IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 33


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


"Barang jelek aja bikin emosi!" gerutunya sambil menendang kursi yang tadi ia duduki.


Ima yang mendengar dan melihat sikap Agus bertambah emosi.


"Oke... kamu yang mulai, lihat aja nanti, lo jual gue beli! " Ancam Ima dalam hati sambil mengepalkan tangannya, saking emosinya hingga jari jarinya sampai putih pucat.


"Kalian cepat makan, kalo dah selesai, belajar di kamar! " Ucap Ima kepada kedua anaknya. Raka dan Reyna menuruti apa yang di ucapkan mama nya Tanpa banyak bicara, setelah selesai mereka pamit untuk belajar di kamar masing-masing.


POV Ima


Sepeninggal kedua anaknya, Ima melamun, ia merasa kecewa banget sama suaminya yang selalu mementingkan keluarga ibu nya tanpa merasa bersalah sedikitpun. terlalu banyak mengalah membuat Ima merasa lelah, lelah jiwa dan raga.


merasa gak enak hati jika aku bilang menyesal dengan pernikahan ini, gak etis rasanya, apalagi ada dua anak yang telah hadir di antara kami.


Dulu aku berfikir jika menikah dengan lelaki yang begitu memuliakan ibunya, maka ia pasti meratukan istrinya, ternyata dugaanku salah besar. aku bahkan merasa punya madu.


"Huuff.. " Ima menarik napas panjang kemudian mengeluarkan nya dengan pelan seakan mengeluarkan beban yang teramat berat. "apa yang harus ku lakukan, bertahan ataukah menyerah?" hati dan pikiran Ima terus berputar seakan memeras isi otak Ima, membuat kepalanya seperti berkedut nyut... nyut.

__ADS_1


Beberapa kali Ima menggeleng kan kepala untuk mengurangi rasa sakit.


Dulu aku bertahan karena berharap dia akan sadar dan berubah, tapi makin ke sini aku makin tak tahan.


Baiklah nanti aku akan bicara dari hati ke hati sama A'a dan mau bertanya apa tujuan nya dengan pernikahan ini, bahkan sampai pernikahan ku yang sudah bertahun-tahun ini aku tidak pernah tahu berapa penghasilan nya sebulan, lucu memang, Ima tersenyum sendiri, lebih tepatnya mentertawakan semua kebodohannya yang selalu harus mengalah dan terus mengalah dengan alasan klise, takut berpisah, belum siap menjadi single mom's, takut anak-anaknya kehilangan kasih sayang dari ayahnya.


🌺🌺🌺


POV AUTHOR.


Agus melajukan mobilnya sembarang arah, emosi yang menguasai tubuhnya mengalah kan segala akal sehatnya, hingga tak sadar mobilnya berhenti di depan sebuah rumah yang sudah lama tak di datangi. Ia kaget ketika seseorang mengetuk pintu mobilnya. dan Agus pun menurunkan kaca mobil.


"Gak turun?"


"Ke mana?"


Agus tak menjawab pertanyaan Anita, matanya pokus ke depan, melihat sikap Agus membuat Anita hanya diam dan pasrah ke mana ia di bawa.


Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah restoran yang buka 24 jam. Tanpa banyak kata mereka turun dan masuk ke dalam resto tersebut dan memilih tempat duduk di sebuah gazebo pinggir kolam.


"Kamu kenapa sih, Gus?" tanya Anita heran.

__ADS_1


"Diamlah!! jangan banyak bicara dan temani aku makan aku lapar! " Ucap Agus, kemudian memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan tanpa bertanya kepada Anita. Setelah makanan datang Agus makan dalam diam, membuat Anita makin heran, tapi ia gak banyak bertanya, mereka makan tanpa bersuara sampai semua makanan tandas tak tersisa.


Keheningan masih tercipta di gazebo, Agus mengeluarkan bungkus rokoknya kemudian menyulut nya sebatang, suasana seperti itu lama-lama membuat Anita jengah.kemudian ia bertanya lagi.


"Sebenarnya kamu tuh kenapa sih, gak jelas banget, lama gak datang pas ada di depan diem terus kayak orang lagi sariawan, kalo gak mau ngomong sebaiknya aku pulang, serah deh kalo kamu masih mau tetep di sini!" Anita kemudian berdiri dari duduknya, tapi sebelum kakinya melangkah, Agus dengan cepat menahan pergelangan tangan Anita dan sedikit menarik nya, membuat wanita itu kembali terduduk tepat di pangkuan Agus.


Tanpa mereka sadari dari tadi ada sepasang mata yang tak begitu jauh melihat terus ke arah Agus dan Anita, bahkan ia sempat mengambil beberapa foto mereka.


#Makanya jangan pernah lari dari masalah, gus Agus.


Ima yang merasa kepala nya kembali berdenyut, ia dengan jalan sedikit sempoyongan mengunci semua pintu kemudian membaringkan tubuh nya, tapi sebelum matanya terlelap, terdengar sebuah notif pesan dari HP nya.


DRET


DRET


'Siapa sih malam malam ganggu aja!" sambil menggerutu ia mengambil ponsel, karena mengira jika Agus menghubungi nya.


Begitu HP nya di buka beberapa pesan dan foto masuk. Air matanya tak terasa mengalir membawahi pipi, kepalanya tambah pusing, lelah hatinya, di tambah akibat belum ada makanan yang sempat masuk ke dalam perutnya hingga Ima tak kuat lagi bertahan.


...****************...

__ADS_1


BESTIE... KENAPA DENGAN IMA???


YUK BUDAYAKAN HABIS BACA TINGGAL KAN JEJAK.


__ADS_2