IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 32


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


Sebuah mobil pickup yang membawa barang berhenti di halaman rumah Iqlima.


2 orang pria turun lalu mengetuk pintu.


Tok


tok


tok


"Assalamu'alaikum, "


Beberapa kali mengucap salam tapi gak ada yang menjawab.


"Gak ada orang, " Ucap nya memberi tahu rekannya.


"Coba sekali lagi, yang keras! " suruh rekannya.


"Assalamu'alaikum, permisi! "


"Waalaikum salam, "


Cek lek, pintu terbuka dan muncul ima yang masih mengenakan mukenanya, rupanya ia tadi lagi sholat.


"Dengan siapa? maaf barusan aku lagi sholat, " Ucap Ima sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Iya teh, gak papa, ini aku di suruh Aa Agus nganterin barang, " orang tadi mengatakan maksudnya sambil membungkukan badan.

__ADS_1


"Oh, A Agus nya kemana? " tanya ima


"Mungkin masih di jalan, " sahut pria itu sambil berjalan kembali ke mobilnya untuk menurunkan barang barang yang ada di mobil.


Ima masuk ke rumah tak lama datang membawa air minum dan aneka camilan.


"Teh, ini barangnya di sini atau langsung di masukin ke rumah? " tanya salah seorang pria tersebut sementara rekannya hanya mengangguk.


"Langsung masukan ke ruang tengah aja, pak! " Sahut Ima sambil membuka pintu lebar, ia khawatir Agus masih lama dan keburu hujan.


"Iya di situ aja, " lanjutnya sambil menunjukkan tempat yang lumayan luas.


"Setelah selesai semua barang di mobil pindah ke dalam rumah, ima mempersilahkan tamunya untuk mencicipi makanan dan camilan yang dia suguhkan tadi. tanpa di tawari 2 kali merekapun menikmatinya. setelah cukup beristirahat mereka pamit.


"Sebentar pak, ongkos nya udah di bayar belum? " tanya Ima.


"Sudah teh, tadi di kasih sama si Aa nya, " jawab si bapak nya.


"Sama-sama teh, mari assalamu'alaikum, "


"Waalaikum salam, "


Setelah kepergian mereka, ima termenung sambil menatap semua barang yang tadi di antarkan, sebab barang nya belum ada semua, perasaan heran sempat memenuhi pikiran, tapi ia berusaha untuk positif thinking.


'Mungkin nanti bareng sama si Aa," gumamnya.


Hingga tak berapa lama yang di tunggu tiba.


Raka turun duluan di ikuti adeknya sambil membawa tas berisi baju masing-masing. Agus turun belakangan setelah kedua anak nya nampak dia membawa kantong kresek.


"Assalamu'alaikum,"

__ADS_1


Raka yang lebih dulu dekat dengan mama nya mengucapkan salam sambil mencium tangan lalu kedua pipi mama nya di ikuti Reyna.


"Waalaikum salam,"


"Ini tadi beli makanan buat makan malam, biar gak usah masak," Agus mengulurkan tangan memberikan kantong makanan yang dia beli tadi, ima membawanya ke dalam dan meletakkan di atas meja.


"Koq lama ya?" Ucapnya ima sambil melirik suaminya.


"Apa nya yang lama?" tanya Agus sambil mengerutkan alisnya.


"Mobil yang tadi," jawab Ima


"Emang mau ngapain lagi, kan udah di bayar," Ucap Agus heran.


"Ini perabotan kan belum semuanya," ucap ima sambil menunjukkan barang-barang yang masih teronggok di sana belum sempat ima beresin, "kulkas sama mesin cuci pun belum kebawa," lanjutnya. sementara Agus nampak gugup dia masih bingung mau bilang apa.


"Kulkas dan mesin cuci kan di minta nenek ma, kasur kaka juga," Raka berjalan mendekati mama nya, "padahal kan itu masih baru," lalu duduk lesu di samping mama nya.


"Kamu tenang aja, nanti semuanya aku ganti! emang berapa sih harganya, aku beli 3 sekalian!" Agus bukannya minta maaf malah bikin Ima tambah emosi.


"Kamu selalu menilai semua itu dengan uang, tanpa bisa menghargai sesuatu dengan nilai juang. kamu tahu kan gimana aku mengumpulkan seperak dua perak agar bisa memiliki nya? memang bagimu itu tak seberapa tapi bagiku adalah sesuatu banget, lalu setelah aku miliki dengan keringat aku sendiri, kamu seenaknya ngasih cuma cuma karena ibumu yang minta, kamu mikir gak sih, tolong! hargai aku sedikit saja, aku tak pernah minta apa pun darimu, cuma minta di hargai, di anggap ada, apa kamu bisa?" dada ima turun naik karena menahan luapan emosi nya.sementara Agus hanya terdiam. kemudian bangun dari duduknya dan berkata.


"Sudahlah ma, besok aku ganti sama yang baru dan lebih mahal dari punya mu itu! sekarang aku mau istirahat capek, datang bukannya di suguhi minum malah yang ada nambah capek,dan bikin setres!" Agus pergi meninggalkan ima dan anak-anak nya.


'Barang jelek aja bikin emosi," gerutunya sambil menendang kursi yang tadi ia duduki.


Ima yang melihat dan mendengar sikap Agus bertambah emosi.


"Oke... kamu yang mulai, lihat aja nanti, lo jual gue beli,' Ancam ima dalam hati sambil mengepalkan tangannya, saking emosinya hingga jari jarinya sampai putih pucat.


TAHAN EMOSI YA GAES!

__ADS_1


KITA LANJUT NANTI TINGGAL KAN JEJAK LIKE KOMEN JUGA GIFT, BIAR OTHOR SEMANGAT BUAT UP ❤❤❤


__ADS_2