IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 48


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


Suster datang menghampiri mereka, dan


mengatakan bahwa saatnya telah tiba.


Agus mundur sambil memeluk kedua anaknya, saling menguatkan.


Sementara peralatan yang di pasang di tubuh Iqlima, satu persatu mulai di lepaskan.


Semua menahan napas sambil terus memanjatkan do'a, memohon kebaikan untuk Ima. Reyna mulai terisak begitu pun Raka.


Peralatan sudah di lepas semuanya dari tubuh Ima, dokter pun mulai meninggalkan ruang perawatan, hanya seorang perawat yang menunggu dan mempersilahkan anggota keluarga untuk melihat nya.


Teh Neni meminta izin sama perawat untuk melakukan do'a bersama yang telah memanggil seorang ustadz, izin pun di beri, dan do'a bersama pun di gelar.


Setelah acara doa selesai. semua orang di beri kesempatan untuk menemui Ima secara bergilir. mereka memberi ucapan do'a untuk bertahan seperti yang saat ini Linda ucapkan.


"Ima, aku tahu kamu wanita hebat dan kuat, bangunlah im, kita wujudkan mimpi indah bersama, aku gak suka dengan caramu yang melimpahkan tanggung jawab kepadaku begitu saja, aku gak sehebat kamu, aku gak bisa melakukan tugasku, kamu gak mau kan usaha yang sudah kamu rintis kembali hancur berantakan seperti yang dulu, Ima bangunlah!" Melihat tidak ada respon sama sekali membuat Linda menangis kembali. perlahan ia mundur memberi kesempatan untuk yang lain.


"Hai Ima, jauh jauh aku menemui sahabat kecilku, gak lucu tau, masa kamu tidur terus, apa gak kangen aku, kita main bersama seperti dulu, aku janji gak akan maen curang lagi, ayo bangun," kali ini Rendy yang bicara, ia menatap Ima sambil memegang tangannya, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.


"Hai mantan pacar, ayok bangunlah, tidur mulu gak baik buat punggungmu," Giliran Adji yang maju. "Kamu masih inget gak, waktu kecil kita pernah maen nikah nikahan, inget im, sampai sekarang kita belum cerei, jadi cepet bangun, atau aku gak mau maen lagi sama kamu." Adji tersenyum kelu.


"Hai Iqlima khairunnisa, kamu satu satunya wanita yang sampai saat ini ada dalam hatiku, Dulu dan sekarang hatiku tetap sama, masih mencintaimu, maafkan aku yang pengecut tak berani mengungkapkan rasa ku, maafkan aku tak bisa mempertahankan kamu hingga aku harus rela kehilangan kamu. melihatmu tersenyum adalah kebahagiaan ku, bangunlah, demi kami sahabat mu yang diam diam mencintaimu," Arjuna memegang tangan Ima seakan memberi kekuatan, meskipun yang punya tangan tak bergeming.


Semua orang sudah berupaya agar Ima terbangun, namun Ima tetap tak memberikan reaksi apa apa.


 


Sementara itu, di sebuah taman bunga.


Seorang wanita nampak begitu riang nya, ia berlari ke sana ke mari mengejar kupu kupu yang begitu indahnya, warna ke emasan menarik perhatian nya sampai tak sadar ia sudah terlalu jauh berlari, hingga sampai lah ia di dekat sebuah sungai yang air nya tampak mengalir jernih.

__ADS_1


"Aahh... segernya." ia merentang kan kedua tangan nya sambil menghirup udara.


"capek juga ternyata, Hai....kupu kupu kemarilah!" Ia melambaikan tangan pada Kupu-kupu yang sedang hinggap pada sebuah bunga yang sedang mekar," namun Kupu-kupu tersebut terbang kembali, menjauh dan hilang, wanita tersebut kemudian duduk di atas bangku yang ada di taman bunga di pinggir sungai.


Tak lama sepasang manusia yang telah lanjut usia menghampiri wanita tersebut.


"Senang sekali nampak nya kamu, nak." ucap orang tua tersebut, si wanita pun segera menoleh ketika mendengar suara menegurnya.


"Ayah, ibu apakah benar itu kalian?" tanya nya sambil mendekat, kemudian ia memeluk pasangan baya itu yang ternyata kedua orang tua nya, "Apakah aku tidak bermimpi," ia menggosok kedua mata nya.


"Kamu terlalu jauh bermain, nak, kembali lah!" ibunya mengusap bahu wanita tersebut.


"Ayah, ibu aku senang bertemu kalian, bolehkah aku tinggal di sini sama kalian?"


"Belum waktu nya, nak kembali lah kasian anak anakmu, masih membutuhkan mu,"


"Tapi, bu... aku masih kangen sama kalian," wanita itu hendak memeluk ibu nya tapi ibu nya mundur begitu pun ketika ia hendak memeluk ayah nya.


"Pulang lah!" ayah dan ibunya mundur kemudian berbalik meninggalkan nya.


"Ayah, ibu.. kalian tega meninggalkan aku," ia menangis sejadi-jadinya, hingga tak lama ia mendengar sayup-sayup orang-orang memanggil namanya. wanita itu pun berbalik dan melihat banyak orang, matanya pokus pada kedua anak yang terus memangilnya sambil menangis.


"Mama.... jangan tinggalkan kaka sama adek, ma!"


"kaka... ade, kalian di sini juga?" perempuan itu berlari menghampiri sepasang anaknya yang terus berteriak menangis sambil memangilnya. wanita tersebut berkali-kali terjatuh lalu bangun, dan kembali berlari.


 


Sementara itu di ruang ICU.


Mereka sedang membaca yasin, mengelilingi di kiri kanan tubuh Ima, Raka dan Reyna duduk berdampingan, Reyna terus memegang tangan mama nya sambil terisak.


"Sabar sayang, berdo'a lah supaya mama mu tenang," WA Neni terus mengusap kepala Reyna.


"Aku sudah tak punya mama, lalu aku sama siapa? mama....jangan tinggalkan adek, ma!" tangisan Reyna semakin menjadi, Agus menghampiri dan segera memeluknya.

__ADS_1


"Maaf, bapak, ibu, jenazah akan kami pindahkan ke kamar mayat." Dua orang perawat menghampiri mereka, membawa brankar.


"Suster, bolehkah aku mencium mama, untuk yang terakhir kali?" Ucap Raka sambil mengusap air matanya, suster pun mengangguk sambil mengusap bahu Raka.


"Silahkan."


"Awas ka, hati hati, jangan sampai air mata mu jatuh ke tubuh mama," WA Neni wanti wanti pada Raka yang di angguki oleh Raka.


"Insya Alloh, aku kuat wa," Ucap nya sambil tangannya terulur untuk membuka kain penutup jasad ibunya.


"Mama, insya Alloh kaka ikhlas melepaskan mama, mama sekarang tidak merasakan sakit lagi, kaka do'akan semoga mama husnul khotimah, aku sayang, mama." Raka mengecup kening dan kedua pipinya. "Dek, sini kamu mau mencium mama untuk terakhir kali?" Raka berbalik menatap adek nya yang masih berada dalam pelukan Agus ayah nya.


Reyna melepaskan pelukannya kemudian melangkah mendekati Raka yang berada di samping jasad Ima, mama nya.


Agus mengikuti khawatir sambil terus mengusap punggung Reyna.


"Adek harus kuat, ya! kasian mama, kita do'akan mama bersama sama!" Raka mengulurkan tangan dan meraih tangan Reyna, memberi kekuatan pada adek nya. kemudian menghapus air mata adek nya.


Semua orang yang berada di ruangan tersebut menangis haru menyaksikan kedua anak Ima. teh Neni berpelukan dengan Adelia,


sementara Linda sudah sesenggukan dari tadi dalam pelukan Euis dan Inayah.


"Mama, Adek sayang sama mama, bahkan sekarang pun adek berharap bahwa ini hanya mimpi, adek do'a kan supaya mama bahagia di surga." Reyna mengecup kedua pipi mama nya, kemudian mundur dan kembali memeluk ayah nya.


#😭😭😭


 


 


 


**BESTIE MASIH MAU LANJUT NGGAK? TAPI LIKE KOMEN DULU YA. TABURAN BUNGANYA JUGA JANGAN LUPA BUAT IMA. BERHUBUNG A"A AGUS BEGADANG TERUS DIA JUGA KASIH KOPI BIAR MELEK.


HATUR THANK YOU BUAT SEMUA YANG MASIH SETIA SAMA IMA DAN AGUS**.

__ADS_1


__ADS_2