Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 40 Ingin Makan Kamu


__ADS_3

"Mini kok hilang bagai ditelan bumi sih? Gak pernah aktif dan juga tak datang ngampus. Ini udah lebih dari sebulan lho," ujar Naomi dengan wajah khawatir.


Gadis itu mulai menghubungi lagi nomor handphone sahabatnya tapi selalu berada di luar jangkauan.


"Ya ampun Min, kok gak aktif terus sih?" gerutunya lagi kemudian menatap Jovanka dan Cici bergantian. Kedua sahabatnya itu juga menunjukkan wajah yang sangat khawatir.


"Rumah mertuanya juga selalu sepi karena gak ada orang lho disana," timpal Cici. Ia ingat kalau ia pernah ke rumah itu bersama dengan Zain Abdullah sang calon suami tapi Mini dan seluruh anggota keluarganya tak ada di dalam kamar itu.


"Iya ya. Kok membingungkan sekali sih si Mini itu. Apa jangan-jangan ada hal yang besar yang terjadi pada keluarganya trus ia tidak ingin membaginya dengan kita-kita ini." Cici melanjutkan dengan wajah yang tampak berpikir keras.


"Apa kita harus melaporkannya di kantor polisi guys?" tanya Jovanka mengusulkan. Naomi dan Cici saling bertatapan. Mereka nampak berpikir sejenak kemudian mengangguk.


"Bentar kita ke kantor polisi kalau kita udah pulang dari kampus," ujar Jovanka dengan wajah serius.


"Setuju banget Jo." Kedua sahabatnya itu langsung menjawab bersamaan dengan dua jempol mereka angkat pertanda sangat setuju. lama kemudian dosen yang akan mengajar di kelas mereka sudah berada di dalam kelas tanpa mereka sadari.


Bobby Dirgantara sebagai seorang ketua tingkat langsung meminta semua orang untuk dia memperhatikan ke depan kelas. kelas itu pun sunyi.


Tiga perempuan itu langsung berhenti membahas tentang Mini dan keluarga suaminya karena sang dosen tampan dan mereka segani yaitu Dr. Radith Aditya sedang berdiri di hadapan mereka.


Pria cerdas dan tampan itu akan mengajarkan mata kuliah manajemen sumber daya manusia.


Jovanka dan yang lainnya langsung melupakan permasalahan yang baru mereka bahas karena dosen itu kalau mengajar selalu bisa mengambil perhatian semua mahasiswanya. Yang pastinya agar tidak punya kesempatan memikirkan yang lain selain mata kuliahnya.


Sementara itu, orang yang sedang mereka cari sedang meringkuk di atas sebuah kasur tipis di dalam ruangan gudang yang ia dan suaminya jadikan sebagai rumah sementara.


Tubuhnya demam dengan wajah yang sangat pucat. Sudah dua kali ia keluar masuk kamar mandi karena merasa mual dan berakhir muntah. Semua isi perutnya yang tidak seberapa itu sudah dikeluarkan.


Dengan sisa kekuatannya, ia pun meraih selimut untuk menutupi tubuhnya yang terasa meriang.


Ia berharap sekali suaminya akan datang melihatnya yang sudah pergi sejak pagi untuk bertugas menjadi security. Ingin ia panggil pria itu lewat handphone tapi mereka sudah tidak punya alat komunikasi macam itu.


Keduanya sudah dijual untuk membeli kebutuhan hidup mereka seperti alat dan bahan untuk memasak. Begitu pun dengan perlengkapan untuk tidur seperti kasur tipis dan juga bantal yang sedang digunakannya. Suaminya belum juga mendapatkan gaji sampai sekarang sehingga mereka harus berhemat.


Ceklek

__ADS_1


Pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan Zion Sakti dengan wajah sumringah. Ia datang dengan membawa sebuah kresek berisi makanan dan minuman untuk sang istri.


"Mini, kamu kok belum bangun sih sayang?" tegurnya pada sang istri yang masih tampak meringkuk di dalam selimut tebalnya.


"Ka-kak, ka-mu sudah datang?" Mini balas bertanya dengan suara gemetar.


"Hey, kamu kenapa sayang?" tanya sang suami dengan wajah khawatir. Ia langsung menghampiri sang istri dan memeriksa keadaannya.


"Astaghfirullah, kamu demam sayang," ujar pria itu seraya membuka selimut yang menutupi tubuh sang istri.


"Iya kak. Badanku terasa sakit semua. Dan kepalaku juga sangat berat ueeek," jawab Mini dengan perasaan ingin muntah lagi saat ia mengangkat kepalanya.


"Kamu pasti masuk angin sayang. Tunggu sebentar ya. Aku akan ambil minyak kayu putih dan akan balur tubuhmu dengan minyak itu," ujar sang suami dan langsung berdiri dari duduknya. Ia segera mencari minyak itu di sebuah kotak obat yang sudah ia beli.


Pria itu pun membuka semua pakaian yang menutupi tubuh istrinya kemudian mulai membalurinya dengan minyak kayu putih. Meskipun sedang sakit dan juga agak kurusan tetapi tubuh Mini selalu saja bisa membuatnya ikut demam dan panas dingin.


Ia sungguh sangat berhasrat pada istrinya sekarang ini tapi ia berusaha untuk menahannya karena perempuan cantik itu sedang sakit.


"Gimana sayang? Udah lebih baik?" tanyanya setelah ia berhasil membaluri seluruh tubuh polos itu dengan minyak dan tidak melakukan hal yang lebih.


"Eh, tangan aku panas lho, jangan dicium," ujar Zion seraya menarik tangannya cepat agar sang istri tidak melanjutkan niatnya.


"Ih gak apa-apa kak. Aku kan mau berterimakasih," jawab perempuan itu tersenyum.


"Nih kalau mau berterimakasih, ini tidak panas tapi bisa membuatmu semakin panas sayangku," balas Zion seraya menyentuhkan bibirnya pada bibir sang istri. Ia melumatt daging kenyal tak bertulang itu dengan sangat lembut dan penuh perasaan.


Tangannya pun mulai bergerak ke arah dua bukit kembar istrinya yang sangat menggoda hasratnya. Ia meremassnya dengan sangat lembut tanpa melepaskan pagutannya pada sang istri.


"Kalau udah gak mual, kita makan dulu ya sayang. Aku sudah membelikan kamu makanan yang sangat enak." Pria itu berucap setelah ia melepaskan pagutannya pada bibir sang istri.


Ia sungguh ingin melakukan hal yang sangat menyenangkan dengan istrinya itu tetapi ia berusaha menahannya mati-matian.


Tangannya pun segera menutup tubuh polos istrinya itu dengan selimut yang dipakainya tadi atau ia benar-benar meminta jatahnya pagi itu.


"Kak Iyon udah beli makanan apa?" tanya Mini dengan debaran yang cukup hebat pada dadanya. Suaminya selalu saja bisa membuatnya berasa sangat sehat dan juga bersemangat.

__ADS_1


"Kamu bisa bangun dan melihatnya. Ada berbagai macam makanan yang aku belikan untukmu," ucap pria itu dengan senyum diwajahnya.


"Kakak udah gajian ya?" tanya Mini lagi. Pria itu tersenyum kemudian mengangguk.


"Alhamdulillah kak. Aku senang sekali mendengarnya. Kamu bisa membeli kasur yang agak tebal dari ini," ujar sang istri seraya berusaha untuk bangun.


"Kasurnya bikin kamu gak nyaman ya? Maafkan aku ya sayang," ucap pria itu seraya membantu istrinya memakai pakaian yang dipakainya tadi.


"Kamu yang gak nyaman kak. Kamu yang sering mengeluh lututmu sakit saat kita lagi itu, hehehe," balas Mini terkekeh.


"Oh ya ampun, kamu berani ya memancing aku." Zion langsung tertawa kemudian meraih istrinya itu kedalam pelukannya. Ia bahkan langsung melumatt lagi bibir istrinya itu sampai Mini mendorongnya karena merasakan kepalanya terasa pusing kembali.


"Ada apa sayang?" Pria itu menatapnya dengan wajah khawatir.


"Kepalaku pusing kak. Ueeek Ueeek." Mini kembali merasa sangat mual.


"Itu karena kamu belum makan sayang," ujar Zion dan segera membaringkan istrinya itu kembali. Ia pun mengambil bungkusan makanan itu dan menyuapi istrinya.


"Gak mau kak. Aku gak suka baunya." Mini menutup hidungnya karena tidak suka mencium bumbu daging rendang yang diberikan oleh suaminya.


"Lho, ini enak lho Min. Kamu kan udah lama mau makan ini sayang."


"Gak mau. Gak enak baunya. Aku gak suka kak." Zion pun menyingkirkan makanan itu dengan tarikan nafas berat. Ia pikir setelah gajian ia bisa membelikan Mini makanan yang agak mahal ternyata makanan itu malah ditolak.


"Jadi, kamu mau makan apa sayang?" tanyanya pada sang istri.


"Mau makan kamu aja kak, hehehe."


"A-pa?"


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan Heppy reading 😊


__ADS_2