IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 63


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


'Akh suara itu, masih tetap seperti dulu, Perlahan Ima beranjak dari tempat nya berdiri tadi, pas ngintip orang yang sedang bernyanyi bersama Raka anak sulung nya, Ima melangkah kan kakinya menuju kamar, kemudian ia duduk termenung di dekat jendela kamar, tempat favouritenya.


Ima teringat pas pertama berkenalan dengan, lelaki tersebut, gak ada kesan sama sekali, biasa saja menurutnya.


Tapi waktu ia diajak ke cafe oleh temen temen nya, ia melihat sosok cowok tersebut berada di panggung kecil di sudut cafe sedang bermain musik, dia pegang gitar dan mulai memetiknya, dan di situlah pertama kali Ima mulai menyukai cowok itu, saat itu Ima baru kelas 10.suaranya yang merdu bikin Ima terpesona. tapi sebatas kagum gak lebih.


Gak ada kesan apa pun,karena mereka sebatas tahu dan kenal tapi gak pernah dekat, bahkan jika bertemu pun tak pernah bertegur sapa, hanya saling mengangguk dan tersenyum,sudah itu saja. apalagi sejak itu ia tak pernah bertemu lagi dengan cowok tersebut, karena yang dia dengar, cowok itu meneruskan kuliah sambil kerja di lain kota.


Hingga suatu hari dia bertemu lagi ketika ia sudah kelas 12,dia bertemu di lapang bola saat Ima dan ke lima sahabat nya bermain, ia datang dengan sepupunya Juna yang membawa dia maen lalu mereka berkenalan untuk kedua kalinya, kelima sahabat nya gak pernah tahu kalau Ima pernah satu sekolahan, bahkan sama sahabatnya Ima juga gak satu sekolahan. kecuali di SD sampai SMP.


Rendy sekolah di kota lain, begitu juga Adji, sedang Juna dia meneruskan sekolah nya di SMK, sedang Linda meneruskan ke KUA alias nikah, karena di jodohkan oleh orang tuanya. Tapi pernikahannya gak berlangsung lama, ketika Linda lagi hamil tua, suaminya meninggal karena kecelakaan, Linda menikah lagi namun nasib sama menimpanya kembali, suaminya kembali meninggal dan ia menjanda untuk kedua kalinya, menjanda di usia muda bahkan temen masih ada yang belum nikah. sampai ia bertemu kang Rusli dan menikah sampai saat ini.


Ima masih termenung hingga ia di kejutkan oleh suara ketukan kaca jendela, ketika ia menoleh ia melihat pria yang tadi nyanyi lagi tersenyum, Ima memalingkan wajah nya saat pria tersebut menyuruh membuka jendela tersebut, Ima menggeleng tanda menolak, pria tersebut tak putus asa ia mengeluarkan ponselnya, yang tak lama hp Ima pun menyala. Ima hanya meliriknya lantas abaikan sampa orang yang di luar menyuruh u tuk mengangkatnya, baru lah Ima menjawab telpon tersebut.


[ Hai... belom tidur? ]


[ sudah! ] Ima menjawab malas.


[ Sudah tidur kok bisa jawab, ] penelpon terkekeh.


[ Kalo sudah tahu, kenapa nanya? ] jawab Ima masih dengan suara ketusnya.


[ Emang gak boleh nanya? ]


[ Nggak! ]


[ Ya sudah kalo gitu, maaf ganggu, selamat malam. ] telpon pun terputus membuat Ima bengong. kemudian melirik orang yang menelpon masih berdiri di depan jendela sambil tersenyum lalu membalikan tubuhnya dan pergi.


Ima masih terpaku di depan jendela. 'hanya itu? ' monolog nya, tak lama pesan masuk ke HP nya. Ima lantas membukanya.


Jangan bengong terus, tutup tirai jendela nya cepet tidur, besok ku jemput!


Huuff... Ima menarik napas panjang lalu menghembuskan nya, "tuh orang maunya apa sih gak jelas banget kayak abg labil." gerutu Ima lalu menutup tirai jendela, ia beranjak ke ranjang kemudian membaringkan tubuhnya, tapi sekian lama mata nya tak juga mau terpejam, berbagai posisi ia terus gelisah.


"Haiis.. kenapa sih gak ngantuk juga," Ima terus menggerutu kesal sendiri, akhirnya ia mengambil hape dan membuka aplikasi novel online, ia membaca sebuah novel yang selama ini slalu dia baca, kalo membaca siapa tahu kantuk cepat datang, pikirnya, tapi jam sudah menunjukan angka 00.15 kantuk belum juga datang, sebuah pesan masuk. Ima abaikan hingga datang pesan berikutnya masih ia abaikan. akhirnya di buka ketika spam chat masuk.


πŸ‘¨β€πŸ¦± kok masih on.


πŸ‘¨β€πŸ¦± Tidur gih!

__ADS_1


πŸ‘¨β€πŸ¦± Gak bisa tidur ya? sama


πŸ‘¨β€πŸ¦± Ima..


πŸ‘¨β€πŸ¦± Sayang


πŸ‘¨β€πŸ¦± Kangen ya ...


πŸ‘¨β€πŸ¦± Besok kan ketemu lagi


πŸ‘¨β€πŸ¦± Ima ❀❀❀❀❀


πŸ‘©β€πŸ¦° Gimana bisa tidur notip lo gangguin terus, sebel.


Ima langsung mematikan hape-nya kemudian memeluk guling dan mencoba kembali memejamkan mata.


*****


Tok


Tok


Tok


"Astaghfirullah aladziim, iya.. sebentar!" Ima bangun lalu berjalan ke pintu untuk membukanya, karena Reyna masih menggedor pintu sambil memanggilnya.


Cek lek


pintu terbuka "Maaf, mama kesiangan," Ima kembali ke dalam di ikuti Reyna.


"Itu ada ayah, mau jemput mama dan wak Linda katanya," ucap Reyna sambil duduk di kursi meja rias mama nya. membuat Ima kaget. "Emangnya mama mau ke mana kok bareng ayah?" tanya Reyna keheranan.


"Mau ke rumah Om Juna lagi, mama mau mandi dulu, bilangin sama ayah, gak usah nungguin, mama bisa pergi sendiri, adek mau sekolah kan? pergi gih, gak usah nunggu mama sarapan." Ima menyodorkan tangannya biar Reyna bisa salim sebelum ia mandi.


'Gegara semalam susah tidur jadi weh kesiangan.' Gerutu Ima sambil melepaskan seluruh pakaiannya terus mandi dan gosok gigi.


Ima keluar sudah berpakaian rapi, ia menuju ke dapur membuat kopi untuk sarapan nya, kemudian membawanya ke meja makan di buka nya tempat roti, ia sarapan dengan santainya, sampai di kejutkan sama suara Linda.


"Astaghfirullah, nyantai banget ternyata, gue yang nungguin dari tadi sampai lumutan," Linda berkacak pinggang sambil geleng-geleng kepala. lalu duduk di depan Ima dan meraih kopi Ima lalu di minumnya.


"Eh, punya gue, gak sopan lo kalo mau bikin, noh!" protes nya langsung menggeser kan gelas kopinya dari hadapan Linda.


"Pelit banget, ini dah siang kalo bikin kelamaan, si Juna dari tadi udah nelponan, hape lo katanya gak aktif, tuh si Agus dari tadi nungguin jemput lo." Ucap Linda sambil kembali mau meraih gelas kopi Ima, tapi Ima menepis nya.

__ADS_1


"Gue kesiangan, semalam gak bisa tidur." Ucap Ima, "lagian kenapa gak berangkat sendiri, gak usah nungguin gue." lanjutnya kemudian meminum kopi nya sampai tandas.


"Gue juga tadinya mau gitu, tapi di cegah sama Aa Agus mu itu, biar barengan katanya." Linda berdiri dekat meja memperhatikan Ima yang lagi nyuci gelas bekas kopinya.


"Ya sudah hayu atuh." Ima mengelap tangannya lalu pergi keluar di ikuti Linda.


"Kaka, mama pergi dulu ya, hati hati di rumah, kalo kak Rosa sibuk, bantuin ya!" Ima menatap Raka yang lagi duduk menemani ayahnya.


"Iya ma," Raka meraih tangan mama nya kemudian ke ayahnya.


"Ayah juga pergi ya," Agus mengusap kepala Raka dengan lembut. "Ayo!" Agus menekan remot dan membuka pintu mobil untuk Ima yang sedang pamit ke Rosa dan alifa.


Ima naik ke mobil dengan duduk di depan karena bagian belakang sudah di masuki oleh Linda yang dengan jahilnya pintu nya di kunci, jadi Ima gak bisa buka, dasar Linda. 😁


Gak sampe sepuluh menit mereka sampai.


sudah banyak orang berlalu lalang dengan kesibukannya masing-masing.


Ima dan Linda langsung masuk karena baru juga mobil berhenti, namanya sudah teriaki Ana dari teras yang lagi berdiri dengan Rika.


"Gak usah teriak, berisik!" Ima memukul bokong Ana.


"Habis, teteh mani lama, di tungguin teh Rika dari tadi, " Anna nyengir.


"Ngapain nunggu, kangen ya?" tanya Ima sambil melirik Rika sementara yang di lirik hanya mencebik.


Akhirnya mereka masuk dan mulai dengan pekerjaannya sambil bercanda saling mengolok sambil tertawa gembira.


"Teh, gimana rasanya ketemu mantan?" Bisik Ana tapi semua yang ada di situ mendengarnya.


"He'eh, barengan terus lagi, sampe di tungguin gitu," Linda terkikik geli saat Ima mendelik sambil melemparnya dengan gulungan tisu.


"Hah, serius di tungguin gitu?" Rika menyenggol paha Ima dengan lututnya sambil mengedip ngedipkan matanya.


"Kenapa lo? kayak orang cacingan aja?" Ucap Ima berlagak cuex.


"Cie cie... mukanya merah, ahe... " Rika terus aja meledek Ima sementara Ana dan Linda tertawa terbahak bahak, sampek jadi pusat perhatian yang lainnya.


"Sudah... kalo kalian mau tahu rasanya, sini gue bilangin," Ima melambaikan tangannya biar mereka mendekat, mereka pun pada mencondongkan mukanya mendekati Ima.


"KEPPOO.. " Ima menyentil kening Rika Ana dan Linda lalu tertawa puas, Ia bangkit kemudian berlari.


"Eh, mau kemana?" tanya mereka serempak.

__ADS_1


Ima berlari ke belakang, menuju kamar mandi, hampir saja ia menubruk orang yang dia lewati, setelah tiba langsung di bukanya pintu kamar mandi.


__ADS_2