
🌺🌺🌺
Happy Reading
Sudah tiga hari Kevin, di rumah Ima, selama itu pula ia keliatan sangat senang, terlihat dengan wajahnya yang slalu ceria, seperti malam itu sehabis sholat maghrib ia duduk di gazebo sambil membuka buku pelajaran nya.
"Gimana, Vin, kamu betah tinggal di sini?" Ucap Raka sambil duduk si depan Kevin.
"Alhamdulillah kak, Kevin seneng banget, malah merasa ingin selama nya tinggal di sini, habis di sini rame, apalagi di sini orang nya pada baek." Kevin terkekeh.
"Ya udah, kalo kamu mau tinggal aja di sini," Raka dan Kevin kompak tertawa.
"Lagi pada ngomongin apa, keliatan nya asek banget," Ima tiba-tiba nyamperin di ikuti Reyna.
"Ini ma, kevin katanya betah di sini, jadi tadi bilang mau tinggal di sini selamanya," kekeh Raka, "kalo kaka sih senang aja, jadi ada temen kalo lagi badmood,"
"Enggak tan, aku hanya bercanda, kalo aku tinggal di sini, kasian papa gak ada temennya," Ucap Kevin malu malu, ia menundukan wajah nya.
"kalo mau nginep, tante sih gak papa kalo kevin suka di sini, tapi izin dulu sama papa nya," Ima tersenyum hangat menatap anak anaknya, 'Apa aku ikutin saran Linda aja ya buat nerima lamaran juna," Pikiran Ima jadi teringat sama ucapan Linda. "Ah, gak gak... " Ima mengeleng gelengkan kepala.
"Mama, kenapa sakit kepala ya," Ucap Reyna melihat mamanya yang menggelengkan kepala terus.
"Iya sayang kepala mama mendadak pusing," jawab Ima gugup.
"Biar gak pusing kita nge bakso aja yuk mah, tuh kebetulan lewat," Ajak Raka yang di iyain sama kevin dan Reyna.
"Mang beli..!" panggil Raka yang di angguki si mamang bakso kemudian masuk dan berhenti depan toko roti.
Ima memanggil Rossa dan Linda juga Inayah yang kebetulan lagi jaga toko, dan malam itu mereka menikmati bakso dengan suka cita.
"Kalian kompak banget ya, sudah pantas jadi sodara," Linda berucap sambil tersenyum ke arah Ima dan anak-anak nya termasuk kevin, seperti keluarga komplit!" selorohnya, kevin dan Raka tersenyum, sementara Ima melotot ke arah Linda yang malah tersenyum sambil mengedipkan matanya.
"Eh,vin.. kamu mau gak punya ibu tiri kaya tante Ima," lanjutnya tanpa berdosa sama sekali.
"Maksudnya, tante Ima jadi mama nya kevin? trus Raka sama Reyna jadi sodara, begitu?" tanya Kevin sambil menatap Linda yang kemudian mengangguk meng iyakannya.
"Aku mau tante, tapi kan itu berarti, papa harus nikah dulu sama tante Ima, memangnya tante Ima mau jadi istri papa?" Kevin beralih menatap Ima yang mendadak gelagapan dengan pertanyaan kevin barusan, Ima melirik Linda, sementara yang di lirik cuek bebek, bikin kesel. apalagi saat Raka dan Reyna sama-sama menatap nya seakan menanti kan jawaban Ima.
"Kalian sudah makannya, kalo sudah, masuk ya trus lanjutkan belajar nya di dalam,jangan lupa sebelum tidur sholat isya dulu!" Ima mengalihkan pembicaraan nya.
"Elo tuh kebiasaan kalo ngomong asal nyablak," Setelah anak anaknya masuk, Iqlima nonjok Linda sementara ara yang di tonjok malah ketawa terpingkal pingkal.
"Seneng banget kayaknya ngerjain orang."
Â
"Ma, sore nanti ayah mau ke sini menjemput kita," waktu sarapan Raka tiba-tiba bilang bahwa ayahnya mau menjemputnya.
"Memang, mau kemana kak?"
__ADS_1
"Ngajak nginep, ma." jawab Reyna. yang di tanggapi dengan kata oh eh Ima.
Sore nya Raka dan Reyna sudah bersiap nungguin.
"Mau pada kemana nih udah pada cakep aja," kang Rusli yang baru datang langsung bertanya sama Raka dan adiknya yang sedang menunggu ayahnya buat jemput mereka.
"Nungguin ayah, mang, mau jemput, ayah ngajak nginep di rumahnya." Jawab Raka.
"Ooh, padahal adinya mamang mau ngajak ke pasar malam nanti malam, mungpung gak hujan," Ucap kang Rusli.
"Yeah, mamang tapi kan kaka dah janji, lain kali aja ya mang!" Ucap Raka.
"Kakak, adek masuk dulu sholat ashar dulu, nanti jemputan keburu datang!" Ima berteriak dari dalam memanggil kedua anaknya.
Tak lama Agus datang. setelah beberapa lama tak menginjakan kaki di rumah yang dulu ia tempati bersama keluarga kecilnya, ia merasa pangling dan kagum atas pencapaian yang ima raih saat ini.
"Eh, Gus, jemput anak anak ya," tegur Linda yang baru keluar bareng kang Rusli dari arah dalam.
"Iya kang, lin, apa kabar?" Agus menyalami linda dan Rusli, " mama nya anak anak mana? aku mau pamit, izin mau ngajak anak anak nginep,"
"Alhamdulillah, kami baik, lo juga apa kabar? makin ganteng aja, ima ada di dalam masuk aja!" Ucap Linda.
"Aku baik juga, lin, emang gak papa aku masuk?" tanya nya ragu. setelah itu Agus berjalan mendekati pintu masuk kemudian mengetuk nya.
Tok
Tok
"Ima... "
"A' Agus... "
Barengan saling memanggil. yang kemudian Ima segera tersadar ia mempersilahkan Agus untuk masuk dan duduk.
"Sebentar aku panggil anak anak dulu," Ucapnya lalu masuk ke dalam dan terdengar memanggil kedua anaknya.
Ima kembali membawa nampan yang berisi segelas air dan sepiring kecil cemilan.
"Silahkan di minum, anak anak lagi sholat dulu," ucapnya sambil duduk di depan Agus, ada sedikit rasa gugup dan kikuk.
"Makasih, kamu apa kabar?" tanya Agus terdengar agak canggung.
"Alhamdulillah, kamu?"
"Seperti yang kamu lihat, aku juga baik." jawab Agus yang di angguki oleh Ima.
"Kamu tunggu aja, sebentar lagi mereka keluar, aku permisi," Ima hendak bangkit dari tempat duduknya tapi di tahan oleh Agus.
"Sebentar im, aku minta maaf atas kejadian wak---"
__ADS_1
"Gak papa, aku sudah lupa, permisi." Ima meneruskan langkah untuk masuk, tak memberi kesempatan Agus untuk bicara lebih banyak, tak lama Raka dan Reyna datang.
"Ayah, kita berangkat sekarang?" Tanya Reyna dengan riang.
"Iya, ayo... pamit dulu sama mama!"
"Ma... Aku berangkat dulu" teriak Reyna.
"Iya, hati hati!" jawab Ima dari dalam.
Agus menunggu Ima keluar untuk pamitan tapi Ima gak keluar lagi, akhirnya dengan lesu ia mengajak kedua anaknya pergi, dengan perasaan campur aduk, ia sengaja menjemput anaknya agar ia bisa leluasa bicara dan minta maaf sama Ima, bahkan sedikit berharap untuk kembali meraih hatinya dan mengajak Ima untuk kembali merajut asa, sayang yang di harapkan hanya angan belakang, sebab sang mantan terlihat enggan bahkan untuk sekedar bersapa pun keliatan terpaksa.
Setelah kepergian Agus baru lah Ima keluar, menuju tokonya untuk menjaga bersama Linda.
"Gimana perasaannya setelah ketemu mantan," Sindir Linda.
"B aja,"
"Yakin? apa gak ada kerenyed kerenyed gitu?"
"Kenapa lo jadi kepoan begini?" Ucap Ima.
"Iya ya, aku juga sedikit mengheran kenapa jadi gini ya," Linda malah balik menggoda ima.
"Lo tuh udah kayak istri kurang jatah, tahu! ima balas meledek Linda.
" Emang elo tahu apa itu jatah?"
" Sialan lo!" Ima melempari Linda dengan gulungan tisu.
"Im, si Agus makin ganteng ya."
"Wangi lagi,"
"Im, lo pasti makin bingung ya."
"Im, mobil Agus baru loh, keren lagi, warna nya putih, seperti warna kesukaan, lo."
"Im, Imaaaaa...... " teriak Linda membuat Ima menutup kedua telinganya sampai terlonjak kaget.
"Elo tuh ngagetin aja, untung ni kuping buatan Alloh, coba kalo buatan china."
"Habisnya gue ngomong banyak banyak dari tadi, eeh.....malah di kacangin." protes Linda.
"Omongan mu GAK JELAS! " semprot Ima.
"Busyet dah, ampe nyembur gini," Linda menjauhkan mukanya dari Ima.
"BIARIN! "
__ADS_1