
🌺🌺🌺
Happy Reading
Dreettt
Notif pesan dari hape Ima berbunyi, Ima segera membuka nya, yang ternyata dari putri bungsunya.
[ Ma, kok belum pulang, masih lama ya? ]
[ Nggak sayang, sebentar lagi mama pulang. ]
[Oh iya, ma ]
[ Iya, sudah dulu ya, tunggu mama di rumah! ]
[ Iya, ma ]
HP di masukin je kantung baju Ima, kemudian ia berdiri.
"Jun, aku pulang dulu ya, anak anak udah nungguin," Pamit Ima.
"Iya Ima, makasih ya udah di repotin," ucap Juna.
"Iya,"
"Lin, mau pulang bareng nggak?" Ima mengalihkan tatapannya pada Linda yang baru masuk.
"Iya bareng, sebentar!" ucap Linda masuk kembali ke dapur, tak lama datang kembali sambil bawa 2 kantong kresek, "nih buat anak anak kamu." sambil menyerahkan satu kresek.
"Ini, apaan?" tanyanya heran.
"Nasi buat anakmu, udah bawa saja yuk!" mereka berdua keluar dari rumah, di teras bertemu sama Agus.
"Mau pulang sekarang? ayo biar ku antar."
"Gak usah deket ini,"
"Gak papa, biar sekalian nengok anak anak, ayo!" akhirnya Ima mau juga di antar oleh Agus sebab Linda menyeret nya dan mendorong Ima untuk duduk di depan, tapi Ima keukeuh duduk di bangku belakang, akhirnya Agus dan Linda pasrah gak maksa lagi.
__ADS_1
"Berasa jadi supir taksi ini," Agus manyun.
"Ya sudah, aku turun aja, silahkan kalo kalian mau pergi, pergi aja," Ima bergegas hendak turun lagi, tapi Agus segera mencegah dengan mengunci pintu otomatis.
"Ist, dasar kang ngambek, bercanda saja di anggap serius, slow beb, berangkat..." Agus tersenyum sambil melihat Ima sedang yang di lirik tetap masang wajah kecut. sampai akhirnya mereka sampai, Ima bergegas turun ketika melihat kedua anaknya sedang duduk di gazebo.
"Mama... " teriak Reyna sambil bersorak gembira, "mama, bawa apa itu?" tunjuknya ke kantong kresek.
"Ini, nih makan sama kaka, ya!" Ima mengangkat kresek tadi lalu menyerahkan nya ke Reyna, yang langsung di buka dengan antusias.
"Hai, gak ada yang kangen sama ayah nih?" Tiba-tiba Agus yang di belakang imamenyapa anaknya."
"Hai, ayah kok bisa barengan sama mama?" kali ini Raka yang bicara keheranan menatap ibu dan ayah nya bergantian.
"Ayah ketemu mama di rumah om Juna, jadi anterin mama yang mau pulang sekalian mau ketemu kalian." Ucap Agus yang langsung memeluk Reyna dan raka.
"Mama masuk dulu ya, mau mandi gak enak banget nih, dah lengket, kalian makan aja dulu!" Ima masuk ke dalam rumah langsung ke kamar untuk mandi.
Setelah mandi dan sholat ashar ia ke toko.
"Gimana Ros, rame tokonya?"
"Biarin aja Rosa, toh lusa kan tutup, jadi buat besok yang ada aja, jangan lupa besok kasih tahu pelanggan, takutnya sudah jauh jauh datang, tokonya malah tutup!" Teh Ima memeriksa beberapa roti yang masih terpajang takutnya sudah ada yang berjamur atau gimana. "Alhamdulillah masih aman." Gumamnya.
"Kalo mau istirahat, silahkan biar teteh yang ganti jagain," Ima tersenyum pada Rosa dan Alivia.
"Gak papa teh, tadi kita sudah giliran sholat kok, teteh aja yang istirahat, pasti capek, lagian itu ada tamu." Rosa tersenyum sambil melihat Agus yang baru masuk ke dalam toko.
"Im, buatin aku kopi ya?" ucap Agus sambil melihat lihat roti dan menunjukcaatu roti gulung, anter ke depan sama ini ya!"
"Iya, pak." Rosa yang menjawab.
"Eh, biar Ima aja ya yang buat nya, soalnya dia sudah tahu selera ku." pede Agus sambil tersenyum melirik ima, sementara yang di lirik menunjukkan muka malasnya, tapi karena gak enak sama Rosa dan Alivia, Ima membuat kopi juga buat Agus.
"Teh, itu gak salah?" Rosa menunjuk kopi yang di buat Ima, soalnya kooi itu gak di kasih gula sedikitpun, Ima tidak menjawab, ia hanya tersenyum saja, kemudian menyimpan nya di atas bakas lalu mengambil roti yang di tunjuk tadi oleh Agus dan memotongnya beberapa bagian lalu di bawa nya ke depan menghidangkan nya di meja dekat gazebo.
"Aku simpan di sini, takut kesenggol kalo simpan di sana, silahkan selamat menikmati!" Ucap Ima sambil tersenyum kemudian ia beranjak pergi.
"Iya, makasih, tapi kamu mau kemana bukannya mau nemenin aku?" Tanya Agus.
__ADS_1
"Maaf, aku masih sibuk," tolak Ima terus ngeloyor pergi kembali masuk ke dalam toko rotinya.
"Im, jadi nanti malam bikin kue tart untuk Juna?" tiba-tiba Linda menghampiri Ima yang lagi duduk di depan meja kasir.
"Jadilah masa enggak, emang mau kapan lagi, kalo besok kan sibuk di sana, emang kenapa?" Tanya balik Ima.
"Engga, nanya doang, itu mantan terindah belum balik lagi?" Linda menunjuk Agus dengan dagunya sementara Ima hanya mencebik sambil mengangkat bahunya.
ketika sedang asik ngobrol tetiba Agus masuk lagi ke toko sambil membawa gelas kopinya.
"Im, kopinya kok beda, emang sudah lupa sama selera aku ya?" tanya nya sambil duduk di depan Ima.
"Eh, emang selera sudah berubah ya, sorry aku gak tahu." Jawab Ima tak acuh.
"Kok gitu sih." Agus menatap Ima sementara yang di tatap cuek bebek.
"Coba sebutin seleranya harus gimana gimana nya, biar nanti Rosa yang bikinin." Ima mengangkat wajahnya menatap Agus.
"Sudahlah, gak usah," Agus bangkit dan mengeluarkan uang 3 lembar warna merah, dan meletakkan nya di depan Ima, "Aku pulang dulu kalo besok mau ke rumah Juna lagi, telpon aja biar aku jemput, permisi assalamu'alaikum."
"Eh, tunggu, ini kebanyakan," Ima berdiri sambil memanggil Agus.
"Buat kamu aja," teriak Agus.
"Ya sudah, tapi lain kali kalo mau ngasih, tambahin, ini kekecilan," Ima balas teriak, Agus menghentikan langkahnya kemudian berbalik lagi menghampiri Ima, sedang yang di hampiri gelagapan.
"Kalo mau banyak, oke aku kasih semua penghasilan ku tapi sarat nya kamu menikah lagi denganku, gimana?" Agus berdiri di depan Ima sambil terus menatapnya.
"Iiih.. ak aku cuma ber canda kok, maaf, nih." Ima mengembalikan uang yang tadi di kasih Agus. dan mengambil 50 ribu, "ini cukup untuk membayar roti nya, untuk kopi gak usah, kan gak di minum, maaf tadi aku iseng aja." ucap Ima, sementara Agus tersenyum penuh kemenangan.
"Kalo kamu gak mau berikan buat pegawai mu aja," Agus hanya melirik uang tersebut, kemudian pergi lagi. Linda yang melihat semua menghampiri Ima kemudian mengambil gelas kopi bekas Agus dan meminumnya, hoeekk pppuhh.."Ini gak di kasih gula?" tanya nya, Ima hanya tersenyum.
"Astaga Ima... kelakuan lo.. " Linda menggeleng kan kepala sambil berdecak.
"Lain kali, sekalian aja li kasih cianida, biar lo nangis kejer," Ucap Linda
"Ngapain nangis?" sayang banget air mata buat nangisin dia." Ima mencebikan bibirnya
"Bukan nangisin dia,, tapi nangisin diri lo sendiri, busuk di penjara, lo mau?"
__ADS_1
"Linda omongan lo gak di saring banget, dah ah aku mau ke rumah aja." Linda mengikuti Ima yang keluar dari toko menuju rumah.