
Acara syukuran empat bulanan perut Jovanka sudah selesai. Semua tamu sudah pada pulang tak terkecuali dengan 3 dara sahabat perempuan hamil itu. Mereka bertiga sudah pada siap pulang juga rumah masing-masing.
"Kenapa Ci' kamu kok nampak kesal begitu?" tanya Naomi yang melihat sahabatnya itu uring-uringan tidak jelas. "Mini juga, kalian ini Kenapa sih? Habis zikir dan doa tuh biasanya hati tenang dan damai." Naomi menegur kedua sahabatnya itu yang sejak tadi nampak kesal dan khawatir.
"Itu lhoo kak Zain. Sedari tadi gak negur-negur aku. Padahal lewatin aku sana-sini tapi gak nyapa gitu," gerutu Cici dengan wajah kesalnya.
"Hum, kirain apaan. Ya kan kak Zain lagi sibuk menjamu tamu karena jadi tuan rumah kayak kita Ci'. Kamu jangan suka kesal kayak gitu dong," tegur Naomi dengan senyum diwajahnya.
"Ih siapa yang gak kesal. Wong aku deketin dia disana tapi kayaknya menghindar dan cuekin aku," jawab Cici dengan wajah cemberutnya. Apa karena gara-gara yang kemarin itu ya Nom?" Perempuan itu mulai berpikir macam-macam.
Ia khawatir kalau perubahan sifat Zain Abdullah adalah karena ia tidak memberikan apa yang pria itu minta padanya.
"Jangan mikir macam-macam. Ayo bersiap kita pulang. Sopir pak Radith udah nungguin tuh di depan," ujar Naomi seraya menunjuk Mang Udin yang sedang berdiri di depan mobil yang sudah siap mengantar mereka pulang.
"Iya deh, kita pulang saja." Cici pun pasrah. Mungkin ia memang harus berprasangka baik pada Zain Abdullah. Ia pun berdiri dari duduknya mengikuti langkah Naomi sang sahabat.
"Kamu gimana Min? Mau ikutan gak?" tanya Naomi dengan tatapan lurus pada Mini yang masih belum bergerak dari tempatnya. Sejak tadi perempuan bersuami itu diam saja dan juga nampak kesal dan khawatir.
__ADS_1
"Gak tahu nih Nom, Kak Iyon kok gak datang juga ya? Padahal aku udah bilangin untuk jemput akan disini." Mini menjawab dengan tarikan nafas beratnya.
"Gak jadi datang kali, sudahlah. Kamu pulang aja sama kita-kita. Nanti dianterin ke rumahmu kok sama Mang Udin."
"Iya deh, aku ikut." Perempuan itu akhirnya memutuskan ikut setelah melihat handphonenya dan tidak ada kabar sama sekali dari suaminya. Mereka bertiga pun keluar dari Rumah sang dosen menuju ke depan.
Mini langsung tersenyum lebar karena sudah melihat Zion baru masuk ke pekarangan rumah itu.
"Kak Iyon udah datang. Aku pulangnya sama dia saja ya," ujar perempuan cantik itu seraya berlari meninggalkan dua orang sahabatnya itu ke arah motor suaminya.
"Ih dasar. Kalau udah ketemu sama suaminya malah ninggalin kita." Naomi menggerutu kesal dengan bibir manyun.
Naomi menghentakkan kakinya sangat kesal. Ia tidak menyangka kalau sampai jam segini pun ia masih saja dibuat kesal sama semua orang.
"Woi! Aku jangan ditinggal dong, ih sebel ma kalian." Naomi berteriak kesal pada dua orang sahabatnya itu. Mereka semua telah meninggalkannya sendiri di depan beranda depan rumah dosen mereka.
"Nom, gak usah pulang deh. Kamu nginap aja disini." Jovanka tiba-tiba muncul dari arah belakang gadis itu dengan senyum diwajahnya. Ia tahu betul kalau gadis itu sedang sangat kesal.
__ADS_1
"Besok, kita kan ke kampus sama-sama jadi gampang 'kan?" tawar Jovanka dengan harapan Naomi betul-betul bisa menginap.
"Gak deh Jo, makasih banyak. Nanti kalau Cici pulang ke tempat kost jadi sendirian deh. Kak Zain gak akan menculiknya ke hotel 'kan?" Naomi menatap Jovanka dengan wajah horor. Ia tidak bisa membayangkan kalau Cici benar-benar pergi berdua dengan seorang pria dan tidak kembali sampai tengah malam atau bahkan sampai pagi. Ia tiba-tiba bergidik ngeri.
"Jangan mikir macam-macam lah Nom. Kak Zain insyaallah bisa dipercaya. Ia membawa Cici bertemu dengan kedua orangtuanya. Katanya udah gak sabar menikah," jelas Jovanka seraya menghampiri Naomi yang berubah cemberut.
"Tapi kan?"
Jovanka tersenyum. Ia mengajak gadis itu untuk masuk kembali akan tetapi Naomi menolak. Ia tetap memutuskan untuk pulang bersama dengan Mang Udin saja. Ia juga sudah sangat lelah dan ingin tidur saja.
Ah, nasib jadi jomblowati. Harusnya aku gak putusin Boby nihh. Nasib-nasib.
Gadis itu memukul dahinya dengan tarikan nafas beratnya.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading ya π