Impian 3 Dara

Impian 3 Dara
Bab 36 Prasetyo Ternyata???


__ADS_3

"Kak, kumohon biarkan aku pergi," ujar Rossy dengan suara rendah. Ia memohon dengan sangat. Akan tetapi Prasetyo tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.


Puluhan tahun ia menunggu dan akhirnya ia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan perempuan yang sudah jadi janda ini.


Pria itu pun mencium leher jenjang Rossi yang masih sangat cantik diusianya yang hampir setengah abad.


Ya, perempuan itu dinikahkan oleh orangtuanya ketika ia berusia 18 tahun. Dan sekarang ia masih kelihatan sangat cantik dan bahkan lebih menantang.


"Kak, aaakh," dessah perempuan itu tak sadar ketika lidah Prasetyo berani bermain-main pada kupingnya. Ia merasakan sebuah sensasi yang sangat luar biasa dari apa yang dilakukan oleh pria itu.


Kenangan lama yang pernah mereka lakukan berdua puluhan tahun kini seakan muncul dipermukaan. Bagaikan sebuah film yang sedang diputar dihadapan mereka, kenangan itu kini terasa begitu segar seperti baru saja terjadi.


Flash back on


Prasetyo yang baru menjadi mahasiswa itu begitu tak percaya mendengar kalau Rossy sepupunya yang sangat ia sayangi dinikahkan dengan seorang pria dewasa yang katanya merupakan seorang pengusaha kaya raya.


"Saya mencintai Rossy paman, saya ingin melamarnya kalau saya sudah selesai kuliah di universitas."


"Cinta mu itu hanya rasa sayang pada adikmu sendiri. Suatu saat akan hilang," ucap ayah Rossy yang merupakan saudara dari ayahnya sendiri.


"Tidak paman. Aku benar-benar mencintainya sebagai seorang pria." Ia memberi alasan agar pamannya itu membatalkan pernikahan Rossy dengan pria yang tidak dikenalnya itu.


"Sudahlah. Hidup itu tidak hanya membutuhkan cinta saja tetapi uang. Memangnya kamu mempunyai uang? Kamu juga masih sangat ingusan. Tidak akan bisa membahagiakan putriku."

__ADS_1


"Tapi paman. Aku akan mencari pekerjaan."


"Ah sudahlah. Kalau kamu menyayangi Rossy doakan dan dampingi ia sebagai seorang saudara. Jangan lagi berpikir untuk menjadikan milikmu."


"Tapi paman. Mana bisa seperti itu. lagi pula kita semua tidak ada yang mengenal pria itu. Dia hanya orang asing paman. Kasihan Rossi, ia akan menderita dengannya." Prasetya tetap saja berusaha memberikan alasan dengan harapan yang masih sama. Pernikahan itu akan batal.


"Tidak akan ada yang menderita ketika kita mempunyai uang. Jadi sudahlah Pras. Carilah uang yang banyak. Dengan itu, semua yang kamu inginkan akan kamu dapatkan."


"Aku akan mencari uang yang banyak paman. Dan akan melamar Rossi secepatnya."


"Hahaha. Kamu pikir kamu bisa mendapatkan uang semudah membalik telapak tangan hah?! Sekarang pergilah bantu bibimu untuk menyiapkan pernikahan adikmu Rossi. Tak ada bantahan karena Paman tidak suka kamu mengatakan hal ini mengerti?!" Pria itu menatap Prasetyo dengan wajah marah. Ia tidak ingin mendengar pria ingusan ini membatalkan rencananya mendapatkan uang yang banyak.


Prasetyo pun pergi dari hadapan sang paman dengan hati yang sangat sakit. Baru kali ini ia menyesal karena telah lahir sebagai orang miskin. Andaikan orangtuanya kaya, ia pasti akan meminta bagiannya untuk melamar Rossy.


Bertahun-tahun ia menghilang karena tak ingin menyaksikan perempuan kesayangannya itu menikah dan bahkan bahagia dengan orang lain.


Ia pun membawa perempuan itu untuk pergi dari rumah dengan menggunakan sepeda motornya.


"Kak Prass kita akan kemana?" tanya perempuan itu dengan air mata yang masih setia mengalir dari kelopak matanya yang indah.


"Aku akan membawamu jalan-jalan agar hatimu merasa lega dan melupakan kesedihanmu," jawab Prasetyo dengan perasaan sakit.


Pria itu berusaha tersenyum agar Rossi tidak terlalu merasa terpuruk dan merasa menjadi perempuan yang paling menderita di dunia ini.

__ADS_1


Mereka pun sampai di sebuah tempat wisata. Sebuah pantai yang sangat indah dan bersih mereka datangi. Dengan memandang laut, mereka berharap bisa melupakan apa yang telah terjadi untuk sementara waktu.


"Pria itu akan menyesal karena telah menyia-nyiakan mu Ros. Jadi kumohon jangan menangis. Ada aku yang akan menemanimu disini."


"Bagaimana aku tidak menangis kak. Mas Rudy telah membagi cintanya dengan perempuan lain. Dan aku sangat tidak suka. Aku tidak ingin berbagi milikku dengan perempuan lain. Aku benci!" Rossy berteriak seraya melempar laut biru dihadapannya dengan gumpalan pasir yang ada ditangannya.


Prasetyo tidak bisa berkata-kata. Ia kecewa dan sakit hati. Ternyata hati Rossi tidak pernah menyimpan namanya disana. Hanya Rudy yang ada di dalam sana dan sepertinya akan sangat susah mendapatkannya.


"Ayo kita pulang kak. Ferry pasti sudah mencari aku. Ia sangat manja dan selalu rewel jika berada jauh dari diriku." Prasetyo tersenyum. Ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan bibir pantai itu.


"Apa kamu akan memaafkan suamimu jika ia meminta maaf dan ingin kembali padamu?" tanya Prasetyo dengan tatapan lurus ke dalam mata perempuan cantik itu.


"Aku tidak akan menerimanya kembali. Mas Rudy sangat menjengkelkan. Akan ku buat ia menyesal telah menduakan aku."


Perempuan cantik itu balas menatap sepupunya dengan bibir terangkat.


Prasetyo tersenyum senang. Ia yakin ia akan mendapatkan kesempatan lagi mendapatkan sepupunya itu. Tak apa kalau ia hanya mendapatkan bekas dari Rudy, yang penting perempuan itu menjadi miliknya.


Mereka berdua pun pulang. Tak ada lagi yg yang mereka bahas di dalam perjalanan itu sampai mereka berdua tiba di depan rumah sang nenek.


Esoknya, Rudy datang dan memaksa mengambil Ferry dari tangan keluarga. Pria itu membawa putranya dengan alasan tertentu.


🌺🌺🌺

__ADS_1


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor. Mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess. Nikmati alurnya dan Heppy reading 😊.


__ADS_2