IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 36


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


"Santai brothers! Ia menepuk bahu Agus, lalu berkata, "Ada yang harus gue omongin sama elo, gue sengaja datang ke sini, kalo datang langsung ke rumah lo rasanya tak enak, gimana? kita bicara sambil mancing, Oke?" dia tersenyum seakan mengejek Agus.


"Ke..kenapa harus sambil mancing, di sini juga bisa kan," Agus nampak gugup.


"Bisa aja sih, tapi emang lo siap, kalo bibi dan mamang tahu semua tingkah laku lo di luar sana, yakin nggak kalo dia gak---"


"Oke, kita pergi! PUAS!" potong Agus sambil bangkit lalu di ikuti oleh juna, ya ternyata juna menyuruh bu Asih untuk menelpon Agus supaya datang ke rumah orang tuanya.


"Pakai mobil gw, juna masuk ke mobilnya di ikuti oleh Agus, perlahan mobil melaju meninggalkan rumah bu asih.


Tak memakan waktu lama mereka tiba di dekat kolam pemancingan yang biasa Agus datangi, Agus bersiap untuk turun tapi di cegah okeh juna.


"Tunggu! jangan turun dulu, elo lihat perempuan yang ada di warung itu," Juna menunjuk wanita yang ada di warung yang ternyata Anita, lo tahu siapa mantan suaminya?" Juna mengalihkan tatapannya ke arah Agus.


"Maksud lo apa sih, gak jelas banget," Agus mulai kesel dengan tingkah juna.


Juna tersenyum sinis, "mantan suaminya tuh Zafran, rekan kerja gue.


" Trus, hubungan nya dengan gue apa? hah." bentak Agus, tapi juna tetap santai.


"gak ada, oke karena kita udah liat perempuan tadi, sebaiknya kita pergi," kekeh Juna lalu menjalankan mobil nya,meninggalkan warung tadi. sementara Agus nampak semakin jengkel dengan kelakuan juna.


tak lama mobil berhenti di pinggir lapangan, Juna turun, Agus pun mengikutinya. dan mereka duduk di bangku pinggir lapangan.


"Maksud lo tuh apa sih, buang buang waktu tahu," Agus melirik Juna, sementara yang di lirik berdiri sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku jaket yang dia kenakan.


"Zafran bercerita kenapa dia memilih berpisah dengan Anita,lo tahu alasannya, " Tiba-tiba juna bicara tentang Zafran mantan suami Anita.

__ADS_1


"Bukan urus--"


"Jangan potong dulu omongan gue. dia memilih pisah karena ketahuan Anita berselingkuh dengan atasannya, bahkan menangkap basah mereka sedang berbuat intim, Anita berzina di kamar yang di tempati nya bersama Zafran,bayangin gimana hancurnya perasaan Zafran waktu itu, hingga ia menceraikan Anita saat itu juga dan meminta atasan nya untuk menikahinya, tapi dia gak mau.


kenapa? atasannya bilang meskipun ia berselingkuh dengan Anita tapi dia gak mau menikahinya karna wanita se. acam itu gak cocok di jadikan istri. wanita yang sudah menikah lalu mau melayani pria lain, gak


nutup kemungkinan nanti pun akan berbuat itu jika ia menjadi istrinya, itu alasan nya.


"Gus, sampai di sini kamu paham gak?" Juna bertanya sambil melirik Agus yang nampak terdiam. "Aku tahu selama ini kamu selingkuh dengan Anita,"


Deg


Agus nampak terkejut, "So tahu lo," elaknya.


Juna terkekeh, "Gus, elo sudah siap kehilangan Iqlima?" Ucapnya kemudian. "ingat Gus, kalo lo sudah gak mau sama Ima, banyak di luaran sana yang siap membahagiakan nya, ngantri malah!" Ucap juna kalem.


"Maksudnya," Agus memicing kan mata nya ke arah juna.


"Oke Gus, gue cuma mengingat kan aja, sebagai saudara, jaga selalu Iqlima, kalo lo mengabaikan nya gw siap untuk menggantikan mu menjaganya---"


Bugh


Belum selesai Juna berbicara tiba-tiba Agus melayangkan tinjunya sampai juna yang gak menyangka terjengkang, dan nampak darah mengucur dari hidungnya.


"Jangan ngarep, sampai kapan pun, dia akan jadi istriku, cuma milikku, inget itu!" Agus mencengkram kerah baju juna dan meninju kembali wajah Juna, tapi kali ini Juna cepat menghindar dan membalas melayangkan tinjunya ke muka dan hidung Agus.


Bugh ... bugh... tinju Juna mengakibatkan darah keluar dari hidung dan mulut Agus. dan di terkapar, Juna jongkok di depan tubuh Agus sambil berkata.


"Jangan ke pede an lo, lo mungkin gak mau menceraikan Ima, tapi gue yakin saat ini hubungan lo lagi gak baik, karena Ima udah tahu kebusukan suaminya yang tukang selingkuh bahkan di saat dia masuk rumah sakit, tahu nya lo lagi berdua sama si Anita," Juna kemudian menjatuhkan tubuh Agus lalu pergi meninggalkan Agus sendiri.


Bruumm

__ADS_1


mobil melaju kencang meninggalkan lapang yang sepi.


"An****, sia lan," Umpat Agus dia berjalan sempoyongan, mencari kendaraan umum yang akan membawa nya pulang. Agus berjalan cukup jauh sampai akhirnya di dekat sebuah warung ia melihat ojek kemudian memanggilnya dan meminta nya untuk mengantarkan ke rumahnya.


Hampir tengah malam Agus baru nyampe di rumah, ia turun lalu membayar ojek tersebut dan di lebihkan.


sampai di depan pintu ia nampak kebingungan, mau ngetuk pintu tapi takut mengganggu, lama ia duduk sambil termangu, memikirkan omongan juna sepupunya. wajah lebam nya ia usap usap untuk sekedar menghilangkan rasa nyeri yang mulai menjalar, hingga tak sadar ia ketiduran.


pagi menjelang, Ima membuka matanya perlahan di dudukan tubuhnya di atas ranjang dan diam beberapa saat, lalu turun dan masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu demi menjalankan ibadah subuhnya.


Selesai mengerjakan sholat ia keluar bermaksud untuk pergi ke dapur, tapi ketika melewati ruang tengah samar samar ia mendengar suara orang batuk di luar.


Ima menajamkan pendengaran nya, lalu melangkah dengan pelan dan sedikit berjinjit, suara batuk makin jelas terdengar bahkan di barengi dengan rintihan.


Dengan pelan Ima menyingkap tirai.


"Astaghfirullah al adzim," Ima membekap mulutnya, lalu tergesa membuka pintu dam mendapati Agus tengah meringkuk sambil merintih, Ima lantas berjongkok tangannya terulur mengguncangkan tubuh Agus.


"A, Aa, bangun, kenapa tidur di luar?" Ima terus mengguncang guncang tubuh Agus yang terasa panas.


"Kamu demam," bangun A tidurnya pindah kw dalam," Ima terus membangunkan Agus sampai Agus benar-benar membuka matanya.


Ima memapah tubuh suaminya dan membawanya ke kamar, lalu di baringkannya di ranjang.


"Kenapa wajahmu lebam begini, apa habis berantem?" tanya nya, ia beranjak ke dapur guna mengambil air hangat untuk mengobati wajah Agus. tak lupa juga ima mengganti baju Agus yang kotor, ia bersihkan tubuh Agus yang kotor kemudian menggantikannya dengan yang nyaman.


setelah semua beres ia menyelimuti tubuh Agus.


Ima kembali ke dapur membuat teh jahe hangat membawa nya ke kamar dan membantu Agus untuk meminum nya.


SEBAIK-BAIK NYA PEREMPUAN DI LUAR SANA, MASIH LEBIH BAIK ISTRI DI RUMAH.

__ADS_1


JANGAN LUPA JEMPOLNYA GERAKAN UNTUK LIKE KOMEN BIAR OTHOR. SEMANGAT BUAT UP.


__ADS_2