
"Eh?" Cici memandang tangannya yang tiba-tiba digenggam oleh seseorang. Karena kaget, ia langsung menarik tangannya tapi ternyata tidak bisa terlepas dari genggaman orang itu.
Dalam gelapnya ruangan bioskop itu, ia menoleh ke samping untuk melihat siapa yang berani menggenggam tangannya seperti itu.
"Kak, kenapa bisa ada disini sih?' tanya Cici dengan mata melotot sempurna saat menyadari kalau yang duduk di sebelahnya adalah Zain Abdullah, sang pacar.
"Gak usah tanya-tanya. Kamu nonton aja. Kasihan filmnya kalau dia yang nonton kamu." Zain menjawab dengan mata tetap lurus memandang layar besar di hadapannya. Pria itu sedang seru-serunya menikmati aksi bela diri seorang Iko Uwais, aktor asal negara ini bersama dengan aktor-aktor Hollywood.
Triple Threat merupakan film yang memperlihatkan gabungan aksi beladiri khas Asia dan juga pertarungan khas film Hollywood dengan bantuan berbagai senjata tajam.
Cici ikut memandang ke layar kaca. Ia adalah penggemar Iko Uwais yang sangat tampan dan sialnya mirip dengan Zain Abdullah, sang kekasih.
"Kak, lepasin tangan aku," ujar gadis itu tak nyaman. Ia belum pernah berpegangan dengan sangat lama dengan pria itu. Dan ia takut kalau dalam gelap seperti ini mereka berdua jadi melakukan hal yang dilarang oleh agama.
"Gak apa-apa. Takutnya kamu tegang dan histeris kamu kan bisa aku bantuin." Zain menjawab tanpa mau melepaskan tangan gadis itu.
"Kak Plis."
"Baiklah, aku lepaskan tanganmu, Ci'tapi jangan pikir aku akan melepaskan hatiku darimu." Pria itu pun melepaskan genggaman tangannya pada tangan kekasihnya itu. Cici memandang tangannya yang sudah terlepas itu dengan perasaan tak nyaman. Ia tahu kalau Zain Abdullah pasti sangat kecewa padanya saat ini.
Akan tetapi ia berusaha menepis perasaan itu karena perasaan kesalnya pada pria itu yang kembali menyeruak ke permukaan. Ya, apalagi kalau bukan tentang gadis itu.
"Nontonlah, nikmati filmnya dan jangan berpikir macam-macam." Zain berkata dengan santai tanpa mau membalas tatapan gadis yang sangat dicintainya itu. Cici pun mengalihkan pandangannya ke arah layar dihadapannya seraya memakan popcorn yang ia ambil dari tangan Naomi di samping kirinya.
Akhirnya, mereka benar-benar menikmati film laga itu dengan serius hingga tak melanjutkan obrolan mereka. Hingga film itu selesai, mereka berdua baru saling menatap.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya pria itu dengan tatapan tanyanya. Ia berusaha menahan tangannya untuk menyentuh wajah cantik Cici Dewangga yang sudah sangat ingin ia halalkan itu.
"Mana cewek itu kak Zain?" Cici berdiri dari duduknya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling gedung bioskop yang sudah terang benderang itu.
Gadis itu sedang mencari sosok Nesti yang telah menjadi teman makan pria tampan dihadapannya itu di restoran sebelumnya.
"Nesti? Ia masih di Gramedia. Kenapa emangnya? Kamu ada perlu dengannya?" tanya Zain berusaha menahan untuk tidak tersenyum.
"Lho? Trus kamu ngapain disini kak? Bukannya kamu lagi jalan sama cewek itu?" tanya Cici dengan wajah kembali kesal. Zain menarik gadis itu untuk duduk kembali.
"Jadi kamu suka kalau aku jalan dan nonton dengan gadis lain hem?" Zain menatap intens gadis itu dengan senyum yang samar diwajahnya.
"Ya enggaklah." Cici langsung menjawab seraya mengambil tasnya dan memasangnya di bahunya.
"Kalau gitu aku tidak akan jalan sama orang lain kecuali kamu." Zain ikut mengambil tasnya dan memakainya.
"Jangan seperti ini Ci, bibirmu seperti itu mau aku cium hah?!" Pria itu berucap dengan tatapan lurus kedalam mata bening gadis cantik dihadapannya. Zain merasakan dadanya berdebar tak karuan. Jarak mereka begitu dekat sekarang, dan ya ia ingin sekali mengecup bibir itu untuk ia nikmati meskipun sekejap.
"Ish Kak Zain apaan sih? Gak malu tuh sama Mini dan Naomi!" sentak gadis itu dengan bibir semakin maju. Zain tak tahan lagi ia langsung berniat menyentuh bibir itu tapi Naomi dan Mini yang ada disana langsung menarik tubuh Cici kearah mereka.
"Heh, enak saja mau berbuat tidak senonoh di depan kita. Sana keluar kak. Bioskopnya udah mau tutup." Naomi langsung menatap tajam pada pria yang ia kenal sebagai asisten dosen di universitas mereka.
Pria itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia terciduk dan ia sangat malu sekarang.
"Ya udah, kalian keluar duluan," ujar pria itu memberi jalan pada 3 dara di hadapannya. Mereka pun akhirnya keluar dari ruangan itu. Dan tanpa mereka sangka Nesti menjemput mereka di depan pintu. Ia langsung menghampiri Zain dan menarik tangan pria itu dengan manja.
__ADS_1
"Kak Zain, aku lama lho nunggu disini. Kok lambat banget keluarnya sih?!"
"Lho kenapa kamu nungguin? Aku kan suruh kamu pulang." ucap Zain dengan wajah tak nyaman. Ia melirik Cici yang langsung menatapnya tajam.
"Aku kan datang sama kakak. Jadi aku pulangnya sama kakak juga dong," ujar gadis itu lagi tanpa mau melepaskan pelukannya pada lengan kokoh pria itu.
"Nesti. Kita gak ada perjanjian kayak gitu lho. Aku tadi cuma mau nolongin kamu," ujar Zain dengan tegas. Ia sudah mulai menangkap ketidakberesan otak dari gadis yang bernama Nesti ini.
"Ih, maksud kakak apa? Gak mau tanggung jawab dan mau ninggalin aku begitu saja?" tanya Nesti dengan wajah dibuat sangat shock di depan semua orang. Cici langsung merasa semakin sakit hati dibuatnya.
"Udah ya kak. Kalian selesaikan urusan kalian dan kami juga udah mau pulang. Bye!" Cici segera pergi dari sana dan diikuti oleh Mini dan Naomi.
Cici marah karena cemburu. Ia tak ingin melihat drama dari dua orang yang ada dihadapannya. Dan lagi pula, mereka juga sudah lama berada di luar rumah dan sekarang ingin cepat pulang ke tempat tinggal masing-masing.
"Ci'!" Zain ingin mengejar kembali sang kekasih tapi tangannya tiba-tiba ditarik oleh Nesti.
"Kakak ini kenapa sih? Gak usah dikejar. Nanti gadis itu akan menyesal sendiri kok kalau udah abai sama kakak. Ayok ah, kita pulang." Nesti langsung menarik tangan pria itu dan membawanya segera pergi juga dari tempat itu.
Zain Abdullah hanya bisa menarik nafas panjang. Setelah pulang nanti ia akan menemui Cici secara pribadi. Ia akan menjelaskan hubungannya dengan gadis yang bernama Nesti itu.
πΊπΊπΊ
"Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading π