IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 45


__ADS_3

๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Happy Reading


"HENTIKAN!!!


" Siapa yang telah berani membuat kekacauan di rumah ini, hah?" Raka berdiri di pintu masuk, kedua tangannya berada di pinggang, sekilas ia melirik ke arah ayah nya, kemudian menatap tajam.


"Apa anda belum puas membuat, mama ku menderita, lalu anda seenaknya memberantakan semua isi rumah, apa mau anda sekarang?"


"Jangan kurang ajar kamu, Raka!" Agus membentak Raka sambil mendekat, "jadi ini yang mama mu ajarkan, berani sama yang lebih tua!"


"Mama, tidak pernah mengajar kan aku berbuat tidak sopan, tapi aku punya pandangan, siapa yang harus ku hormati, sedang kamu tak pantas ku hormati sama sekali, aku benci kamu!" tatapan mata Raka tak beralih sedikitpun dari ayah nya, tatapan kebencian.


Agus membelalakan matanya mendengar apa yang telah di ucapkan Raka, seakan dia tak percaya perkataan itu keluar dari mulut anak sulungnya yang selama ini terlihat patuh.


"Semakin di diamkan, kamu semakin berani kurang ajar!" Tangan Agus bersiapp untuk melayang kan tamparan pada Raka, tapi tangan itu tertahan.


"Tak sepantasnya tangan itu menampar anak mu sendiri, Agus, apa kamu belum puas setelah melakukan semuanya pada ibunya hingga Ima, koma?" Ucapan Rusli suami Linda yang segera menyusul istrinya ketika mendengar keributan membuat Agus terkejut.

__ADS_1


"Apa, kamu bilang, apa yang terjadi dengan Ima?" tubuh Agus mendadak membeku.


"Apa peduli mu, bukankah itu yang kau inginkan, cepat pergi dari sini atau aku panggil semua warga untuk menggebuki mu!" ancam Rusli, tapi Agus tetap berdiri kaku, kemudian tubuhnya luruh dan terduduk di lantai. tapi semua orang tak ada yang peduli, termasuk Raka anaknya sendiri.


Linda kembali membereskan kekacauan yang telah di buat oleh Agus. sambil tak henti ngomel dan mencaci maki Agus.


"Linda, tolong katakan Ima sekarang di mana? " setelah terdiam beberapa saat Agus menanyakan keberadaan Ima. sementara yang di tanya pura-pura tak mendengar, membuat Agus kembali murka.


"Raka, tolong katakan pada ayah, mama di mana?" Agus memohon pada Raka untuk ngasih tahu keberadaan Ima.


"Untuk apa? percuma." Raka pergi meninggalkan rumah sementara Agus memijit kening nya, tak lama Reyna pulang dari sekolah Diniyah. ia nampak ketakutan melihat Agus ayahnya, perlahan ia mundur dan akan lari meninggalkan Agus tapi tangan Agus lebih cepat menahannya.


" Aku benci ayah, gara-gara ayah mama harus sakit dan gak mau lagi bicara lagi sama ade, huhuhu... "


"Maafkan ayah sayang, ayah menyesal, sini jangan takut," Agus kembali mau merengkuh tubuh Reyna, tapi lagi lagi Reyna menolak.


Agus terus mendesak Reyna menanyakan di mana tempat Ima di rawat, setelah berjanji bahwa ayahnya tak akan menyakiti ibunya.


Sehabis sholat maghrib Agus datang ke Rumah sakit tempat Iqlima di rawat, ia langsung menuju ICU untuk menemui istrinya sampai di depan ICU ia tertegun. dan sedikit ragu untuk menerus kan langkah nya, karena mendapati Arjuna dan Adji juga seorang pria yang tidak di kenalnya.

__ADS_1


Ketiga nya serempak menoleh membuat nyali Agus semakin menciut.


"Ekhem, waahh... jagoan akhirnya muncul juga," Juna berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Agus yang masih mematung, ia menepuk bahu Agus, "lihat istri tersayang mu, kalo belum puas sekalian lo preteli tuh semua alat yang menempel di tubuhnya." juna tak melepaskan tatapan tajamnya ke arah Agus, kalo bukan di rumah sakit mungkin ia akan menguliti kulit Agus.


"Izinkan aku untuk melihat nya dan mohon maaf padanya," dengan muka memelas Agus menangkup kan kedua tangannya di dada, memohon pada juna yang nota bene masih saudara sepupunya.


"Untuk apa?" ucap juna sambil memegang kening Agus, "Lo sehat kan?" sentaknya, "percuma, dia gak bakal denger lo, pulang gih, jangan lupa cuci tangan dan kaki lo, trus bobok di ketek ibumu," Juna mendoronh tubuh Agus sampai ke lorong rumah sakit yang agak sepi.


"Jun, gue tuh masih suaminya, apa hak lo larang larang gue buat nemuin istri gue sendiri, hah!" Agus menepis kan tangan juna yang masih mendorong tubuh nya.


"Suami? Suami yang tega menyiksa istrinya sampai koma, apa pantas lo di sebut suami, anj ing!" sentak juna ia mau menonjok Agus tapi tangannya di pegang Adji dan Rendy, ya ketiga sahabat Ima kompak menunggu Ima di depan ruang ICU, termasuk Rendy yang sengaja datang ketika mendapatkan kabar bahwa sahabatnya terbaring koma.


"Sabar, jun! ini rumah sakit jangan membuat keonaran, kita kasih kesempatan buat dia melihat kondisi istrinya, mungkin ia menyesal," Ucap Rendy ia mengajak Juna buat menepi dan ngasih kode ke Adji untuk membawa Agus ke tempat di mana Ima terbaring. Adji yang mengerti isyarat dari Rendy mengangguk lalu menyuruh Agus untuk segera menemui Ima di dalam.


--


--


GAES SEGINI DULU YA, OTHOR LAGI KURANG FIT, IN-SYA ALLAH BESOK DI LANJUT LAGI. JANGAN LUPA LIKE KOMENNYA JUGA GIFT, VOTE JUGA. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2