Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 45


__ADS_3

Lee, apa kamu tidak terlalu kejam kepadanya. Walau bagaimana pun dia tetap Istri sah-mu. Dia pasti ketakutan di luar sana, dia perempuan, Lee." Tutur Nyonya Aeri berusaha membujuk Putranya. Sebenci apa pun dirinya kepada Kaili, tapi tetap saja dia mengkhawatirkan nasib gadis malang itu. Apalagi dia telah menganggap Kaili seperti putri kandungnya sendiri.


"Biarkan saja, Mommy. Mana mungkin seoarang kriminal takut kepada kriminal lainnya. Dia pasti lebih hebat." Jawab Lee menyuap makanannya kasar.


"Lee, ingat janjimu kepada Daddy. Kau harus menjaganya dengan baik. Hidupmu selanjutnya bergantung kepada dia." Ucap Tuan Shilin menengahi.


"Maksudmu apa, sayang? Apa maksudnya hidup Lee selanjutnya bergantung kepada Kaili?" Tanya Nyonya Aeri penasaran.


"Maksudku, tentu saja mereka hidup saling bergantung. Bukankah mereka berdua pasangan Suami dan Istri." Jelas Tuan Shilin.


"Oh begitu, itu tentu saja." Saut Nyonya Aeri.


"Apa maksud Daddy berbicara seperti itu? Aku rasa ada hal lain yang Daddy dan Kak Lee sembunyikan. Aku harus mencari tau apa itu." Batin Yeji curiga.


"Habiskan makananmu cepat. Dan segera temukan Kaili dimana, nama keluarga kita juga yang akan buruk bila terjadi sesuatu kepadanya." Ujar Tuan Shilin.


"Baiklah, Daddy." Jawab Lee mengalah.


***

__ADS_1


Bruuuk!


Pria yang hampir memperkosa Kaili terjatuh kesamping ketika ditendang seseorang.


"Nona Kaili, Nona baik-baik saja bukan?" Tanya Gerod khawatir. Gerod yang keluar untuk membelikan pizza permintaan Putranya, tak sengaja melihat Kaili. Dan dia pun langsung berhenti untuk menolong Kaili.


"Sa-saya baik-baik saja, Tuan." Jawab Kaili gemetar ketakutan sambil menutupi bagian tubuhnya yang terekspos.


"Aaaa!" Teriak pria seram tadi sambil mengeluarkan pisau akan menusuk Gored. Dengan cepat Gerod mendorong Kaili untuk menjauh.


"Masuklah kedalam mobil saya, Nona. Disini tidak aman," ucap Gerod sambil berusaha melumpuhkan pria itu. Kaili pun segera berlari menuju mobil Gerod yang terparkir cukup jauh.


Sampai didalam mobil, Kaili segera menguncinya. Lalu duduk di kursi samping kemudi sambil menekuk lututnya katakutan.


Tok! Tok! Tok!


"Tidak jangan! Saya mohon lepaskan saya!" Teriak Kaili menggelengkan kepalanya dan menutup erat telinganya.


"Nona, Nona Kaili. Nona tenanglah, ini saya Gerod. Semua sudah aman, Nona sudah boleh membuka pintu mobilnya." Ucap Gerod samar-samar Kaili dengarkan.

__ADS_1


"Tu-tuan Gerod!" Teriak Kaili kaget. Dan dia pun segera membuka pintu mobil yang sebelumnya dia kunci.


"Maaf, Tuan. Sa-saya—"


"Sudah tidak apa-apa Nona. Pria tadi sudah tidak ada lagi, dia sudah pergi jauh. Nona sudah aman disini bersama saya." Bujuk Gerod mengelus rambut Kaili lembut. Gerod segera mengalihkan pandangannya ketika melihat belahan dada Kaili yang terekspos.


Menyadari itu, Kaili pun langsung menutup asetnya dengan kedua telapak tangannya.


"Maaf Nona, saya tidak sengaja melihatnya." Ucap Gerod sambil melepaskan jass-nya, lalu dia ulurkan ke arah Kaili.


"Tidak apa-apa, Tuan. Terima kasih banyak atas bantuan Tuan. Tanpa Tuan mungkin saya—" saut Kaili tak sangup melanjutkan kalimatnya.


"Sudahlah, Nona. Nona sudah aman, tenanglah, pria jahat itu belum menyentuh Nona bukan. Itu artinya tidak ada yang perlu di khawatirkan. Lupakan kejadian tadi, anggap saja Nona hanya mimpi buruk saja." Bujuk Gerod.


"Tu-tuan, p-pria itu telah me—"


"Tidak, Nona. Dia belum menyentuh Nona sedikit pun. Hanya sedikit tanda merah disana, Nona tenang saja. Saya akan antarkan Nona pulang, setelah sampai dirumah Nona tinggal mandi dan bekas itu akan hilang dengan sendirinya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Lagi dan lagi Gerod membujuk Kaili.


"Sekarang sebutkan alamat rumah Nona, saya akan antarkan Nona pulang sekarang juga." Sambung Gerod lagi.

__ADS_1


"Sa-saya tinggal di Mansion keluarga Mou." Jawab Kaili pelan, namun masih dapat didengar oleh Gerod.


"Nona tinggal disana? Baiklah, saya akan mengantarkan Nona pulang ke Mansion Mou." Ucap Gerod langsung tancap gas.


__ADS_2