pun terduduk di sofa dengan perasaan yang sangat sakit. Tubuhnya kembali terguncang karena menahan tangis yang sangat menyesakkan dadanya.
Prasetyo pun dengan hati-hati mendekatinya. Ia meraih perempuan itu ke dalam pelukannya. Sungguh, ia sangat marah dengan keadaan ini tapi ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
__ADS_1
"Kak, aku benci mas Rudy," ujarnya dengan tangis sesenggukan di dalam pelukan Prasetyo.
"Ia sangat tega padaku padahal aku sangat mencintainya ," lanjut perempuan itu dengan suara bergetar. Prasetyo tidak tahu harus berkata apa, Rossi selalu mengatakan benci dan cinta pada pria itu secara bersamaan. Dan ia sangat tak suka itu.
Prasetyo hanya diam. Ia sudah sering memberinya nasehat untuk sabar atau memilih untuk berpisah saja. Akan tetapi sepupunya ini sangat keras kepala dan bahkan sangat mendewa-dewakan rasa cintanya pada pria brengsek itu. Akhirnya, Ia hanya memeluk dengan erat tubuh Rossi untuk memberinya ketenangan dan memberinya kehangatan.
Cukup lama mereka berada pada posisi itu sampai Rossy sudah agak tenang. Hanya sisa tangis saja yang Prasetyo dengar. Detak jantung mereka berdua yang berpacu sangat cepat dan menimbulkan rasa gelisah pada keduanya pun kini mulai menjalar pada tubuh dua insan yang berbeda jenis kelamin itu.
Prasetyo tersentak kaget saat Rossi membalas pelukannya. Perempuan yang sedang menangis itu pun menatapnya dengan tetapan tak biasa. Bibirnya terbuka sedikit dengan sisa air mata yang masih menggenang di pipinya yang sangat cantik.
Rossi seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak juga mengeluarkan sepatah kata pun dalam beberapa detik. Dan entah dorongan dari mana Prasetyo dengan berani mendekatkan wajahnya dan melumatt bibir kenyal yang sedang terbuka itu.
Rossi tidak menolak bahkan ia membalas dengan sangat penuh hasrat. Prasetyo yang sudah sangat lama menginginkan ini merasa di atas angin.
Menit berikutnya, mereka tidak sadar telah membuka pakaian mereka masing-masing dan melakukan sesuatu yang tidak boleh mereka lakukan.
Prasetyo telah berhasil melepaskan keperjakaannya pada sebuah tempat yang terlarang. Mereka berdua saling menatap mengantarkan rasa yang tak mereka kenali.
Rossi menangis di dalam pelukan Prasetyo. Ia merasa bersalah telah mengkhianati suaminya. Ia pun meminta pria itu untuk tidak lagi datang padanya meskipun ia mati sekalipun.
"Aku akan menikahi mu Ros, mintalah cerai pada Rudy. Dan kita akan bahagia sayang," ujar Prasetyo seraya mengecup lembut kening perempuan cantik yang telah memberikannya surga dunia itu.
__ADS_1
"Tidak kak. Aku tidak bisa. Aku tidak mau berpisah dengan mas Rudy."
"Astaga, kamu ditinggalkan seperti ini tanpa kasih sayang dan kamu masih ingin mempertahankan pernikahan ini? Kamu gila Ros," ujar Prasetyo dengan emosi diwajahnya.
"Pergilah kak. Aku tidak apa-apa. Biarkan aku menderita sendiri disini."
"Aku yang tidak akan tega melihatmu menderita Ros, kamu butuh bahagia sayang, kamu butuh cinta dari suamimu dan aku akan memberikannya padamu seberapa pun yang kamu mau."
"Lihatlah, kamu bahkan tadi sangat sempit. Apa suamimu pernah mendatangi dan memberimu nafkah batin?" Rossy terdiam. Ia tidak mungkin menjawab bahwa Rudy hanya mendatanginya hanya sekitar dua kali setelah ia melahirkan Ferry. Dan setelah itu pria itu tak pernah tinggal di rumah dan memilih berada di luar dengan perempuan lain.
"Rossi sayangku, aku akan selalu ada untukmu," ujar pria itu seraya melumatt kembali bibir perempuan cantik itu. Dan menit berikutnya, mereka kembali melakukan hal itu lagi dan lagi sampai mereka kelelahan.
Prasetyo semakin merasa dirinya jatuh cinta berlipat-lipat pada perempuan cantik itu. Ia dengan senang hati menyediakan waktunya untuk memberikan nafkah lahir dan batin pada Rossi sampai tiba-tiba perempuan itu menghilang bak ditelan bumi.
Perempuan cantik itu meninggalkan rumahnya dan tidak memberinya pesan sedikitpun. Ia mencarinya tapi tidak ada yang memberikannya informasi sedikit pun tentang keberadaannya.
Prasetyo jadi gila. Ia meluapkan emosinya lewat pekerjaan sampai menjadi pengusaha kaya di kota itu. Ia tidak butuh perempuan selain Rossi. Dan sampai ujung dunia pun ia akan mencari perempuan itu.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor, mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan Heppy reading π