IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 31


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


"Kalian kenapa sih kayak bocil rebutan permen aja, ingat umur, gak malu apa," Juna terus menghindar dari cubitan Linda dan ima.


"Iikh, dasar duda bangkotan, ngapain lo kesini, ima belum sah jadi janda lo sudah maen ngapelin aja,awas nanti ada yang gerebek!" Linda mencibir sambil memukul lengan juna.


"Eh enak aja lo ngatain gue janda, dasar temen lucknut lo, " protes ima kemudian melempar Linda dengan sendal.


"Sudah! emang lo pada gak berubah ya dari orok sampai punya orok sendiri, gue datang di peluk kek, bilangin kangen kek, ini malah di cubitin, lo kira gw tuh adonan cimol apa! " Ucap Juna masih dengan muka teraniaya, merajuk berharap di bujuk. 😝😝


#ngarep biar ima Ima yang bujuk 🀭


"Udah ah lo jangan muka melas gitu, gue jadi mules lihatnya, " Ucap Ima sambil kembali duduk di tempat nya.


"Terus lo ngapain ke sini, emang gak kerja? "


"Belum, baru Senin besok masuknya, tadi sedang joging, kebetulan lewat sini, eh malah melihat ABG labil lagi maen kejar-kejaran,jadi nya sekalian mampir. " jawab juna menyindir kedua remako di depan nya, sementara yang di sindir cuma ketawa.


"Sebentar, gue ngambil minum dulu, lo mau minum apa? " tanya ima sambil berdiri dari duduknya.


"Biar gue aja yang ambilin lo ngobrol aja dulu, kali aja mau pada kangen kangenan, " Linda cepat bangkit dan pergi ke dapur.


mendengar ucapan Linda juna hanya tersenyum.


" Eumm, jangan dengerin omongan Linda, dia mah asal nyablak aja, " Ucap Ima, sampul mukul bokong Linda.


"Emang Linda ngomong apa? " goda juna.


"Its.. " ima mendelik, "Jun, emang beneran istri mu sudah meninggal? " Tanya Ima,serius setelah Linda masuk ke dalam.

__ADS_1


"Begitulah, dia meninggal karena pendarahan, karena telat mendapat donor darah anak dan istriku gak selamat, " wajah juna mendadak murung.


"Maaf Jun, aku turut berduka, " ima menatap juna iba, sambil menepuk nepuk punggung tangan sahabat nya itu. "kamu yang sabar."


"Makasih Im, mungkin ini sudah jalan takdir-Nya, aku sudah melarang nya untuk hamil lagi, tapi ia keukeuh ingin anak perempuan, sedang keadaan tubuhnya tidak memungkinkan, jadi nya ya begitu... " Juna menceritakan kehamilan istrinya yang sejak awal sudah bermasalah karena di samping ada janin juga ternyata istrinya itu mengidap penyakit kanker serviks. hingga usia kehamilannya menginjak 7 bulan ia pendarahan.


"Yang sabar jun, istri mu sudah tenang jangan di ingat lagi, ikhlaskan, " Linda yang baru datang dengan membawa nampan berisi 3 gelas minuman pun ikut memberi kekuatan pada juna. "terus rencana kamu sekarang apa? " tanya nya lanjut.


"Kalo rencana sih, aku mau balik netep lagi di sini, kerjaan Alhamdulillah udah dapet, mulai senin aku kerja, " ucap juna.


"Syukur lah kalo begitu, kalo butuh apa- apa jangan sungkan ya," Support Linda yang di iyakan juga oleh ima. "tapi jangan ngarepin ima ya, kali aja kamu masih ada rasa, " canda Linda yang di sambut tawa juna sedang ima melototkan matanya ke arahLinda.


"Canda sayang, gitu aja marah, " Ucap Linda sambil menjawil dagu Ima seakan gak merasa berdosa. Ima menepis kan tangan Linda.


Obrolan pun mengalir begitu saja, juna menceritakan kehidupannya sewaktu tinggal di luar pulau, Linda pun menceritakan gimana n hidupnya sampai Ima datang dan menawarkan untuk membuka usaha bersama. sedangkan Ima hanya menyimak saja.


Juna pamitan ketika Inaya dan Euis datang.


"Enggak teh, santai emang aku yang udah lama, " juna melihat jam tangannya, "aku pergi ya, masih ada urusan, inget kalian yang akur, " canda nya lalu melakukan tos dan mengangguk juga sama Euis dan naya.


"Siapa teh?" tanya Naya setelah juna jauh.


"Mantan dia noh, " jawab Linda sambil menun jukan dagunya ke arah ima sambil tertawa.


"Sembarangan, jangan denger orang setres, dia temen kami sejak kecil dan kebetulan balik lagi ke sini,mau netap lagi sih tadi bilangnya," Ucap Ima mata nya melotot ke Linda.


"Ganteng, keren lagi, " Inaya mengacungkan kedua jempol nya.


"Gantengan mana sama Agus? " Linda menggeser duduknya menjauh ketika melihat pergerakan tangan Ima yang mau menggeplaknya. "Lo tuh ringan tangan aja dari tadi dah kayak mak tiri tahu, " Ucap nya dengan muka teraniaya.


"Agak mirip sih, cuman putihan Aa Agus, kalo yang ini agak coklat eksotis," Naya terkikik merasa malu sendiri dengan ucapan nya.

__ADS_1


"Meski dia duda, kamu jangan ngarep, pintu hatinya udah terkunci sama seseorang, " Linda mengedipkan matanya sambil tersenyum menggoda ima.


Euis yang dari tadi diam hanya, cekikikan, meski gak berteman akrab dengan 5 sekawan, tapi ia sedikit tahu dengan tentang kisah mereka termasuk dengan 3 pria yang diam diam naksir pada Ima, si gadis cantik dengan senyum nya yang melihat bisa terkena diabetes, saking manisnya. 😁😁


"Udah ah malah jadi pada ghibah, mau kerja apa ngerumpi nih! " ucap Ima sambil berdiri dari duduknya. di ikuti ketiga nya.


-------


Sementara itu Agus lagi mengeluarkan barang barang yang akan ia bawa dari rumahnya.


"Kamu mau bawa ini semua, Gus? " tanya bu asih sambil melihat semua perabotan yang udah di depan rumah. "Mesin cuci sama kulkas buat ibu aja, kasian tuh lintang kalo udah banyak cucian kecapean."


"Ima juga butuh bu, lagian kan ini beli semua pake duitnya, nanti aja kalo Agus punya duit di beliin, " jawab Agus.


"Beneran Gus? awas kalo bohong, "


"Iya, tapi nanti bukan sekarang kalo Agus punya duit. " jawab Agus.


"Sebentar lagi kan kamu gajian, gus! atau gini deh, yang ini aja sekarang tinggalin gak papa, ibu mah bekas juga, nanti kamu beli yang baru, kan gampang tinggal langsung bawa langsung ke sana dari toko, "


"Oh iya ya, kenapa gak kepikiran ya, " ucap Agus, "ya udah bawa aja sana! "


"Yeee, masa ibu yang bawa ya kamu lah, ini kan berat, sekalian nih sama kasur, biar bapakmu nyenyak tidurnya, dan gak merasa sakit pinggang lagi! " bu Asih menunjukkan beberapa barang yang di maui, hingga tersisa laci yang biasa Ima pake buat nyimpen dalaman.


"Yang bener aja bu, masa yang bagus nya ibu pisahin semua, gimana nanti kalo Ima marah? " Agus mengusap ngusap kepala bagian belakang nya, merasa bingung, kalo di kasih, Ima pasti marah gak di kasih ibunya yang ngambek, bagaikan makan buah simalakama.


#Dasar orang tua durhakim, dah di kasih hati malah minta jantung.


Yang pada akhirnya meskipun terpaksa ia mengalah dan membawa semua barang ke rumah ibunya. bu Asih pun tersenyum lebar merasa menang.


Agus menyewa mobil pickup untuk membawa barang yang tersisa, kemudian pulang.

__ADS_1


WAAHH, KAMU CARI PERKARA GUS, NANTI MACAN DI RUMAH GIMANA KALO NGAMUK EMANG KAMU SIAP 😁😁


__ADS_2