IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 28


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


"Ka... kamu? " Ima melotot dan beberapa kali ia sampai mengucek mata nya seolah tak percaya pada penglihatannya, tapi tetap orang yang berdiri di hadapannya adalah orang yang sama.


"Ima, apa khabar lama banget kita gak jumpa, kangen, " Orang tersebut tertawa lebar sambil merentangkan tangan seolah mau memeluk Ima.


"Stop! kita bukan mukhrim, " Ima mengangkat tangan kanannya mencegah tubuh pria tersebut agar tak memeluknya.


"Juna, aku juga kangen kamu, berasa mimpi, ini beneran kamu atau hantu bukan sih? " Ima menelisik sosok pria di depannya, kemudian ia menonjok bahu juna.


Ya pria tersebut Juna, ARJUNA EDWAR PRATAMA temen kecil Ima yang biasa di panggil Ima juned atau junaedi.


"Jahat lo Juned, sampai lupa pulang, ku kira lo tuh sudah mati tahu, " Ima akhirnya menjabat tangan juna sambil mewek, sedangkan Juna hanya tersenyum.


"Bagaimana khabarmu baik? aku mendengar dari Linda bahwa kamu tuh sakit, sakit apa? " juna bertanya sambil tangannya terus menggenggam tangan Ima.


"Kamu sudah bertemu Linda? koq dia gak bilang ada kamu, jahat banget, " Ima mengerucut kan mulutnya.


"Kita ngobrolnya sambil nyari makan yuk! " Juna yang masih menggenggam tangan Ima mengajak pergi tujuan nya ke kedai bakso deket pasar.


"Aku sudah makan, kamu aja," tolak Ima ketika Juna menawarkan padanya, ia hanya pesen jeruk hangat.


"Ceritakan kehidupan mu setelah aku pergi, Agus baik kan sama kamu," Juna tak melepaskan mata yang terus memandang Ima, ada sorot kerinduan dari matanya.


Ima terdiam sejenak, huff ia menghela napas panjang, " terlalu panjang kalo di ceritain sekarang gak akan selesai sampai maghrib, " Ima tersenyum, " lain kali aku pasti cerita, masih lama kan di sini, " tanya Ima.


"Ok, rencana sih aku mau netap lagi di sini, " Ucap juna, "jadi masih banyak waktu, " tangannya meraih gelas lalu minum sampai tandas, kemudian bangkit sambil ngajak Ima untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Pulang nya aku antar ya," tawarnya.


"Eh gak usah aku belanja dulu, lagian selesai belanja aku mau ke rumah mertua dulu," tolak Ima.


"Gak papa lagi, aku tunggu lagian aku juga mau sekalian mampir ke bibi, kamu lupa ya kalo mertuamu itu adik sepupu ibuku? " Juna tersenyum, "ayok lah sekalian aku temenin kamu, " paksanya sambil sedikit mendorong tubuh Ima untuk masuk ke dalam pasar.


"Iya deh, keponakan bibi, " Ima mencebik.

__ADS_1


Akhirnya dengan di temani Juna, Ima selesai juga belanja nya, tak lupa pesanan ibu mertua pun di beli nya bahkan ia sempet membeli beberapa aneka jajanan buat si gemoy Rengga.


Sepanjang perjalanan mereka terus bercerita tentang masa masa kecil mereka kenakalan bahkan hoby juga persahabatan mereka, hingga tak berasa mereka sampai ke rumah bu Asih.


Di halaman rumah nampak Rengga sedang bermain sepeda di temani lintang.


"Assalamu'alaikum, " Ima menghampiri Rengga yang berteriak kegirangan ketika melihat Ima, tapi ketika melihat ada orang lain di belakang Ima ia jadi mundur.


"Hai, kenapa mundur lagi, sini liat wawa bawa apa nih, jangan takut Om yang satu ini mah udah jinak koq! " Ima tersenyum ke Rengga sambil memperlihatkan makanan kesukaan Rengga yang oval seperti telur. lalu melirik juna sekilas sambil tertawa.


" Haist... jinak jinak, emang gw hewan apa, " gerutu juna tapi masih terdengar oleh Ima, hingga tawa nya makin keras.


Mendengar ribut ribut di luar bu Asih muncul bersama Alana.


"Kirain ada apa rame, sudah nyampe, gimana pesenannya gak lupa kan? " Tanya bu Asih kemudian ia melirik ke pria yang berdiri di sebelah Ima, memicingkan matanya seakan tak percaya sama penglihatannya.


Juna tersenyum lalu sambil menyapa, "Bi, kumaha damang? " ia lalu mengulurkan tangan mengajak salaman.


"Alhamdulillah sae, ieu teh saha kitu? " tanyanya kemudian.


"Juna, anak ceu Hanum, ya Allah... " Bu Asih memeluk Juna sambil menangis, kemudian ia merenggang kan pelukannya sambil menatap juna.


"Pangling kamu, beuki kasep wae, ayo masuk! " bu Asih mempersilahkan juna masuk sambil bertanya kenapa bisa barengan sama Ima. juna menyalami semua yang ada di sana kemudian masuk di ikuti sama yang lain.


"Tadi kebetulan bertemu di pasar, jadi sekalian barengan kesini, juna menjelaskan kenapa ia bisa bareng sama Ima.


" Bibi sama keluarga sehat kan? "


"Alhamdulillah kami sehat, "


Akhirnya bu Asih asik berbincang dengan juna, sementara Ima dan kedua adik iparnya sedang masak untuk makan siang.


Setelah makanan siap semua mereka sekalian ngajak makan siang juna, yang karena tak enak hati menerima ajakan tersebut.


"Jadi kamu mau menetap kembali di sini, lalu anak istrimu ikut ke sini? " bu Asih menanyakan tujuan juna dan keluarganya.


"Iya bi, kebetulan aku sudah di Terima kerja di sini, sementara anakku tinggal nunggu surat kepindahan. " Ucap juna sambil tersenyum, Ima dan yang lainnya hanya menyimak.

__ADS_1


"Kenapa gak di ajak kesini, bibi kan belum kenal bahkan berjumpa juga belum pernah sama anak istrimu," bu Asih menatap ponakannya yang kebetulan makannya udah selesai.


"Iya bi, nanti aku akan ngajak Alfin ke sini sekalian di kenalkan sama keluarga, dia kan belum punya temen di sini, " Ucap juna kemudian ia minum.


"Anakmu berapa jun, cewek apa cowok? " Tanya Ima penasaran.


"Anakku satu laki-laki, dia kelas 5 SD, " jawab Juna. Ima mengangguk.


"Hampir sebaya Reyna ya," Ucap Ima


"Iya, sama Renata anaknya Alana kakaknya Rengga, " ucap bu Asih, sambil nunjuk Rengga yang lagi asik maen mobil-mobilan.


"Wah beneran? Alfin pasti seneng punya temen baru. " Juna berseru senang.


Setelah makan siang juna kemudian pamit tak lupa ia mengucapkan terimakasih, kemudian bertanya apa Ima mau pulang bareng lagi.


"Makasih jun, aku nanti sore pulangnya di jemput A Agus, kamu Hati-hati di jalan jangan lupa nanti main ke rumah, ajak anak istrimu sekalian, " Ima mengantarkan Juna sampai ke mobil.


'Andai kamu tahu istriku sudah meninggal, im, bahkan sampai saat ini rasaku padamu masih tetap sama, tapi melihat mu tersenyum pun aku sudah bahagia.'


Juna menatap Ima lama sambil tersenyum.


"Aku pamit ya, salam buat Agus, " lalu menghidupkan mesin mobil nya, dan membunyikan klakson tanda pamit.


Ima memandang kepergian juna sampai mobil menghilang, ia menarik napas panjang dan menghembuskan nya perlahan, Ima kembali masuk ke rumah.


Di dalam rumah nampak sudah sepi, mungkin mereka lagi pada tidur siang, Uma lalu membuka laci dekat TV, bermaksud untuk mengambil kunci rumahnya sendiri. lalu pergi untuk sekedar melepaskan penat dan tidur siang.


Ceklek, pintu di bukanya dan melihat ke sekeliling rumah.


'Tumben pada rapih dan bersih, siapa yang bersihin ya, ' gumamnya 'tapi syukurlah jadi aku bisa langsung bocan, '


Ima terkekeh sendiri lalu ia membaringkan tubuhnya ke kasur yang sudah lama tak pernah ia tiduri. tak lama Ima pun tertidur.


...****************...


GIMANA YA REAKSI AGUS KALO TAHU JUNA SUDAH KEMBALI. APALAGI IA SUDAH TAHU PERASAAN JUNA KEPADA IMA.

__ADS_1


__ADS_2