
๐บ๐บ๐บ
Happy Reading
Agus menambah kecepatan laju mobil nya karena ia merasa khawatir dengan keadaan ibunya yang tadi menelpon dengan terisak, hingga tak lama mereka pun tiba.
Agus buru buru keluar dari mobil di ikuti yang lain.
"Bu, Assalamu'alaikum," Agus mengetuk pintu yang tidak lama di buka dari dalam.
"Wa'alaikum salam," Bu Asih muncul di balik pintu. lalu semua menyalami bu Asih.
"Kalian dari mana?" tanya nya.
"Ini bu, nganter anak-anak beli sepatu," Ima menjawab sambil tersenyum ramah, setelah menyalami ibu mertuanya, kemudian duduk di ikuti Raka dan Reyna.
"Lagi banyak duit ya, bukannya di tabung malah buat poya-poya,"
"Bukan poya-poya bu, emang sudah waktunya mereka ganti, sepatu lama mereka sudah pada sobek bawahnya, jadi sudah gak nyaman untuk di pakai," Ima menjawab sedikit kesel dengan omongan sinis mertuanya. lagian gak ada salah nya juga sekali-kali nyenengin anak, tadi juga yu nawarin ayahnya bukan mereka yang minta."
"Sudahlah, sebenarnya ada apa sih bu, tadi nyuruh ke sini?" Agus cepat mengalihkan obrolan karena melihat raut Ima yang sudah mulai kesal dengan omongan ibunya.
"Lintang, Gus." Ucap bu Asih
"Memang ada apa dengan lintang?" Agus menautkan Alisnya tanda tak mengerti. "lintang nya mana?"
"Itulah sekarang entah kemana, sejak ada bagas," bu Asih tampak lesu.
"Pergi sama bagas, kemana?"
"Bukan sama bagas, tapi... " Bu Asih tampak ragu untuk menceritakan semuanya pada Agus.
"Sama pacar barunya 'A, Bagas tadi tuh ke sini buat ngambil cincin tunangan, sebab lintang telah memutuskan pertunangan nya sepihak tanpa memberi tahu kita," Alana yang baru datang terus terang sama Agus.
"Apa, yang bener kamu lan, lalu kenapa?" Agus nampak kaget.
"Anak gak tahu diri, so cantik nemuin cowok baru jadi lupa diri," ketus Alana, lalu ia menceritakan bahwa selama ini lintang kerja dan ada teman kerja yang naksir dia, sehingga ia tega memutuskan pertunangannya dengan bagas.
perkataan Alana sontak membuat Agus terkejut muka nya merah menahan marah, entah apa yang akan dia lakukan kalo saja lintang ada di rumah.
"Terus sekarang gimana?"
"Ya nggak gimana gimana, udah terjadi juga," Sahut bu Asih dengan wajah nelangsa.
__ADS_1
"Sejak kapan kejadiannya?" tanya Agus.
"Ibu juga gak tahu, kalo bagas nggak ke sini, tadi lintang cuma pesan, bu kalo ada bagas tolong kasihin kotak ini, gitu, gak tahu nya cincin tunangan, terus bagas bilang putus pertunangan dan alasannya, "' Bu Asih me ceritakan bahwa bagas mengetahui hubungan lintang dengan teman kerjanya yang suka maen ke sini, yang ternyata itu pacarnya.
Agus mengeratkan gigi nya sampai terdengar suara gemeletuk, ia menyayangkan atas kejadian ini.
" Coba kamu nasehati adikmu, gus," ucap bu Asih.
"Percuma saja bu, toh sudah terjadi, sekarang kalo anak itu pulang, suruh temennya datang, kalau beneran mereka ada hubungan kita langsung aja nikahin mereka," Ucap Agus.
Ima yang dari tadi mendengarkan perkataan suami dan mertuanya hanya menarik napas berat sambil menggelengkan kepalanya, tanpa berucap sepatah kata pun.
ย
Setelah adzan maghrib, Ima dan kedua anaknya minta di anterin pulang, sebab ayahnya akan menunggu lintang pulang. meski Agus ngajak nginep tapi Ima keukeuh minta pulang, alasannya kedua anaknya besok sekolah dan belum bawa baju ganti.
"Kenapa sih susah banget kali diajak nginep, padahal kan sana sama tidur," ketus Agus.
"Udah denger kan tadi, kalo besok tuh anak anak sekolah, mereka belum bawa ganti baju, harus ya ku perjelas lagi, kalo emang gak mau nganterin ya udah, siniin kunci nya biar mobil ku bawa sendiri, gitu aja repot," Ucap Ima tak kalah ketus sambil menyambar kunci mobil di atas meja lalu keluar di ikuti oleh kedua anaknya. "tolong pamitin sama ibu dan bapak!" lanjutnya.
Tak lama bunyi mobil meninggalkan halaman rumah.
"Lho, kemana anak istri mu, gus? tanya bu Asih ketika memasuki ruang keluarga, tak menemukan menantu dan cucunya.
"Istri mu sekarang ibu lihat, banyak berubah, jadi berani dan gak penurut lagi," ucap bu Asih sambil menghempas kan tubuh nya ke kursi.
"Berubah itu karena Aa Agus yang mulai, bu," Alana kembali membuat ibunya mendelikan mata gak suka.
"Berubah gimana?" Agus merasa penasaran
dengan ucapan Alana.
"Coba aja pikir, dulu tuh teh Ima sangat perhatian sama kita, sama lana dan lintang juga, tapi setelah tahu Aa selingkuh, teh Ima jadi membatasi diri jika sedang bersama kita, walau gak terlalu sih," Ucapan Alana membuat bu Asih dan Agus terdiam. "Ibu juga selalu mengomentari semua yang di lakuin teh Ima, tentu saja ia merasa risih." Alana meneruskan ucapan nya.
"Lagian Aa, kamu gak pernah ngerasain sakitnya di selingkuhi, tapi aku merasakan nya, Aa menyelingkuhi teh ina sementara aku adikmu si selingkuhi suamiku, rasa nya sakit, aku berharap Aa segera mengakhiri hubunganmu dengan wanita itu, aku berpikir, kamu yang berbuat dan aku yang kena karna nya," Lana menangis sesenggukan.
Bu Asih terdiam tak membantah ucapan Alana, bahkan ia pun berpikiran sama.
"A, sekarang sebaiknya pulang saja, temani teh Ima dan keluarga mu, sebab mereka lebih membutuhkan perhatian, soal Lintang biar ibu dan bapak yang menghadapi, toh semua juga telah terjadi. jangan sampai perceraian ku terjadi juga pada rumah tangga mu, A!" sungguh dewasa pemikiran Alana membuat Agus termenung. kemudian ia bangkit dan meng iyakan saran Alana, ia pun pamit.
"Pakai motorku aja, biar Tata besok aku antar ke sekolah nya," Alana menyodorkan kunci motor karena ia tahu Agus gak ada kendaraan sebab mobilnya telah di bawa Ima.
Agus pun menerima kunci motor dan pulang.
__ADS_1
--
ย
Sekitar jam 10 malam tiba di rumahnya yang sudah terlihat sepi, bahkan lampu di ruang tamu pun sudah padam yang menandakan penghuni nya sudah pada tidur.
Ia mengeluarkan HP kemudian menghubungi Ima.
Ima yang baru aja tertidur di buat kaget saat HP nya bergetar, ia lihat dan nampak nama suaminya memanggil.
"Ada apa ya," merasa takut ada kejadian yang tidak di inginkan Ima pun menjawab panggilan dari Agus.
Ima [ hallo, ada apa ] sambil menguap.
Agus [ tolong buka pintu aku sudah di depan ]
Ima [ Ooh ya, tunggu ] bangun lalu berjalan menuju pintu.
Cek lek
Pintu terbuka, " Kirain mau nginap," Ima kemudian membalikan badannya kembali, di ikuti Agus setelah memasukan motor dan mengunci pintu.
"Gimana urusannya, beres?" melihat jam dinding yang ada di atas TV.
"Lintang gak pulang nginep di tempat temennya, lagian biarin lah biar bapak aja yang ngurus," Agus berjalan ke dapur untuk mengambil minum karena merasa tenggorokan nya kering.
"Apa mau makan, biar aku hangatkan dulu," Ima menatap suaminya.
"Nggak, aku mau langsung istirahat capek ngantuk juga," Agus meletakkan gelas di atas meja lalu masuk ke kamar di ikuti Ima.
Setelah bersih bersih dan mengganti bajunya Agus membaringkan tubuh di sebelah Ima yang sudah duluan terbaring karena ngantuk.
--
--
Kejadian lintang ada hikmahnya juga buat Agus, sebab Ima jadi bisa di ajak ngomong lagi ๐๐๐
capek diem dieman mulu.
ย
ย
__ADS_1