IQLIMA (Asa Yang Hilang)

IQLIMA (Asa Yang Hilang)
BAB 39


__ADS_3

🌺🌺🌺


Happy Reading


Hari berganti waktu berlalu, seminggu sudah dari kejadian yang membuat Agus uring-uringan, pasalnya selama seminggu ini ia tak pernah berinteraksi sekalipun dengan sang istri kalo tidak menyangkut masalah kedua anak nya.


Ima yang terlanjur kecewa, masih dengan aksi diamnya, walau untuk sekedar membuat makanan tak pernah ia abai, Ima tetap menjalankan kewajiban nya, hanya untuk menawarinya makan atau yang lainnya, Reyna yang jadi perantara.


Seperti pagi ini, setelah menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya ia menyuruh Reyna untuk memanggil ayah nya. sarapan pun terlaksana dengan keheningan.


Setelah beberapa saat.


"Kaka, Adek, Ini kan hari libur gimana kalo kita pergi ke pantai atau ke mall," Agus mulai bicara sebab ia merasa gak enak juga udah seminggu lebih di diemkan sama ima, ada bersama tapi merasa hampa, ia rindu dengan keributan pagi hari saat istri nya ngomelin kedua anak nya karena telat bangun, atau ngomelin dirinya karena membiarkan handuk basah tergeletak di atas kasur.


"Asik, aku mau yah, tapi kita ke mall aja ya, adek pingin beli sepatu," Reyna menjerit kegirangan.dan di angguki oleh ayah nya.


"Gimana ka, kamu mau beli apa?" ucap Agus sambil beralih menatap putra sulungnya.


"Kaka, mau sepatu futsal yah, bolehkan?" tanya Raka ragu ia menatap mama nya meminta persetujuan, tapi yang di tatap hanya diam tak merespon apa-apa.


"Apa sih yang gak boleh buat kalian, jangankan cuma sepatu sama yang lain nya juga boleh," Agus tersenyum senang melihat respon kedua anak nya.


"Kalo kamu mau beli apa mah?" tatapan Agus beralih ke istrinya yang dari tadi diam saja.


"Maaf, kalian pergi saja, aku sibuk banyak pesanan." Ucap ima lalu bangkit membereskan bekas makan dan meletakannya di bak pencuci piring.


"Yeaahh," kedua anaknya terduduk lesu.


"Ayolah mah, sekali kali kita refresing, demi anak anak, kamu gak kasian lihat mereka!" Agus mencoba untuk membujuk istrinya.


Ima melirik kedua anaknya lalu menghembuskan napas berat.


"Huuhh, baiklah demi mereka," Akhirnya nya Ima mengalah dan tersenyum manis sangat anaknya melonjak kegirangan lalu keduanya berlari menghambur memeluknya.


"Ayah gak di ajak pelukan nih," Agus merentangkan tangannya untuk memeluk ketiga nya tapi urung ketika ima melepaskan pelukan mereka dan kembali menyibukan diri dengan membereskan meja bekas mereka makan sambil kembali diam tak acuh, Agus meringis sambil garuk garuk kepala.

__ADS_1


#eh di kacangin, kalo bubur sih enak, tapi ini hati wey... 😝😝


Jam 09 mereka sudah bersiap untuk berangkat.


"Kaka, kamu duduk di depan ya biar mama sama adek di belakang," Ucap ima sambil membuka kan pintu belakang cuek meski sekilas melirik agus yang terlihat kecewa karena keputusannya.


Brak


Pintu mobil di tutup nya sedikit keras membuat Agus yang mau protes langsung terdiam sementara Raka meng iyakan dan pindah ke jok depan.


# dadet aku 😝😝


Sesampainya di parkiran mall terbesar di kota nya itu, ke empat nya turun lalu berjalan beriringan, dengan Ima dan Reyna di depan sementara Agus dan Raka mengikutinya di belakang.


"Ma, ke tempat sepatu dulu ya," Rengek Reyna yang langsung di iya kan oleh mama nya. kemudian memilih sepatu yang cocok untuk Reyna. sementara Raka memilih sepatu buat futsal di temani Agus ayahnya. hingga beberapa saat mereka telah mendapatkan apa yang cocok dan pas.


"Kamu gak beli, ma?" Tanya Agus ketika melihat hanya sepatu buat Reyna dan Raka yang mereka tenteng, Ima menjawab hanya dengan menggelengkan kepala, malas buat menjawab pertanyaan suaminya.


"Kenapa? ayolah pilih mana yang kamu suka, mungpung di sini, atau mau ku pilihkan?" Ucap Agus yang sebenarnya ingin sekali mencairkan suasana dan gemas melihat istrinya yang keras kepala dan masih dalam mode mendiamkannya. Agus memilihkan sepasang sendal yang dirasa cocok buat Ima juga buat dirinya, lalu membawa semua nya ke kasir.


#kurang banyak tuh, tambahin lagi dong.


Pakaian yang mereka pilih di letakannya di kantong belanja untuk di buatkan struk lalu ia menyuruh Reyna menyerah kannya ke Agus agar di bayar.


"Kita makan siang dulu ya," Ajak Agus setelah urusan belanja beres, lalu memilih sebuah tempat makan lesehan yang ada di sekitar parkiran mall tersebut.


"Setelah ini kita ke mana lagi?" Tanya Agus, " nonton mau gak," sambil menatap ketiga nya.


"Kalian saja, mama tunggu di sini," Ucap Ima setelah mata ketiga orang di depan nya tertuju kepada nya.


"Gak seru ah mending gak jadi aja," Ucap Raka kecewa. Reyna juju terduduk lemas, Agus hanya bisa menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. gak bisa berbuat banyak kalo mode keras kepala iqlima sedang kumat.


Setelah dirasa cukup beristirahat, selesai makan mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke wahana permainan, sebab Raka yang meminta.


Selagi Raka dan Reyna bermain, Ima dan Agus menunggu mereka di tempat yang tak jauh di sana sambil memesan minuman. dan waktu yang tepat buat Agus berbicara sama Ima, tak di sia-siakan.

__ADS_1


"Ma, aku minta maaf kemarin kemarin aku khilap," Agus mulai memecah keheningan diantara mereka.


"Sudahlah, gak usah di bahas," Ima masih memalingkan muka.


"Gak enak aja kamu masih mendiamkan aku, ma," Agus mulai merajuk, sementara Ima masih tak mau menatap nya.


"Ma, kamu mau maafin ayah, kan?" Agus terduduk lemas,karena tanpa menjawab Ima langsung berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan nya menuju sebuah tempat.


Β 


Menjelang sore keluarga itu akhirnya meninggalkan mall untuk pulang. masih posisi semula seperti berangkat tadi. di pertengahan perjalanan Tiba-tiba henpon Ima berdering, dan nama ibu mertuanya terlihat di layar.


[ Hallo bu, iya saya masih di jalan ]


[ Kasih sama suami mu, di telpon gak di jawab ]


[ lagi nyetir bu, emang nya ada apa? ]


[Berhenti dulu kan bisa ]


[ Baiklah ] Ima menyodorkan hape nya ke Agus dan nyuruh berhenti.


Setelah mobil berhenti Agus menerima henpon ima kemudian berbicara dengan ibu nya, Agus keluar dari mobil nya sementara HP masih menempel di telinga dengan raut yang susah di pahami, semua tak luput dari perhatian Ima dan kedua anak nya.


tak lama Agus kembali masuk lalu menyerahkan HP pada Ima sambil berkata.


"Kita langsung pulang, dan mampir ke rumah ibu,"


tanpa banyak tanya mereka hanya meng iyakan saja.


Β 


Β 


GAES ADA APA Ya? PENASARAN NGAK,

__ADS_1


SEBENARNYA ADA APA SIH SAMA IBU ASIH, KENAPA IA MENELPON AGUS. TUNGGU KELANJUTANNYA YA, JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA. BIAR SEMANGAT BUAT UP πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2