IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 38


__ADS_3

๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Happy Reading


Di sudut sebuah cafe, nampak 3 orang tengah berbicara serius.


"Aku berharap kamu gak terlalu dalam masuk dalam kehidupan Ima, kasian," Ucap seorang perempuan satu satunya diantara 2 pria itu.


"Maksudnya apa?" tanya seorang pria yang tiada lain adalah Juna.


Ya ketiga orang itu Juna Adji dan Linda, sesuai kesepakatan mereka pagi tadi, siang ini mereka berkumpul untuk membahas salah seorang sahabat mereka, yaitu Iqlima.


"Aku tidak sengaja tadi mendengar mereka bertengkar, dan Agus menyebutkan nama mu, sebenarnya apa yang telah kamu lakukan, Jun?" Ucapan Linda membuat Adjie ikut menatap Juna, matanya menyiratkan sebuah tanya.


"Aku tidak ngapa ngapain," elak Juna sambil terkekeh.


"aku tak percaya, gak mungkin mereka bisa bertengkar sehebat itu," Linda tak mengalihkan tatapannya dari wajah Juna, "dan kenapa juga wajah kalian sama-sama lebam, apa sebenarnya yang telah terjadi antara kalian, pasti berantem kan?"


"Apa? jadi wajahmu itu gegara Agus, jun?" Adji pun ikut bertanya sambil menatap Juna.


"Ya, kami semalam sedikit berolahraga," Akhirnya Juna menceritakan kejadian semalam antara dirinya dan Agus, juga kelakuan Agus yang waktu itu di sebuah restoran, yang memicu dirinya murka. "Aku hanya mencoba mengingatkan nya, tapi si Agus tak mau Terima bahkan dia yang mulai menonjok aku, ya akhirnya terjadi lah saling tonjok tapi aku belum merasa puas," selama bercerita juna mengeratkan giginya, tangannya terkepal seolah menahan gejolak emosi di dirinya.


"Sebaiknya kamu sedikit nahan emosi, jun." Linda nampak sendu "karena dampaknya pada Ima, sahabat kita," lanjutnya.


"Tunggu sebentar, kamu bilang si Agus selingkuh, sama siapa?" Adji nampak penasaran dengan cerita juna tentang perselingkuhan Agus.

__ADS_1


"Si Anita," Juna kemudian memperlihatkan foto yang dia ambil malam itu ketika melihat kebersamaan Agus dan Anita.


"Kurang ajar, lo gak salah, kalo gue yang ngelihatnya juga pasti kejadiannya bakal lebih parah lagi dari yang telah lo lakuin," Adji menggeram.


"Aku senang ternyata kalian masih care, tapi ku harap bukan karena ada rasa lain," Linda menatap silih berganti antara Juna dan Adji.


"Jangan khawatir, Lin gue tuh orang yang pedulian bukan sama Ima aja tapi sama lo juga, lo tahu sendiri kan waktu suami pertama lo meninggal gue tuh yang madatin tanah pekuburan dengan tenaga extra, soalnya gue takut, suami lo bangkit dan ngehantuin gue,...." Adji tertawa sambil terus mengaduh ketika tangan Linda menggeplak punggungnya dengan keras.


"Oh ya ngomong ngomong, lo biasanya kan bikin makanan di rumah Ima, emang sekarang libur apa gimana," Ucap Adji kemudian.


"Aku sengaja tadi nelpon anak anak biar mereka libur, gak enak juga kalo datang, pas tadi juga aku gak sengaja sampai takut liat muka Agus," sahut Linda.


"Sudah ah kalian ini, inti nya buat kamu Jun, jangan bikin masalah lagi, kita hanya mantau aja, kalo memang sudah keterlaluan, baru bertindak, kasian Ima, jangan sampai dia banyak pikiran," Linda bangkit dari kursinya kemudian meraih tas nya.


"Tunggu, biar gue yang nganterin lo, kalo si Juna yang nganter bisa bisa bakal ada perang dunia ke lima lagi, secara rumah lo sama Ima kan deketan," Ucap Adji sambil tertawa dan mengelak saat sebuah tisu mendarat di tubuhnya.


ย 


Setelah makan Ima gak keluar kamar lagi, dia hanya duduk dekat jendela seperti biasa jika ia lagi bete.


Cek lek


Pintu kamar terbuka, Ima hanya melirik sekilas ketika Agus masuk lalu ia acuh kembali pura pura melihat HP.


"Semalam kamu lihat dompet aku nggak?" tanya nya, Ima hanya menunjukan dengan dagunya ke arah meja tanpa bersuara.

__ADS_1


"Aku ngambil mobil dulu," pamitnya sambil mengambil dompet dan memasukkan nya ke dalam saku celana setelah itu keluar.


Di halaman ia berpapasan dengan Adji yang baru menurunkan Linda ia memalingkan muka ketika Adji menegurnya.


"Tuh kan, untung gue yang nganterin lo lin, gak kebayang kalo si Juna," Adji ngakak melihat raut masam Agus. "kurang asupan gula kayak ya mah, kehabisan manisnya sama Ima," Adji masih ngakak, dan baru berhenti ketika pintu rumah Ima terbuka.


"Kalian dari mana kok bisa barengan gitu?" tanya Ima penasaran melihat kebersamaan Linda dan Adji, ia keluar kerika mendengar suara tawa Adji.


"Mau tahu aja apa mau tahu banget," Goda Adji, sekilas ia melihat wajah Ima yang sembab, ia merasa khawatir di buat nya.


"Gak dua duanya," cebik Ima.


"Gak di tawarin mampir nih," Ucap Adji lagi


"Enggak, sono pulang huss...!" Usir Ima sambil tertawa meski kedengaran sumbang.


"Ya udah, gue balik dulu ya, jangan kangen!" candanya terus menjalankan kembali motornya kalu pergi, Ima hanya tersenyum, lalu membalikkan tubuh nya menghadap Linda.


"Mau cerita sekarang apa nanti," tanya Linda


"Soal?"


"Baiklah, ternyata belum siap, aku balik dulu kalo gitu," Linda kemudian meninggalkan Ima yang masih diam terpaku


'----------

__ADS_1


Udah panjang nih, segini dulu ya lanjut besok, jangan lupa jempolnya mainkan dulu untuk like dan komennya.


MET MALAM MINGGUAN ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2