IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 35


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading


Setelah sampai di loby Rumah Sakit, Agus bertanya kepada perawat di mana letak kamar rawat Ima, kemudian dia berjalan dengan tergesa-gesa.


BRAKK


Pintu di buka dengan keras membuat semua orang yang ada di dalam terperanjat kaget.


"Kamu tuh apa apaan, bikin orang kaget saja, kalo masuk ruangan tuh ketuk pintu dulu, ini gada sopan-sopan nya, apalagi ini di rumah sakit, gimana kalo pas orang yang sakit jantungan, bisa bisa langsung mati," Tegur kang Indra merasa kesal.


"Maaf Kang aku tadi gugup karena khawatir dengan keadaan Ima," Agus masuk lalu menghampiri Ima, "Kenapa gak ada yang kasih tahu aku kalo kamu sakit bahkan sampai di rawat begini," Ucap Agus seakan tak Terima merasa tak di hargai. Ima memalingkan muka dengan malas, enggan menjawab pertanyaan suaminya.


"Bukan kami gak mau menghubungi mu, gus! tapi HP kamu yang gak mau di hubungi, buktinya tuh gak aktif terus, lagian ya kalau mau ke mana-mana tuh,pamit dulu atau minimal kirim pesan apa lagi sampai berhari-hari. biar orang rumah gak pada khawatir kamu kemana dan di mana, kalo ada apa-apa kan gampang, gak kayak sekarang ini, intinya saling menghargai lah!" Kang Indra bicara panjang lebar karena sudah merasa muak dengan kelakuan Agus yang bisanya cuma menyalahkan orang, tanpa mau introspeksi diri.


"Maaf kang! selama ini aku nungguin bapak yang sakit, HP ku lowbat," Agus menundukkan kepala nya.


"Berbakti sama orang tua sudah jadi kewajiban kita gus, tapi jangan karena berbakti kamu jadi melupakan kewajiban mu terhadap istrimu, akang berkata begini karena akang tahu gimana sikap kamu selama ini, HP lowbat bukan alasan yang tepat, masa adikmu atau tetangga mu gak ada yang punya charger an.


Aakh, sudahlah karena kamu sudah datang kami pulang," Kang indra bangkit lalu mengajak istrinya untuk pulang, "kalo ada apa-apa telepon saja!" pinta nya kemudian keluar.


"Iya kang, maaf merepotkan!" jawab Agus.


"Teteh pulang dulu, istirahat ya jangan terlalu banyak pikiran," Teh Neni mengusap bahu dan mencium kening Ima kemudian berlalu mengikuti kang indra.


Setelah tinggal berdua agus duduk di kursi dekat ranjang pasien.


"Kamu sakit apa? maaf ya aku baru tahu, waktu tadi pulang Linda yang bilang," Agus menggenggam tangan ima dan segera melepaskan nya ketika ima menepis dan menarik tangannya berusaha untuk lepas dari genggaman Agus.


Ima tidak berkata sepatah pun.


"Mana yang sakit, eumm atau....makan dulu ya, biar bisa minum obat," Agus yang melihat makanan yang di sediakan pihak rumah sakit masih utuh, ia berinisiatif untuk menyuapi Ima, tapi dengan cepat Ima menggeleng dan segera membalikan tubuhnya membelakangi Agus. merasa di cuekin akhirnya Agus diam.


Tak berapa lama dua orang perawat masuk dan memeriksa keadaannya.

__ADS_1


"Bagaimana sus, keadaannya?" Agus bertanya keadaan Ima.


"Semuanya sudah bagus, istirahat yang cukup ya bu, jangan lupa obatnya di minum, biar besok juga bisa pulang." suster tersenyum kemudian permisi.


Ima perlahan menurunkan kedua kakinya, dan berusaha menggapai tiang infus lalu mendorongnya nya perlahan.


"Kamu mau ke mana?" Agus menghampiri, Ima tidak menjawab tapi berjalan perlahan menuju kamar mandi. "Sini biar ku bantu," mengambil alih infusan dan memapah Ima menuju kamar mandi, ima tak menolak tapi membiarkan nya karena ia juga merasa kerepotan. setelah selesai keluar dan kembali naik ke ranjang di bantu Agus.


"Aku keluar dulu, cari makan, kamu mau aku belikan apa?" Agus bangun dari tidurnya dari kursi yang tersedia di kamar itu lalu menghampiri Ima. Ima hanya menggeleng kan kepala nya kemudian memalingkan muka seakan enggan menatap ke arah Agus.


Setelah Agus keluar dia menarik napas panjang dan menghembuskan nya.


Kembali dari kantin, kedua anaknya sudah ada di ruangan tempat Ima di rawat, Reyna sedang menyuapi mama nya dengan makanan yang ia bawa, titipan dari wak neni. sambil terus bercerita apa saja yang ia temui hari ini, dan itu sudah jadi kebiasaan Reyna bercerita yang mana mama nya adalah pendengar setia menurut versi Reyna.


Ima bicara jika anaknya yang bertanya, tapi membisu ketika Agus mengajak bicara, dan itu terus berlangsung bahkan saat ia sudah pulang dan kembali ke rumah. bahkan bukan hanya sehari bisa berhari-hari, Ima kuat membungkam mulutnya jika sedang di depan Agus, bahkan seminggu sudah berlalu, ia tetap mendiamkan Agus.


Agus yang di diamkan okeh istrinya sebenarnya merasa jengkel, tapi ia berusaha untuk terlihat baik baik saja, tanpa berusaha bertanya, kenapa atau mengapa.


Agus ngangkat telpon ketika berdering untuk ke sekian kalinya.


[ Hallo... aku di rumah ]


[ Bisa datang nggak, sekarang! ]


[ Ada apa sih bu, aku baru pulang ]


[ Penting pokoknya, ]


[ Besok aja bu, sekarang aku capek ]


Agus terus berbicara di telpon, sementara Ima hanya memperhatikan tanpa berkomentar sedikitpun.


[ Baiklah ] Huufff. Agus menarik napas lalu menghembuskan nya dengan kasar, kemudian menghampiri Ima.

__ADS_1


"Ibu nelpon, nyuruh ke sana sekarang ada yang penting katanya, kamu mau ikut?" Agus memandang Ima sejenak lalu memasukan kembali HP ke dalam saku celana nya.


Ima menggeleng kan kepala nya.


"Baiklah, kalo begitu aku pergi dulu," Agus bangkit kemudian mencium kening Ima.


Setelah kepergian Agus, Ima pun masuk ke dalam rumah, menghampiri Reyna yang lagi bermain HP. lalu duduk di sebelah nya.


"Jangan maen hape terus dek!"


"Habis bingung mau ngapain, maen gak ada temen, " Reyna meletakkan hapenya kemudian merebahkan kepala kepangkuan mamanya.


"Di sini emang gak ada, yang ada tuh di luar, kenapa gak mencoba ikut latihan sama yang lain, " ucap Ima sambil mengusap kepala anak bungsunya. "biar adek ada kegiatan," Ima mengarankan Reyna untuk ikut latihan bola voly yang lapangan nya di sebrang rumahnya bahkan dari samping rumahnya deket banget.


"Aku kan gak bisa mah," rajuknya


"Bukan gak bisa, tapi belum bisa, karena belum mencoba, cobain aja dulu nanti pasti suka, latihan yang rutin dan rajin, mama yakin kamu bisa jadi pemain yang hebat,"


"Iya deh, adek mau tapi nanti gak sekarang, trus mama yang ngantar ya," Reyna bangun trus berdiri, mengambil hape dan masuk kamar, Ima hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


____________


Agus yang baru nyampe di rumah ibu,ia terbelalak kaget pas masuk rumah ada seseorang yang lagi duduk santai dan tersenyum lebar menyambut kedatangan nya.


"Hai Gus, apa khabar?" Ucapnya santai.


"Ngapain ke sini?" Agus nampak kesal.


"Santai brothers," ia menepuk bahu Agus lalu berkata, "Ada yang harus aku omongin dengan kamu, aku sengaja datang ke sini, kalo datang langsung ke rumah mu rasanya tak enak, gimana? kita bicara sambil mancing, oke?" dia tersenyum seakan mengejek Agus.


GIMANA AGUS MAU GAK YA DI AJAK MANCING??


.

__ADS_1


__ADS_2