
🌺🌺🌺
Hari sudah sore ketika aku bangun.
eeuugh.. aku menggeliat lalu duduk sejenak merentangkan tangan yang merasa kebas karena tertindih tubuh sendiri, lalu melirik jam dinding, ' Jam setelah 5 lama juga aku tidur, ' gumamku lalu bangun untuk pergi ke kamar mandi dan wudhu karena belum melaksanakan sholat ashar.
Selesai sholat suaminya Agus sudah berada di rumah, entah jam berapa nyampenya.
"Sudah pulang?" tanya ku sambil menyalami tangannya.
"Iya dari tadi, cuma lama di rumah ibu," jawabnya. aku hanya berucap 'oh saja.
"Mau pulang sekarang? " tanyaku lagi.
"heum, nanti saja ada yang harus kita omongin, " Ucap Agus lalu menyuruhku untuk duduk di sebelah nya, dan aku pun duduk.
"Begini, " besok kan perabotan Lana di antar Gilang ke sini, " Agus berhenti sejenak menggeser duduknya jadi menghadap Ima.
"Lalu? " Tanya Ima
" Rumah ini daripada kosong, bagaimana kalo di tempati sama Lana dan anak-anak nya, kamu gak keberatan kan, biar ada yang ngerawat, kemarin pun aku sudah nyuruh orang untuk bersihin, " Agus menatap Ima menunggu jawabannya.
"Kenapa gak di rumah ibu aja, kan luas kamar pun banyak yang kosong, Renata bisa nempatin kamar bekas kamu, " Aku merasa keberatan, Lagian kan kita kalo ke sini kalo udah ada yang nempatin jadi canggung nantinya, "
"Kamu seperti gak tahu sipat ibu aja, mana betah Lana tinggal bareng, apalagi sebentar lagi lintang menikah. " keukeuh Agus, "Lagian aku sudah ngomong ke Lana dan dia setuju, besok kita bereskan barang kita, mana yang perlu dan akan kita bawa. " tegas Agus.
__ADS_1
"Kalo kamu sudah memutuskan, ngapain juga nanya ke aku, aku pikir tadi minta pendapat ternyata cuma ngasih tahu, terserah! " Ima bangkit dari tempat duduk nya.
"Mau kemana? " Agus ikut bangkit.
"Pulang! "
"lah koq malah pulang, kita bereskan dulu barang-barang apa aja yang mau kita bawa, " Agus menatap Ima tak suka.
"Kita? lo aja aku malas capek, " Ima menyambar tas nya.
"Iya, aku yang beresin tapi apa aja yang mau di bawa? " Agus menahan tangan Ima yang hendak meraih gagang pintu, Ima menepis kan nya, sambil berkata.
"Ter serah, " lalu membuka pintu sebelum keluar ia berkata lagi, "kulkas sama mesin cuci jangan lupa bawa karena itu di beli pake uang ku, eh jangan lupa sama kasur yang di kamar Raka juga! " lalu keluar dan melenggang pergi, sementara Agus hanya berdecak kesal, "Ck."
Di luar Ima kebingungan, mau pulang tapi naek apa sedang untuk minta di antarkan dulu sama Agus rasanya masih kesel, akhirnya ia membuka aplikasi di HP nya untuk memesan ojol.
Tiba di rumah waktu hampir mendekati magrib, merasa masih kesel Ima langsung aja ke kamar dan membanting kan tas nya yang gak berdosa ke atas kasur.
Sebenarnya Ia gak keberatan kalo Lana menempati rumah itu, toh selama ini juga kosong, yang ia gak suka tuh sama Agus suaminya, Ima merasa gak di hargai karena gak di kasih tahu sebelumnya. Ima terus saja menggerutu misuh misuh gak jelas.
Kekesalan nya semakin menjadi, Agus tak menghubungi nya untuk menanyakan apa ia sudah sampai atau belum, di tambah Raka dan Reyna malah ikut menginap di sana.
"Dasar suami gak berperasaan, " umpatnya.
Sementara di rumah bu Asih.
__ADS_1
terdengar gelak tawa ketika mereka menggoda si gemoy Rengga yang lagi lucu-lucunya, dengan ocehan yang belum jelas pengucapannya.
" hem, jam berapa Gilang nganterin perabotan besok lan?" tanya Agus sambil menatap adiknya prihatin, apalagi melihat Renata dan Rengga yang masih butuh perhatian kedua orang tuanya lengkap.
"Jam 10 paling, " jawab Lana singkat.
"Apa kamu gak mau berubah pikiran lan? kasian Tata dan Ega, " Agus mencoba untuk bicara dari hati ke hati.
"Aku sudah bertahan selama ini, A." Lana menelan ludah, " sudah lebih 2 tahun mereka berhubungan dan sekarang perempuan itu malah di ajak magang di pabrik nya, siapa perempuannya yang gak sakit hati, ketika di beri pilihan, lalu dengan entengnya dia mengatakan memilih perempuan tersebut dan berkata mari kita berpisah aja dulu, kedepan gimana nanti, di mana harga diriku, dia nganggap apa, yang seolah aku ini barang di tinggal ketika bosan lalu ketika rindu datang semau hati, " Lana mulai terisak, Renata yang melihat ibunya menangis ia menghampiri kemudian memeluknya dan ikut menangis.
"unda napa nangis, wawa dus nakal ya, " tanya Rengga sambil mengusap pipi bundanya kemudian berdiri menghampiri wawa Agus.
"Wawa ndak boleh, malahin unda gaga, nati gaga pukul, "
Agus tersenyum lalu memeluk Rengga.
"Wawa gak marahin bunda, wawa kan sayang sama kalian, "
Alana hanya tersenyum lalu beranjak memeluk Rengga. mengajak tidur.
"Oh ya besok Aa masuk kerja gak? " tanya Alana.
"Izin sehari, mau beresin barang dulu, biar kalo nanti perabotan kamu datang tinggal masukin. " Ucap Agus. Alana mengangguk lalu masuk kamar.
"Ima gak ikut nginap, Gus? " bu Asih menatap Agus
__ADS_1
"Nggak bu, besok ada pesanan jadi dia sibuk. " bohong Agus, karena gak mungkin ia mengatakan kalo Ima ngambek.