Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 29 Rasa Campur Aduk


__ADS_3

"Aku mengatakan hal yang sebenarnya Min, aku akan menjadi seorang security dan kamu akan menjadi istri dari security." Zion menatap wajah sang istri yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Tapi bagaimana mungkin kak? Bukankah kakak mempunyai perusahaan? Meskipun itu kecil tapi kan gak bisa jadi security juga," balas Mini dengan wajah yang masih sangat bingung.


"Mini sayang, perusahaan itu milik bang Ferry dan sebentar lagi diambil alih oleh seseorang karena kami mempunyai banyak utang pada orang itu." Mini Geraldine langsung menutup mulutnya yang terbuka jadi begitu kaget dengan apa yang baru ia dengar.


"Maksud kamu kak?"


"Kami punya banyak utang. Dan Mama sudah menggadaikan tempat usaha itu pada Om Prass. Jadi insyaallah mulai besok, aku akan bekerja agar kita bisa makan seperti biasa sayang."


"Kak," ucap perempuan itu dengan suara tercekat. Ia sungguh tidak bisa membayangkan kalau seorang ketua BEM yang sangat tampan dan cukup cerdas itu hanya akan menjadi seorang security.


"Tidurlah. Aku juga sangat lelah, tadi sore aku ikut tes sebagai security di sebuah perusahaan dan Alhamdulillah aku lulus. Karena itulah aku terlambat datang menjemputmu sayang," ucap Zion seraya merapikan tempat tidur untuk mereka berdua.

__ADS_1


Mini menurut, ia tidak tahu harus mengatakan apalagi. Sungguh ia sedikit kecewa dengan kenyataan pahit ini tapi ia tetap harus menerimanya. Ia pun naik ke atas tempat tidur dengan diam. Zion pun sama. Tak ada yang berbicara sepanjang malam itu. Akan tetapi hati dan pikiran mereka sedang melanglang buana memikirkan kehidupan mereka selanjutnya.


Lain halnya dengan Cici yang baru saja diantar pulang oleh Zain sang kekasih. Hatinya sangat berbahagia karena ia sudah diperkenalkan kepada kedua orang tua pacarnya itu. Dan menurut rencana, dalam waktu dekat pernikahan keduanya akan segera dilangsungkan.


"Ci, boleh aku minta sesuatu sebelum aku pulang sayang?" pinta pria itu seraya menunjuk bibir calon istrinya dengan matanya. Cici tersenyum malu seraya menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.


"Maafkan aku kak, kita belum resmi menikah. Jadi hal ini tidak boleh kita lakukan." Gadis itu melipat tangannya di depan dadanya untuk meminta maaf. Gadis itu sudah seringkali menolak permintaan dan Zain sama sekali tidak kapok meminta dan memintanya lagi.


"Meskipun kita hampir menikah?" tanya pria itu dengan tatapan lurus kedalam mata sang calon istri.


"Aku semakin sayang padamu Ci, aku harap kamu menjaga kehormatanmu ini sampai kita benar-benar telah sah dan saling memiliki."


"Iya kak, aamiin. Tapi kumohon untuk tidak mengujiku lagi, aku sungguh takut kak." Cici menundukkan wajahnya malu.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang. Aku juga sangat takut sebenarnya, makanya aku cepat-cepat menghalalkan mu."


"Iya kak."


"Nah, sekarang aku pamit ya, selamat malam. Dan kamu tidak perlu memimpikan aku ya," pamit pria itu kemudian segera meninggalkan tempat itu.


Cici melambaikan tangannya saat sang kekasih sudah melajukan motornya menjauh dari rumah kost itu. Cici pun menutup pintu pagar dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2