IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 68


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


Pov Author


Sinar matahari mulai bergeser ke sebelah barat menandakan hari telah menjelang sore, dan sebentar lagi senja akan datang dengan segala keindahannya.


Di sebuah cafe yang terletak di jalan yang cukup rame dengan kendaraan yang berlalu lalang, seorang pria nampak duduk termenung di sebuah meja yang terletak di sudut ruangan, wajahnya nampak gelisah seakan sedang menunggu seseorang yang tak datang bahkan tak berkabar. ia nampak memegang hape dan mulai membuka sebuah aplikasi berwarna hijau, kemudian mencari kontak, setelah ketemu ia memencet tombol hijau melakukan panggilan. namun beberapa kali ia menekan tak jua ada jawaban.


"PAda kemana sih, kok gak ada yang jawab." nampak gusar lalu ia berdiri menghampiri seorang wanita yang berseragam, ya wanita itu pelayan cafe.


"Kalau ada yang nyari nanti, tolong suruh menunggu sebentar, dan panggil aku di rooftop!" Ucapnya kepada pelayan tersebut.


"Baik, pak, nanti saya sampaikan." jawab wanita tersebut dengan sikap hormat.


"Jangan lupa layani sebaik-baiknya!" perintah nya lagi. kemudian pergi melalui tangga.


Setelah sampai di rooftop ia berdiri dekat pagar pembatas, sambil kembali melakukan panggilan pada nomor yang sama namun lagi lagi gak ada jawaban.


"Hais... kamu lagi ngapain sih, masa telpon aja gak di jawab-jawab, emang segitu bencinya sama aku?" umpatnya hampir saja ia lemparkan, tapi ia kemudian tersenyum semringah, " kenapa gak kepikiran dari tadi sih, emang ya cinta tuh membuat akal sehatku gak berpungsi." ia terkekeh sendiri lalu memijit nomor yang sedari tadi ia lupakan, tak lama panggilannya ada yang ngangkat.


"Haloo.. Gu--"

__ADS_1


"Kamu di mana kenapa di tunggui kok gak datang datang?" belum sempat yang di telepon menjawab, Agus sudah menyambar duluan dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


Ya pria tersebut adalah Agus, dia sedang menunggu Ima dan Linda yang sudah janjian untuk bertemu di cafe miliknya untuk membicarakan tentang kelanjutan kerja sama, tapi baik ima maupun Linda tak kunjung datang, bahkan berkali-kali ia menghubungi nomor ima, gak diangkat, begitu ia menghubungi nomor Linda ia cecar dengan pertanyaan seakan mengeluarkan rasa gusarnya.


"Maaf, gus, kita gak jadi datang ke sana, maaf juga aku gak sempat memberi tahu kamu." jawab Linda di seberang telpon.


"Kenapa, apa ima menolak untuk bertemu aku?"


"Bukan begitu, Gus, Reyna sakit, saat ini aku dan ima lagi di rumah sakit."


"Apa.. ??" teriak Agus membuat Linda menjauhkan telpon dari telinganya.


"Anakku sakit, tapi gak ada yang ngasih tahu aku, tolong lin sebutkan rumah sakit mana dan ruangan apa, biar aku nyusul kesana."


Tak sampai 15 menit, Agus tiba di parkiran rumah sakit, ia setengah berlari turun dari mobil masuk ke ruang UGD dan mendapati Linda tengah berdiri di pintu masuk.


"Reyna sakit apa, kenapa gak memberi tahu aku?" tanya nya begitu sampai di hadapan Linda.


"Reyna muntaber, dia di dalam baru di periksa dokter." jawab Linda sambil menunjuk ke dalam, "gimana bisa ngasih tahu kamu, aku dan ima panik tadi." Ucap Linda kemudian duduk di bangku yang ada di ruang tunggu.


"Kok bisa, memang habis makan apa, mama nya mana?" Agus melongokan kepala nya ke dalam.


"Gak tahu, dia tadi pulang sekolah, mungkin jajanan di sekolah," Ucap Linda sambil menghela napas panjang.

__ADS_1


"Terus sekarang gimana keadaannya?" tanya Agus cemas.


"Tadi sih masih di periksa, coba aja lihat ke sana!" ujar Linda ia lalu berdiri dan berjalan menuju pintu IGD, kemudian mendorongnya pelan tapi belum sempat masuk seorang satpam menghampiri.


"Ibu, mau kemana?" tanya nya.


"Mau masuk, pak, lihat keponakan di dalam." jawab Linda sambil menunjukkan satu ruangan yang tadi di masuki Reyna.


"Gak bisa masuk bu, jadi tunggu di luar aja!" ucap satpam tersebut sambil menghalangi Linda.


"Pak satpam, anak saya di rawat di dalam saya mau melihat nya, masa gak boleh." Agus yang dari tadi diam akhirnya menghampiri mereka.


"Iya nanti aja, kalo sudah masuk ruang rawat inap, pak!" ucap satpam masih berdiri menghalangi pintu.


"Sebentar aja pak, kasian juga mama nya butuh dukungan, janji gak lama." Agus memohon sambil menangkup kan kedua tangan nya, akhirnya satpam mengizinkan, cuma sebentar katanya. Agus dan Linda pun akhirnya masuk.


"Gimana keadaannya sekarang?" tanya Agus ketika sampai di ruangan Reyna, sementara ima kaget begitu Agus ada di hadapan nya.


"Tadi aku yang memberi tahu, waktu nelpon, menanyakan pertemuan yang sudah kemarin aku sampai kan sama kamu." ucap Linda yang paham dengan muka ima, yang diangguki Agus kemudian menanyakan kembali keadaan Reyna.


"Sebentar lagi mau di pindahkan ke ruang rawat, Reyna harus di rawat sebab terlalu banyak cairan yang di keluarkan, takutnya dehidrasi." jawab Ima pelan sambil membetulkan selimut Reyna.


Tak lama dua orang suster masuk menghampiri, memberi tahu bahwa Reyna akan di pindahkan.

__ADS_1


__ADS_2