
๐บ๐บ๐บ
Happy Reading
Sesuai dengan waktu yang telah mereka rencanakan sejak awal, hari ini adalah pembukaan R&R Bakery, Ima Linda dan yang lainnya sudah mempersiapkan segala nya sejak pagi tadi, demi lancar nya acara tersebut.
Jam 9 pagi tadi acara di mulai dengan do'a bersama terlebih dahulu.
Dan R&R Bakery resmi di buka, banyak ucapan do'a dan selamat dari sahabat teman dan semua yang hadir di situ, pengunjung lumayan rame mereka memanfaatkan diskonan, khusus hari itu untuk semua jenis kue diskon 20% dan bagi yang belanja di atas 100 rb gratis 1 cup minuman aneka rasa berikut kelipatannya. kebanyakan dari mereka yang memborong adalah emak emak yang terkenal dengan pemburu diskonan, ups maklum maemakmaemak.
#Seperti othor juga pemburu diskonan. ๐คญ
"Alhamdulillah, acara lancar, pengunjung juga banyak." ucap Linda ketika mereka sedang istirahat di gazebo.
"Iya, Alhamdulillah berkat kerjasama kita," ima menghampiri mereka sambil membawa nampan yang di bantu oleh Naya dan Rossa.
"kita makan dulu," lanjut nya.
"Asseekk... "
Ketika sedang asik makan, Tiba-tiba ada mobil berhenti dekat pintu masuk, membuat mereka menoleh saat 2 orang lelaki beda generasi turun dan menghampiri mereka.
"Wah, emang kalo sudah rezeki, gak kan kemana," Ucap nya sambil tersenyum lebar.
"Alhamdulillah... udah rezeki,meski jodoh masih abu abu, sini gabung!" kelakar Linda yang di sambut gelak tawa semua, sementara ima hanya tersenyum kecil.
"Ayo, sini gabung kebetulan tadi bikin tumpeng, ayo kevin jangan malu malu," Ucap ima sambil menggeser duduk nya.
"Iya tante makasih, Raka nya ada tan?" ucap kevin, kedua pria tersebut kevin dan ayahnya, Juna.
"Ada di dalam lagi makan, kalo mau ketemu raka masuk aja, tapi bawa piring makan juga biar makannya bareng Raka," Ima menyosorkan piring yang udah di isi makanan buat Kevin.
"Makasih tante, kalo gitu aku masuk dulu,"
"Iya... yang akur ya,kalian kan se....
.aduh !" Linda menjerit ketika pahanya di pelintir oleh ima, sementara juna hanya tersenyum.
"gaje!" mata ima melotot ke arah Linda yang di balas Linda dengan menjulurkan lidah nya.
"Pak Juna, mau makan juga, sok mangga silahkan!" Euis yang dari tadi melihat juna berdiri di depan gazebo menyikut bahu Linda sambil matanya ngasih kode ke arah Juna.
"Mangga teh, ngiring raos na," Juna duduk berhadapan dengan Linda dan Ima.
"Ayo, jun, cobain masakan calon istri, nih!" Linda menyodorkan piring kosong ke arah juna.
"Kamu apaan sih," Ima menatap Linda tak suka.
"Ya ampun Ima Iqlima khairunnisa, aku bilang kan calon istri, emang lo udah jadi istri ?siapa suaminya, salahku di mana coba, lo tuh ya sensi banget," Linda pura-pura tersinggung dengan wajah terintimidasi nya membuat Ima merasa bersalah.
"Maaf,"
Linda hanya mengangguk. sambil mengedipkan mata ke juna yang di balas juna dengan senyum kecil nya.
Mereka akhirnya makan dengan diam, tak lama ada beberapa pelanggan datang. Rossa dan Naya menghampiri mereka dan melayani nya.
"Oh ya Ima, selamat ya, akhirnya apa yang kamu impi-impikan terlaksana juga," Juna berdiri dan melangkah ke arah mobil nya tak lama ia kembali dengan buket bunga yang indah dan menyodorkan kan nya ke Ima.
"Makasih jun," ucap Ima.
__ADS_1
"Iya, semoga usaha nya semakin sukses."
"Aamiin"
"Jangan ngiri dulu, aku ucapkan selamat juga buat kalian, kalian emang perempuan hebat." Juna menyalami Linda dan yang lainnya.
Mereka semua tersenyum senang.
"Bunganya untukku, mana?" seloroh Linda yang di sambut kembali gelak tawa mereka.
"Nanti, buat kamu mah khusus bunga deposito dari kang Rusli," Juna ke. bali tertawa yang di balas cibiran oleh Linda.
"Sebagai ucapan terimakasih, kamu boleh milih kue yang kamu suka, gratis." Ima akhirnya bisa juga menormalkan kembali hati nya. kemudian menawarkan apa yang juna inginkan sambil berjalan ke arah toko yang di ikuti juna.
"Kalo aku mau yang lain, boleh gak?" Juna terkekeh sambil mengalihkan tatapannya dari etalase ke wajah Ima, sementara yang di tatap kembali gugup, ada sedikit getaran yang menyelinap dari dasar hatinya.
Ima memalingkan wajahnya sambil bertanya.
"Mau yang mana?" Ima menunjuk beberapa macam kue sambil menyebutkan nama nama nya.
"Aku maunya kamu," Juna memepet tubuh Ima sampai terpojok ke meja kasir.
"Jun, malu ih nanti ada orang," Ima menjawab gugup.
"jadi, kalo gak orang mau," godanya.
"Kamu apa apan, ja.. jangan begini ih," Ima mendorong tubuh Juna, tapi yang di dorong tak bergeming.
"Ekhem!
" Aku mau bikin kopi, tuh ada yang pesen, 3 orang," Linda melangkah ke depan mesin pembuat kopi tanpa merasa bersalah, sedang Juna hanya tersenyum kecil melihat kegugupan Ima yang wajahnya merah merona.
"Aku keluar dulu, Lin, sekalian buatin kopi buat aku ya!" Juna melirik ke arah Ima kemudian berbisik, "nanti kita lanjutkan," wajah Ima semakin memerah.
Setelah membuat kopi, Linda membawanya keluar tapi sebelum melangkahkan kakinya keluar ia berhenti si hadapan Ima.
"Lain kali jangan di toko ya, gak enak di lihat orang," Linda terkekeh sambil meneruskan langkahnya, sementara Ima menutup wajah dengan kedua matanya.
"haist." wajah Ima semakin merona.
--
Hari semakin sore, semburat merah mulai menampakan warna nya yang indah, Linda dan temennya yang lain sudah pada pulang yang tersisa hanya Ima dan Inayah yang kebagian jaga sampai jam 9 malam.
"Teh mau teh nggak?" tawar Inayah ketika pembeli sudah pergi meninggalkan toko.
"Boleh, tapi teh tawar ya,"
"Siap bosque."
Mereka duduk di kursi depan pintu masuk sambil nge teh berdua.
"Teh, sebelumnya aku minta maaf --"
"Ya, aku maafin!" kekeh Ima yang di ikuti Inayah.
"Ngomong nya aja belum," kemudian ia merengut sambil menopang wajah dengan kedua tangannya. menatap instens Ima.
__ADS_1
"Ih, amit amit Naya, jangan pandangin teteh seperti itu, aku masih normal," Ima menyentil kening inaya yang tak melepaskan tatapan dari wajah Ima, membuat ia tertawa geli.
"Teteh, ih aku mau serius."
Enya, sok atuh mau ngomong apa?"
"Teteh itu cantik, kenapa gak nikah lagi?"
"Kenapa ngomong gitu?"
"Aku hanya heran saja, atau teteh masih nungguin pak Agus, maaf!" Inayah menangkup kan kedua tangannya meminta maaf.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" ucap Ima heran.
"Bukan apa apa teh, aku hanya kepikiran sama pak Agus aja," Inayah menundukkan wajahnya.
"Memang kenapa dengan Agus?" tanya Ima.
"Kasian aja, dia meninggalkan teteh, padahal pak Agus sangat mencintai teteh, tapi ia terpaksa pergi karena janjinya,"
"Apa ada yang aku gak tahu, Nay! apa kamu bisa menceritakannya padaku," Ima gantian yang menatap Inaya seakan mencari sesuatu di bola mata Inayah.
"Oh, gak teh mungkin aku salah bicara," Inaya berdiri dan hendak meninggalkan Ima, tapi tangannya di tahan oleh Ima.
"Nay, teteh tahu ada yang ingin kamu ceritakan sama teteh, teteh mohon ceritakanlah sekarang biar teteh gak bingung." Ima menatap kemudian mengangguk minta inaya untuk duduk kembali dan menceritakan semuanya.
"Teh, apa teteh punya hubungan khusus dengan pak juna?"
"Tidak!"
"Tapi aku melihat pak juna begitu perhatian sama teteh,"
"Nay, Juna itu sahabat teteh sejak kecil, kamu tahu kan, perasaan teteh sama juna sama seperti perasaan ku sama Linda Adji dan Rendy, kami bersahabat, jadi wajarlah ada rasa saling menyayangi dan saling menjaga,"
"Tapi aku melihat ada tatapan tak biasa dari pak Juna untuk teteh."
"Kamu lihat dari sudut mana?" Ima tersenyum menatap Inayah.
"Aku juga seorang wanita, yang bisa merasakannya, bahkan teh Linda sering membicarakan kalian berdua."
"Linda, membicarakan aku dan Juna, tentang apa? Ceritakan Lah! Nay, biar aku bisa tidur, gak kepikiran," kekeh Ima
"Aku bingung mau cerita dari mana dulu,"
"Terserah aja, yang penting, malam ini bisa tidur nyenyak, mungkin ada baik nya kamu mulai dari Agus dulu, apa yang kau tahu," pinta Ima.
"Cerita nya panjang, teh,"
"Heemm, baiklah kalo begitu kita tutup dulu tokonya, malam ini kamu nginap, trus ceritain semuanya sampei semalaman pun teteh jabanin, kalo kamu besok ngantuk, boleh izin gak masuk pagi, tapi malam jaga lagi, gimana?"
"Baiklah!"
Mereka pun langsung membereskan semua dan menutup toko, sesuai janji Inayah nginep dan menceritakan tentang 2 orang pria yang sama menawan, menurut versi Ima, Ups ๐คญ
--
Menawan menurut persi ku
Tampan dan mapan. ๐๐
__ADS_1
kalau menurut kalian apa??