
๐บ๐บ๐บ
Happy Reading
Waktu hampir jam 07
Ima membangunkan suaminya setelah cukup lama tertidur.
"A, bangun kamu gak kerja?" mengguncang bahunya pelan, tapi sama sekali belum ada pergerakan, Agus tetap dengan posisinya, ima terus mengguncang kan bahu dengan agak keras hingga Agus tersentak, lalu membuka mata nya perlahan.
"Sudah siang, emang kamu gak kerja?" Ucapnya lagi.
"Tolong izinin, badanku sakit semua, lagian ini juga gara-gara pacar sialan mu itu," ketua Agus membuat ima mengkerut kan kedua alisnya, heran.
"Maksudmu apa?"
"Iya ini tuh gara gara pacar brengsek mu itu!"
"Pacar, sialan brengsek, aku gak ngerti," Ima tampak kebingungan.
"Halah jangan belagak sok polos deh, ada hubungan apa lo sama si juna, sampe berani berani nya mukulin gue, dasar tak tahu diri, lo juga jadi perempuan murahan banget!" Agus mulai hilang kendali.
"Kamu---" Ima menatap tajam Agus.
"Apa? lo gak usah ngeles deh, gak mungkin dia ngebela lo mati matian kalo emang kalian gak punya hubungan spesial, wajah aja sok suci, tapi terbukti murahan!" sinis Agus
"Bilang sekali lagi, kamu bilang aku apa?" ima menatap tajam Agus.
__ADS_1
"Apa masih kurang jelas, hah! kamu tuh mu ra han."Agus balas menatap tajam ima
Plak
Ima menampar agus dengan tatapan emosi.
Agus memegang pipinya yang di tampar Ima "Kamu kurang a--"
Plak
Ima kembali menampar Agus.
"Jangan samain aku seperti mu, sekarang kamu bangun dan pergi dari sini!" lalu menyentakan tubuh agus agar bangun lalu mendorong nya sedikit kasar sampai keluar dari kamar. "aku muak sama kamu." Ima menjatuhkan tubuhnya setelah Agus keluar, ia menangis sejadinya.
"Dasar istri tak berguna," umpatnya dan kaget ketika melihat Linda sedang terbengong di pintu masuk ruang makan, " Apa lo lihat lihat?" semprot nya membuat Linda kaget, tapi kemudian pergi tanpa bicara.
Agus keluar dari Rumah tapi kemudian masuk lagi setelah ingat mobilnya tak ada sedang dompet pun entah di mana.
Jam sebelas ima keluar dari kamar nya karena perut nya merasa lapar, tampak tak acuh dan lewat begitu saja melihat Agus sedang nonton TV sambil tiduran.
Ima membuka kulkas, ia menyiapkan bahan untuk membuat nasi goreng, ya cuma itu yang yang ia bisa bikin sekarang biar hemat waktu karena perutnya sudah keroncongan. setelah nasi masak, ia juga membuat segelas teh hangat lalu membawanya ke meja makan dan makan dengan santai tanpa menghiraukan Agus yang menghampiri nya ketika mencium aroma harum dari masakan ima.
"Buatku mana?" tanpa malu ia bertanya sedang Ima tampak cuek tak menjawab atau bahkan melihat punya enggak.
"Ma, makanan buatku mana, aku juga lapar nih,"
"Kayak ada yang ngomong siapa ya," Ima tengak tengok sampai ke kolong meja, lalu bangkit sambil membawa piring nasi dan gelasnya sambil berkata, "Setan kali ya, iiihh takut," Ima bergidik lalu berlari menuju kamar.
__ADS_1
Sementara Agus bengong melihat kelakuan Ima.
.................
Sementara di kantor Juna.
"Muka lo kenapa, Jun," Adji yang kebetulan satu kantor terheran lihat wajah sahabat nya tampak lebam.
"Biasa.. belain ayank," kekehnya.
"Ayank ayank, yang ada tuh ayam," gelak Adji sambil menoyor kening Juna.
"Haiis.sia lan lo," Juna hendak meninggal kan Adji ketika HP nya berdering, Linda menghubungi nya.
[ Hallo ada apa lin? ]
Linda, ia menjawab tanpa suara ketika Adji bertanya.
[ Apa, kamu yakin, ya udah pas makan siang kita ketemu ]
Juna menutup telpon nya lalu duduk kembali di depan Adji.
"Kita makan siang bareng, ada yang mau di bahas sama Linda, " ucapnya.
"Tentang?" Tanya Adji
"Nanti aja, oke!" yuk dah waktu nya kerja. semangat! merangkuk bahu Adji dan masuk ke dalam kantor.
__ADS_1
Gaes udah dulu ya udah banyak untuk hari ini, do'a kan biar besok bisa kembali up.
jangan lupa dukungan nya ya like, komen dan gift nya. salam sayang buat semua ๐๐๐