
Sebelumnya Mohon maaf jika beberapa hari ini gak bisa up, real beneran sibuk nyiapin pengajian untuk mengenang almarhum ibu dan bapak yang selalu kami adakan setiap tahunnya. makasih buat yang masih menunggu kelanjutan kisah IQLIMA ini.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Happy Reading β€β€
Acara lamaran sekaligus tunangan Lintang dan Bagas berakhir menjelang maghrib yang di lanjutkan dengan makan malam bersama.
Para tamu juga semua keluarga dekat pulang, menyisakan keluarga inti yang kebagian tugas yang kebanyakan orang orang hindari yaitu beres beres.
"Akhirnya selesai juga," Ima merenggang kan otot pinggang nya yang berasa pegel, 'mandi dulu ah badanku lengket banget, untung gak acem," sambil mengendus ketiaknya dan nyengir sendiri.
"Lan, teteh pulang dulu ya, mau mandi! " Ima melirik Alana yang lagi membereskan piring.
"Iya teh," Alana nengok Ima sebentar lalu melanjutkan membereskan piring.
Di ruang keluarga Raka dan Reyna sedang nonton TV, Ima hanya melirik sebentar kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar, untuk mandi sekalian sholat isya, biar tenang pikirnya.
"Heem harum banget, kalian lagi makan apa?" Ima mengenduskan hidung sambil menghampiri suami dan anaknya yang lagi makan.
"Martabak mah, di kasih Om Gilang, nih martabak telor sama coklat keju," Ucap Reyna "enak." lanjutnya sambil menunjukkan 2 box makanan.
"Gilang?" keheranan "emang dia ke sini yah?" memandang Agus sambil mencomot satu potong martabak telur lalu berjalan ke arah kaca jendela dan menyibakkan tirainya untuk melihat ke arah rumah mertua nya.
"Koq bisa ya, jarak dari kota S ke sini kan bisa sampai 6 jam perjalanan, itupun kalo lancar." Bisiknya pada Agus suaminya.
"Mungkin ngebut," Agus nyengir lalu menyeruput kopi nya yang mulai dingin.
"Gak segitunya juga kali ah, jadi penasaran gini ya tadi pagi berangkat jam 5 nyampe sana dzuhuran lah, terus pulang ke sini nyampe jam 7 dari sana jam 1,berarti di sana cuma 1 jam doang," Ucap Ima sambil menghitung jarinya lalu menggelengkan kepala tak percaya. "jangan jangan ini cuma akal-akalan Gilang yah, sebenarnya dia tuh gak pergi kesana!" Ima melanjutkan ucapan nya.
"Lalu menurut mu ke mana?" Agus menatap Ima heran.
"Ke hotel, ups, " Ima langsung menutup mulutnya yang keceplosan.
"Ngapain Om Gilang ke hotel, ma? " tanya Raka heran.
__ADS_1
"Eng.. gak, maksud mama, kenapa pulang gak nginep di hotel aja kan capek pulang-pergi. " Ima nyengir sambil mengusap tengkuknya mendapat pelototan dari suaminya. "eeumm ka tolong panggilin bi Ipah gih, mama mau di pijit badan mama pegel nih! " akhirnya mengalihkan pembicaraannya dari anak anaknya.
"Ngapain nyuruh bi ipah, nanti aku pijitin, " Agus mengedipkan matanya sambil tersenyum.
"Di pijit sama kamu mah bukan sembuh yang ada malah ringsek ieu awak, " ketus Ima sambil mendelikan mata ke suaminya.
Agus hanya nyengir.
"Ayah, kalo mijitin mama jangan keras keras, nanti mama tambah sakit! " Reina yang dari tadi asik makan martabak telur kesukaan nya buka suara.
"Iya, ayo mah, di kamar aja di pijit nya biar langsung tidur, kalian juga sana tidur udah malam! " perintah Agus "jangan lupa pintunya nanti kunci ka! " lanjutnya dan di iya kan sama Raka. kemudian masuk kamar masing masing masing.
#Modus
Dengan malas Ima terpaksa bangun dari tidurnya ketika terdengar adzan subuh, sekujur tubuhnya di buat ringsek gegara semalam yang mijitin, malah minta bonus plus. Ima membersihkan tubuhnya terlebih dulu sebelum ke dapur.
"Aakh, pinggang ku sakit banget, gegara kamu tuh, bukannya tubuhku enakan malah tambah ringsek, " Omelnya sambil memukul tubuh Agus yang masih terlelap dengan bantal.
"Kamu apa apaan sih? " Agus kaget lalu duduk sambil mengucek kedua matanya.
"Kenapa, mau lagi? nanti ya masih ngantuk, " Agus tersenyum jahil sambil kembali merebahkan tubuh nya, tapi tak lama bangun kembali karena Ima memukulinya dengan bantal.
"Bangun ih udah siang, mandi sana! " omelnya sambil terus menarik selimut dan guling, " aku mau beresin seprei nya sambil melempar bantal ke tubuh Agus yang melenggang ke kamar mandi dengan tubuh polosnya, "dasar tak tahu malu." umpat nya.
...----------------...
Pukul 9 pagi Ima sudah bersiap untuk pulang ke rumahnya kembali.
"Kirain mau tetep di sini, " Ucap Ibu Asih ketika Ima pamit. Ima hanya tersenyum lalu mencium punggung tangan kedua mertuanya.
"Nanti kalo ada waktu ke sini lagi, assalamualaikum, " pamitnya.
"Waalaikumsalam." kedua mertuanya menjawab.
...----------------...
__ADS_1
Seminggu telah berlalu.
Dret
sebuah pesan masuk di HP Ima.
[ Pulang kerja aku mampir ke rumah ibu] pesan dari Agus.
[Ngapain? ]
[ nggak tahu tadi nelpon nyuruh ke sana ]
[ Oh.. ya udah ]
HP di letakan kembali di atas meja, kemudian melihat ke arah Linda yang dari tadi memperhatikan nya.
"Kenapa? " tanya nya heran.
"Gak papa, Agus udah sadar ya, " Ucap Linda.
"Mudah-mudahan, " jawab Ima singkat.
"Syukurlah, mungkin dia ngerasain apa yang dulu kamu rasakan, " Ucap Linda, "dia yang berbuat Alana yang dapat balasan, " lanjut Linda.
"Maksudmu? " Ima bingung
"Ah sudahlah, nanti juga kamu tahu, " Jawaban Linda membuat Ima semakin bingung.
Β
KIRA KIRA ADA APA YA π€π€
Dukung terus dengan cara like dan komen gift juga seikhlas nya biar tambah semangat buat up.
hanulis buat semuanya πππ
__ADS_1