IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 64


__ADS_3

🌺🌺Happy Reading🌺


Minggu pagi Ima sedang bersiap untuk menghadiri pernikahan antara Juna dan Inayah. Ima tampil anggun dengan pakaian yang telah ia siapkan dari jauh jauh hari, dresscode warna lilac senada dengan hijab yang ia kenakan membuat penampilannya tampak elegan, siapa pun gak bakal nyangka bahwa ia sudah memiliki 2 anak yang beranjak remaja.


Begitupun dengan kedua anaknya, Reyna dan Raka dengan batik nya, tampil dengan mempesona, siapa pun yang melihat ketiga nya, pasti terpana, dandanan sederhana tapi berkelas.


Setelah bersiap, mereka keluar rumah yang mana di halaman sudah ada Linda dan suaminya juga menantunya Rossa.


"Lo mau bawa motor apa mobil Ima?" tanya Linda.


"Bawa mobil Lin, kalo pake motor kita bertiga, kalian ikut di mobil aja, biar motor di bawa kang Rusli!" Ajak Ima yang langsung di iyakan oleh Linda dan Rosa, dan mereka pun akhirnya berangkat ke rumah Juna, sebab mereka mau ikut dalam rombongan pengantin pria.


Di sekitar rumah Juna sudah banyak orang yang tujua yang sama mau ikut rombongan mengantar seserahan. bahkan barang bawaan oun sudah berjejer rapi di mobil bak terbuka.


Setelah semuanya siap rombongan pun berjalan dengan beberapa kendaraan roda empat maupun roda dua, mobil pengantin yang sudah di hias membawa Juna juga adiknya anna dan kevin beserta suaminya yang menjadi driver.


Tak sampai 15 menit rombongan sampai di tempat acara berlangsung, yaitu gedung olahraga (GOR) yang sengaja di sewa untuk berlangsung nya acara tersebut, akad nikah yang langsung akan diadakan resepsi hari itu juga.


Lantunan sholawat menyambut rombongan pengantin pria kemudian MC mempersilahkan semua rombongan untuk menempati tempat yang sudah di sediakan.


"Selamat datang kepada rombongan calon pengantin pria, kami persilahkan untuk menempati tempat yang telah kami sediakan, mohon maaf atas segala kekurangan,"


Tak lama Acara di mulai dengan sambutan pemerintah setempat, di lanjut dengan penyerahan dari pihak calon pengantin pria di sambung dengan penerimaan dari wakil pihak pengantin wanita yang si sebut seren tampi. kemudian acara pokok akad nikah berlangsung.


Juna duduk di kursi yang di dampingi Ana dan suaminya sementara wali nikah berada berhadapan dengan Juna.


"Pak Juna sudah siap untuk pengucapan akad nikah?" tanya penghulu.


"Siap pak." jawab Juna tegas.


"Baiklah, pak Ahmad ikuti saya ya!" pak penghulu melirik pak Ahmad yang langsung menggangguk, kemudian menjabat tangan Juna sesuai perintah dari bapak penghulu.


Setelah pak Ahmad mengucapkan kan akad ya, di jawab oleh Juna dengan satu tarikan napas dengan lancar.


Alhamdulillah maka detik itu juga Juna dan Inayah resmi menjadi pasangan suami istri.


Inayah muncul dengan di gandeng oleh Euis dan Iqlima.

__ADS_1


Inayah tampak anggun dengan balutan kebaya putih setelah sampai di depan Juna kemudian duduk di samping Juna untuk menandatangani buku nikah, sementara Ima duduk di belakang pengantin berjejer dengan mak nunung Linda Euis juga bu asih


Rangkaian Acara demi acara berlangsung lancar hingga jam 11.00, di lanjutkan dengan hiburan yang mengundang artis dangdut. acara di jeda ketika dzuhur tiba kemudian di lanjutkan, sementara sebagian rombongan setelah mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin langsung menyantap berbagai makanan yang telah di sediakan.


"Mau ke pelaminan sekarang?" tanya Linda.


"Ayok" Ima berdiri kemudian ikutan ngantri bersama Linda dan kedua anaknya.


"Setelah tiba di depan kedua mempelai Ima menjabat tangan Juna.


" Selamat ya jun, semoga samawa, titip dia, kalo kamu menyakitinya, maka aku lawanmu!" tegas Ima.


"Siap komandan!" Juna mengangkat tangannya ke kening mode hormat bendera, kemudian keduanya tertawa, ketika tiba di depan Inayah, Ima memeluk nya.


"Selamat ya nay, semoga kamu berbahagia dan cepat dikasih momongan."


"Makasih teh." Inayah balas memeluk Ima, "teteh juga cepet nikah," candanya yang hanya di balas senyum oleh Ima.


Turun dari pelaminan Ima kemudian melangkah ke tempat makanan mengantri dengan yang lainnya. kemudian duduk kembali sambil membawa makanannya.


"Ketika lagi asik menikmati makanannya tiba-tiba Agus menghampiri dan ikut bergabung dengan anak dan mantan istrinya, Ima yang melihat itu langsung cemberut, karena risih di lihat yang lain


"Ini tempat umum, ma," Ucap Agus santai.


sementara kedua anaknya hanya diam sambil meneruskan makannya.


"Iya tempat umum, tapi masih banyak yang kosong di meja lain," gerutu Ima.


"Ma, aku mau ngambil es krim dulu, mama mau?" Tiba-tiba Raka berdiri dan di ikuti oleh Reyna.


"Iya sayang, jangan lama lama ambilnya." Ima tersenyum pada Raka dan Reyna yang berjalan menuju stand Eskrim.


"Eh, gus kamu di sini ternyata," perempuan paruh baya menghampiri Agus dan Ima, "bukankah ini Ima ya, apa kabar sayang?" perempuan tersebut melirik Ima kemudian menyapa sambil memeluknya.


"Alhamdulilah aku baik, uwak, wak sendiri apa kabar dah lama gak berjumpa?" Ima balas memeluk uwak Yuyun, kakak dari mantan mertua nya.


"Uwak baik, anak anak mana?" tanya nya.

__ADS_1


"Mereka lagi ngambil eskrim wak." jawab Ima kemudian mempersilahkan uwaknya Agus untuk duduk.


"Maaf waktu kamu sakit, uwak gak sempat nengok, soalnya waktu itu uwak lg panen terus langsung garap sawah."


"Gak papa, wak." Ucap Ima sambil tersenyum.


"Kamu makin cantik aja, perasaan uwak gak berubah dari dulu, muda terus." kekeh uwak yuyun sambil menepuk tangan Ima, "kalian rujuk lagi?" tanya nya kemudian. membuat Ima diam. gelagapan.


"Baru rencana wak, do'a in aja." sahut Agus sambil tersenyum sementara Ima melotot tajam ke Arah Agus.


"Pasti, uwak do'a in, lagian mending rujuk, kasian anak anak, mereka butuh orang tua yang lengkap," senyum ramah tak lepas dari sosok paruh baya, sementara Ima tersenyum kecut. "Oh ya, salam aja buat anak anakmu, jangan lupa nanti kalian maen ke saung uwak ya, biar nanti uwak bikin pepes ikan," wak yuyun memeluk Ima kemudian pamit pergi nemuin sodara yang lainnya.


"InsyaAllah wak," ucap Ima sambil tersenyum, setelah uwak pergi Ima menatap tajam Agus.


"Maksudnya apa berkata begitu ke uwak?" tanya nya.


"Kata yang mana?" Agus pura-pura gak paham.


"Itu tadi mengatakan mau rujuk."


"Oooh... "


"Kok oh." Tatapan Ima semakin tajam.


"Emang mesti gimana lagi, ma, atau mau sekalian sekarang? hayu atuh Aamah siap aja, " Agus terkekeh melihat mata Ima yang semakin tajam.


Ketika Ima akan berkata, Tiba-tiba MC memanggilnya untuk datang ke panggung.


"Teh Ima, ini permintaan mempelai wanita katanya mau di hibur dengan sebuah lagu." Ima menengok ke arah pelaminan, nampak Inayah melambaikan tangan memanggilnya. mau tak mau ia berjalan ke arah panggung.


menerima mic dari MC.


"Baiklah sebagai pakaulan aku mau nyanyi, tapi mau di temani sama Linda dan Rika," Ucap ima sambil tersenyum melambaikan tangan ke arah Linda dan Rika.


Ima menyanyikan lagu dangdut milik Rhoma Irama berjudul "Gala gala", di temani Rika dan Linda yang berjoget, tepuk tangan dan teriakan penonton menambah meriahnya acara, tak lupa para pendekar joged menyawer mereka yang berada diatas panggung.


Lagu kedua Ima menyanyikan lagu " BENCI", ia menyanyikan lagu tersebut dengan penghayatan hingga mampu menghipnotis semuanya yang ada di tempat tersebut.

__ADS_1


Sedang Agus yang masih duduk di tempat nya tadi merasa tersentil ginjalnya dengan lirik lagu tersebut. ia termenung sampai gak sadar Ima telah selesai menyanyikan lagu benci tersebut, yang langsung di sambut tepuk tangan yang meriah.


Setelah selesai menyanyi Ima turun dari panggung lalu menghampiri pengantin dengan maksud untuk berpamitan pulang.


__ADS_2