Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 22


__ADS_3

Setelah kepergian Tuan Shilin. Kini, hanya tersisa Nyonya Aeri dan juga Kaili. Keduanya tengah berada di ruang tamu—duduk santai sambil menyeruput teh tawar ditemani cake manis.


"Bagaimana rasanya sayang? Enak bukan?" Tanya Nyonya Aeri. Cake itu adalah hasil buatan Nyonya Aeri sendiri dibantu juga oleh Kaili. Tadi, setelah sarapan. Keduannya langsung membuat cake coklat yang terlihat sangat lezat.


"Enak, Mommy. Sangat enak dan manis." Jawab Kaili yang memang sangat menyukai cake rasa coklat.


"Nyonya, diluar ada tamu." Lapor seorang pengawal yang berpakaian serba hitam.


"Siapa?" Tanyanya penasaran.


"Nyonya Howin dan Putrinya." Jawabnya sopan.


"Benarkah, suruh mereka berdua masuk." Ucap Nyonya Aeri senang.


"Baik, Nyonya." Jawab sang Pengawal langsung pergi.


"Kaili Sayang, ada Ibumu dan juga Adikmu diluar." Ujar Nyonya Aeri.


"Iya, Mommy. Aku juga sudah sangat merindukan mereka." Jawab Kaili.


"Hallo Nyonya Aeri, apa kabar?" Tanya Nyonya Howin ramah, sambil cipika-cipiki.


"Baik, Nyonya Howin. Bagaimana kabarmu?"


"Saya juga baik, Nyonya." Jawabnya.

__ADS_1


"Hallo, Nyonya Aeri." Sapa Jia memeluk Nyonya Aeri.


"Hallo, juga sayang."


"Ah Kaili sayang, Ibu sudah sangat merindukan kamu." Sapa Nyonya Howin memeluk erat Kaili.


"Aku juga sangat merindukan, Ibu." Jawab Kaili ramah.


"Kak Kaili, selamat berbahagia ya kak." Ucap Jia ketika memeluk Kaili.


"Terima kasih, Jia."


"Ayo silahkan, duduk." Ujar Nyonya Aeri. "Nupu, tolong buatkan teh dan bawa Kamari cake dan juga cemilan." Titahnya pada sang Nupu.


"Jadi, bagiamana hubunganmu dan Suamimu, Sayang?" Tanyanya tidak pernah lelah berakting.


"Syukurlah, Sayang." Balasnya.


Siang harinya, Nyonya Howin dan Jia makan siang bersama. Selesai makan siang, mereka bertiga kembali berbincang lama. Entah apa yang mereka bahas hingga lupa waktu. Malam menjelang, berulah Nyonya Howin dan Jia pamit akan pulang. Sebelum pulang, tak lupa Jia sang adik tiri memberikan susu vitamin andalan mereka kepada Kaili. Kaili pun menerimanya dengan gembira—karena memang susu vitaminnya hampir habis.


"Setelah kepergian Ibu dan juga Adik tirinya. Kaili segera menuju kamarnya untuk beristirahat. Malam ini, Kaili akan tidur seorang diri. Karena malam ini, adalah waktu Presdir Lee menemani Istri pertamanya. Kaili senang menempati lantai dasar. Daripada diatas, dimana dia terus mendengar suara-suara erotis Yuki yang membuat dadanya terasa sesak.


Hari kembali berganti. Hari ini, Kaili bangun karena dibangunkan oleh sang Mommy Mertua. Jika tidak dibangunkan, mungkin Kaili akan melewatkan sarapannya.


"Apa kamu demam, Sayang?" Tanya Nyonya Aeri khawatir, biasanya Kaili bangun pagi-pagi sekali. Ini sangat tumben bangun hampir siang.

__ADS_1


"Tidak, Mommy. Aku baik-baik saja. Maaf, aku terlambat bangun, Mommy." Ucap Kaili tidak enak hati.


"Sayang, Mommy tidak tega membangunkaanmu. Mengingat kau belum sarapan, akhirnya Mommy terpaksa membangunkanmu." Jelas Nyonya Aeri membuat Aeri kembali terharu. "Ada apa, sayang?" Sambung Nyonya Aeri bertanya.


"Tidak apa-apa, Mommy. Aku hanya terharu karena Mommy bagaikan Malaikat yang diturunian untuk menjagaku." Jawab Kaili dengan setetes Ari mata.


"Sudah, kamu jangan bersedih begitu ya sayang. Anggap Mommy ini adalah Ibu kandungmu, Oke. Sekarang waktunya kamu sarapan. Ini, Nupu sudah membawa sarapanmu kemari." Ujar Nyonya Aeri menunjuk berbagai macam sarapan yang tersedia diatas meja.


"Terima kasih, Mommy." Ucap Kaili tulus.


"Sama-sama, sayang."


***


Siang harinya, seperti biasa Kaili dan menemani sang Mommy mertua bersantai di ruang tamu.


"Mommy!" Teriak Yeji langsung menghamburkan tubuhnya kepelukan sang Mommy.


"Sayang, kamu sudah pulang. Bagaimana liburanmu? Menyenangkan bukan?" Tanya Nyonya Aeri sembari memeluk erat Putri angkat kesayangannya itu.


"Sangat menyenangkan Mommy. Tapi, aku sangat lelah sekarang." Jawab Yeji.


"Yasudah, kalau begitu kamu mandi dulu, setelah itu makan, lalu baru istirahat, oke."


"Siap, Mommy Sayang." Jawab Yeji lalu mencium sekilas pipi sang Mommy.

__ADS_1


Yeji pun segera pergi menuju kamarnya, namun langkahnya pelan ketika melewati Kaili.


"Masih disini aja ni wanita buta. Lihat aja nanti, lihat aja gimana cara aku akan membuatmu terusir dari sini. Tidak ada yang boleh memiliki Kakak Lee selain aku. Hanya aku yang boleh menjadi Istri Kak Lee." Batin Yeji dengan segala rencana buruknya.


__ADS_2