IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 65


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


Setelah turun dari pelaminan, Ima menemui Linda dan beberapa teman dan sahabat nya untuk pamit pulang.


"Buru-buru amat sih, Im, kita masih kangen loh, gak tiap hari juga ketemunya," Ucap salah seorang temennya dan di iyakan sama yang lain.


"Iya nih, udah nanti aja."


"Aduh, sorry banget gaes, gue ada keperluan, lain kali janji kita ketemu lagi atau gimana kalo kita adakan reuni, gue pasti usahakan datang, ya sekarang aku pamit." Ima menyalami semua teme nya sambil cipika cipiki.


"Lo mau ikut pulang sekarang atau gimana, Lin?" Tanya Ima.


"Sekarang aja lah, bareng." Linda pun pamit sama yang lain, lalu mereka melangkah keluar setelah sebelumnya Ima menghubungi kedua anaknya dan menunggu di parkiran.


Tak lama setelah Raka dan Reyna mereka pun langsung masuk ke dalam mobil, Ima menyuruh Raka untuk mengemudi sementara ia dan Linda duduk di belakang.


"Kita ngebakso dulu yuk, kepala pusing nih kali aja di kasih yang pedes bisa cenghar." Ucap Ima, tentu saja ajakannya di sa. but ge. bira oleh Linda dan Reyna.


"Eh Lin, si Rosa mana? lupa tadi gak di ajak bareng."


"Biarin lah dia mah masih betah, kan banyak temennya juga yang datang, paling nanti balik bareng suaminya." jawaban Linda di angguki oleh Ima.


"Nge-baso nya di mana mah?" Tanya Raka Sambil sekilas melirik mama nya lewat kaca spion yang tergantung didepan nya.


"Terserah lah, yang penting buat mama yang nyaman aja, gak terlalu rame trus ada lesehannya, basonya enak." Ucap Ima.


"Itu mah bukan terserah, tapi permintaan yang banyak," Cebik Linda, Raka hanya tersenyum sementara Ima tertawa.


Raka terus menjalankan mobilnya, kemudian berhenti di sebuah kedai baso yang lumayan rame, tapi nyaman dan di belakang ada saung saung yang ada kolam di bawahnya, mereka memilih saung yang rada kecil tapi berada di tengah kolam, angin berhembus menyejukan.


"Ini cocok untuk pasangan ya, biar romantis romantisan." Celetuk Linda sambil terkekeh.


"Lo telpon aja, kang Rusli biar kesini, nanti kita pindah ke saung sebelah." Canda Ima.


"Iya ah, aku telpon untuk ayank biar sekalian ngajakin bebeb Agus." Linda ngutak ngatik telponnya untuk menghubungi suaminya.

__ADS_1


"Sok bae, ari geus bosen kerja mah." Ancam Ima sambil mendelik ke arah Linda, sementara yang di ancam terkekeh jahil. saat Ima mau melanjutkan omongannya tiba-tiba Reyna berseru riang.


"Itu ayah, ma.. Ayaahh." Reyna berteriak lalu melambaikan tangan kearah ayahnya yang tersenyum semringah, menghampiri, sementara Ima hanya menepuk keningnya.


"Ternyata jodoh gak akan kemana saat ini dunia begitu sempit, im, dimana mana ada Agus," Bisik Linda sambil menyenggol bahu Ima,


"gak di telpon juga udah filling aja, sehati kamu udah sikat aja biar ada yang bayar sekalian semuanya pesen."


Sementara itu Agus yang di panggil Reyna, tersenyum riang seakan mendapatkan jackpot, kemudian menghampiri.


"Ternyata kalian juga ke sini?" sapanya kemudia duduk dekat Reyna berhadapan de gan Ima, sementara Ima membuang pandangannya dengan malas, tak lama keluarga Agus yang lain nya pun datang dan memilih saung yang berdampingan hanya di batasi dengan dinding dari bambu sebatas paha.


"loh kalian juga... " Bu Asih tersenyum lebar melihat kedua cucunya disini, ia menyapa Ima dan Linda.


Di sana juga ada Alana dan kedua anaknya, hanya lintang yang tak kelihatan, dan ini adalah pertemuan pertama Ima dengan seluruh keluarga mantan suaminya.


Dengan sedikit malas ia pun menyapa kedua mantan mertuanya menyalaminya, begitu pun dengan Alana.


"Apa kabar teh?" Alana tersenyum lalu memeluk Ima.


"Alhamdulillah aku baik, lan." Ucap Ima membalas pelukan Alana kemudian menyalami Renata dan Rengga.


"wawa" jawabnya pendek sambil menunduk malu. sementara Renata menyalami Ima sambil tersenyum. kemudian menghampiri Reyna dan Raka dan ngobrol bertiga.


"Sudah pesen belum?" tanya bu Asih yang di jawab sudah oleh Linda.


"Lintang mana, Lan, kok gak bareng?" tanya Ima.


"Sudah pulang tadi, katanya sih mau lanjut beli buat keperluan nikahan dia." jawab Alana.


"Ooh, Lintang mau nikah, kapan?" tanya Ima sedikit terkejut.


"Bulan depan, jangan lupa kamu dan anak-anak datang, ibu pasti seneng, apalagi kalo status kamu sudah kembali jadi menantu ibu lagi." Ibu Asih terkekeh matanya terlihat berbinar. sedang Ima hanya tersenyum kecut.


"InsyaAllah, bu, kalo ada waktu aku datang," Ucap Ima.


"Jangan insyaallah tapi harus, Anak-anak juga kan mau di jadikan pagar ayu dan Raka jadi pagar bagus." Ujar bu Asih sementara Ima tidak menjawab lagi.

__ADS_1


Pelayan datang membawa pesanan Ima dan Linda.


"Duluan bu." Ima mengangguk meminta izin makan duluan. lalu menyantap pesanannya di ikuti kedua anaknya juga Linda. pesanan keluarga bu Asih pun tak lama datang akhirnya mereka menyantap makanannya masing-masing termasuk Agus yang ikut bergabung di meja Ima.


Setelah makanan habis mereka santai sejenak sambil memberi makan ikan yang ada di kolam dengan makanan yang tersisa.


Ima memberi kode pada Linda untuk segera pulang yang di angguki Linda.


"Bu, dan semua maaf ya aku permisi pulang duluan," pamit ina sambil menyalami kedua mantan mertuanya juga yang lain.


"Kenapa buru-buru, Gus anterin mereka jangan biarkan Raka membawa mobil takutnya nanti ada polisi!" Ucap bu Asih.


"Gak usah bu, terimakasih, aku yang bawa koklagian mau mampir dulu ke saudaranya Linda," tolak Ima beralasan.


"Gak papa, ma, aku lagi santai mau kemana dulu juga." Agus menyela pembicaraan Ima dan ibunya.


"Gak usah! yuk anak-anak salim sama nenek dan semuanya!" Ima segera berkata lagi. "Mari pak, bu,, lan." kemudian ia meninggalkan tempat itu tanpa menengok lagi.


"Ma... tunggu!" Agus mengejar Ima, " Biar aku yang bayar semuanya." ucapnya setelah dekat kemudian mengeluarkan uang dari dompetnya setelah petugas kasir menyebutkan totalnya meja Ima dan meja ibunya. Agus keukeuh membayar pesanan Ima, meskipun Ima tadi menolak nya.


Lalu ia menyusul Ima ke parkiran, dan menawarkan ke. bali untuk mengantar mereka pulang.


"Maksudnya apa sih? dari tadi maksa terus, udah ya aku mau pulang," Ima menggeser tubuh Agus yang menghalangi jalannya.


"Iya, kan aku bilang aku mau ngantar kalian pulang." Agus tak bergeming malah meminta kunci mobil pada Raka, tapi Ima merebutnya dan langsung masuk ke dalam mobil, dan menghidupkan mesinnya terus menerus menengok ke belakang, "Kalian mau pulang atau diem disini terus?" tanya nya tak acuh ketika melihat keluarga Agus mendekat.


Linda, Raka dan Reyna cepat tersadar, lalu buru buru masuk sebelum singa betina ngamuk. 🤭


Mobil pun segera berjalan meninggalkan Agus yang sempat terbengong juga keluarga nya.


"Caper mulu, lo kira gue amnesia apa,


Ima terus saja menggerutu gak jelas sepanjang jalan entah kenapa, Linda diam saja tak menanggapi begitu pun kedua anaknya. sampai akhirnya mobil berhenti di dekat mini market.


" Aku mau beli minuman dulu, kalian mau ikut atau tunggu di mobil?" Tanya Ima.


Linda ikut turun sementara Raka dan Reyna menggeleng kelihatan banget ngantuknya.

__ADS_1


Ima masuk ke Hadirmart di ikuti Linda. memilih minuman seger juga camilan dan pembalut, lalu melangkah ke kasir.


'Pantesan uring uringan gak jelas ternyata lagi dapet toh.


__ADS_2