IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 27


__ADS_3

🌺🌺🌺


"Kamu pikir suami mu kambing yang doyan rumput apa! " sentak Agus


"Kamu malah lebih dari kambing, kamu tuh lalat yang suka ngerubutin sampah, tauk nggak! " ima balik menyentak Agus dengan menekankan kata lalat dan sampah, lalu beranjak pergi.


BRAK


pintu kamar di bantingnya keras sampai Agus terlonjak kaget.


Mendengar Gilang yang mengkhianati Alana, entah kenapa hati nya ikut sakit, dan mengingatkan ia kembali atas pengkhianatan yang di lakukan Agus suaminya.


Sampai di kamar Ima menangis, bahkan sampai saat ini pun ima belum sepenuhnya percaya bahwa Agus telah mengakhiri hubungan nya dengan wanita penjaga warung kopi itu.


Sepeninggal istrinya, Agus hanya bisa menggelengkan kepala yang terasa berdenyut sakit. Ia menyesalkan perbuatan Gilang yang begitu tega mengkhianati Alana adiknya dan berselingkuh dengan perempuan yang baru magang di pabriknya, dan masih berstatus pelajar di sebuah SMK.


'Apa kurangnya adikku, ia cantik, pekerjaan udah bagus tapi Gilang masih aja selingkuh, apa ini balasan karna aku telah mengkhianati pernikahan ku dan berselingkuh dari ima, tapi masa iya adikku yang mendapat balasannya, ' Agus terus berpikir sampai ia ketiduran di sofa ruang keluarga.


Sementara itu ima terbangun karena merasa kehausan, dan beranjak hendak ke dapur mengambil air minum. ia melewati ruang keluarga dan melihat Agus tertidur meringkuk kedinginan tanpa selimut, sebenarnya hatinya tak tega tapi mengingat kelakuannya ia bersikap tak acuh. dan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya.


 ****


Pagi menjelang, Ima bangun dan segera mengambil wudhu lalu melaksanakan ibadah solat subuh, setelah selesai ia pergi ke dapur untuk membuat kan sarapan.


"Ma, nanti aku pulangnya telat, mau latihan dulu, " Ucap Reyna ketika mereka sarapan.

__ADS_1


"Iya sayang, lagian mama juga nanti mau ke pasar, dari pasar mau langsung ke rumah nenek dulu, " Ima menanggapi ucapan anaknya sambil membereskan meja makan.


"Mama mau ngapain ke rumah nenek,? " tanya Raka Sambil meraih tangan mama nya untuk berpamitan.


"Nengok ateu lana," Jawab Ima singkat.


"Apa, emang nya ateu lana sakit? " tanya Raka.


"Iya, makanya mama mau nengok ke sana, sekalian dah kangen sama si gemoy, " Ima menjawab sambil tersenyum, "dah kalian berangkat nanti kesiangan,! " Ima menyuruh Raka dan Ray berangkat sementara ia melanjutkan mencuci piring, lalu bersiap untuk pergi ke rumah mertuanya sepulang dari pasar.


********


"Lin, kalian gak papa kan tanpa aku? soalnya aku ada keperluan dulu, " Ucap Ima ketika Linda dan kedua rekannya datang, sementara Ima sudah siap untuk pergi.


"Gak papa sih, emang mau ke mana? " Linda menatap Ima heran.


"Hoek, narsis lo makin parah, " Linda pura-pura mual lalu menyentil kening Ima.


"Tapi emang bener koq, teh Ima jadi pangling begini, apa karena dandannya, makin cantik. " Puji inayah sambil tersenyum.


"Makasih nay, nanti teteh beliin kamu cilok deh, " Ima menjawil pipi inayah sambil tersenyum.


"Inayah doang, kita nggak! " Linda melotot sementara Euis sama Inayah malah cekikikan, mereka dah pada tahu kelakuan Ima sama Linda kalo dah kumpul, saling ledek, dan saling jahil, tapi tetep mereka sahabat yang saling menyayangi.


"Oke kalian aku belikan juga, tapi sok bilang dulu, makasih Ima cantik, gitu! " suruh ima sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


"Butuh banget pujian ya, aduh-aduh cian banget yang jarang di puji sama suaminya tercintah, " Linda malah menggelitik pinggang Ima sampai Ima ketawa-tawa dan mohon ampun karena gak kuat kegelian.


TIIIN. ..


"Jadi pergi gak? kalo nggak aku tinggal." Tiba-tiba Agus membunyikan klakson mobil sambil berteriak jengkel.


"Iya bentar, gegara kalian jadi lupa deh, aku berangkat dulu ya." pamit Ima mendelikan matanya ke arah Linda sambil berjalan cepat menghampiri suaminya yang sudah duduk di balik kemudi.


Brak


pintu mobil di tutupnya lalu melambaikan tangan kearah Linda dan kawan-kawan yang di balas pula oleh ketiganya.


"Hati-hati! " teriak ketiganya yang dibalas kecupan jauh oleh Ima.


*******


"Udah aku tinggalin aja gak papa, takutnya kamu kesiangan, nanti biar naik ojek aja, " ucap Ima ketika akan membuka pintu hendak turun.


"Iya, hati hati, jangan lupa beli daging, ibu tadi pesen, Alana pingin rendang katanya! " sahut Agus yang di iyakan Ima, mobil pun terus melaju meninggal kan Ima di depan pasar.


Ima kemudian masuk, tapi langkahnya sempat terhenti ketika ada yang memanggilnya.


"Ima... tunggu! "


Deg, Ima terkejut merasa masih hapal sama suara yang memanggilnya, lalu ia kembalikan tubuhnya, dan....

__ADS_1


"Ka.. kamu? " Ima melotot seakan tak percaya pada penglihatannya, berkali-kali ia mengucek matanya, tapi tetap yang sudah berdiri di hadapan nya sekarang masih orang yang sama.


EMANG SIAPA SIH ORANG ITU


__ADS_2