
"Tuan, meeting sebelumnya sudah saya batalkan." Lapor Sekretatis Fade. Kini, Presdir Lee telah duduk santai disingasananya.
"Bagus, setelah ini apa lagi jadwalku?"
"Kosong, Tuan. Tapi Tuan—"
"Ada apa?"
"Ada sedikit berita yang mungkin akan mengejutkan, Tuan." Ujar Sekretaris Fade ragu untuk mengatakannya.
"Berita apa? Kau jangan memancing emosiku! Cepat katakan!" Presdir Lee membentak Sekretatis Fade karena dirinya begitu penasaran.
"Anu ... Tuan, Nona Yuki masih hidup,"
__ADS_1
"Apa!" Teriak Presdir Lee membuat jantung Sekretatis Fade berdebar karena kaget.
"Habislah, hari ini Tuan akan terus memarahiku," Sekretatis Fade membatin.
"Ahahahaha ...." Sekretaris Fade menaikkan pandangannya guna menatap Tuannya yang kini tertawa terpingkal-pingkal.
"Sepertinya Tuan agak gila setelah Nona Kaili melahirkan." Ucap Sekretaris Fade dalam hati.
"Apa kau gila, Fade," ucap Lee mencoba mengontrol tawanya.
"Apa kau gila, mana mungkin manusia yang sudah meninggal hidup kembali. Kaili sudah menceritakan semua kejadian itu, dan bukannya kau juga sudah melihat rekaman cctv yang berhasil kau dapatkan. Jelas jelas direkaman itu Yuki-lah yang ingin membunuh Kaili. Tapi aku dan Kaili pun juga merasa heran kenapa Yuki malah menusuk perut sendiri. Tapi satu yang pasti, Yuki telah meninggal, aku dan keluargakulah yang memakamkannya. Aku tidak tau dan tidak habis pikir darimana kau mendapatkan berita tidak benar itu." Ungkap Presdir Lee menggeleng-gelengkan kapalanya.
"Tuan, saya berkata benar. Saya tidak berbohong." Jawab Sekretaris Fade.
__ADS_1
"Fade, kau satu-satunya Sekretatisku yang cerdas. Kenapa kau gampang sekali percaya dengan hal semacam itu. Kalau pun memang ada, aku yakin itu hanyalah seseorang yang menyamar demi keuntungan pribadi. Bisa saja mereka melakukan operasi plastik dan semacamnya. Aku juga sudah membaca berita itu di ponselku." Jawab Lee masih tak percaya.
"Tuan tau saya cerdas, untuk itulah saya telah melakukan segala macam penelitian. Karena sebelum berita Nona Yuki terekspos, saya telah lebih dulu menemukannya. Hanya saja saya tidak mengatakannya kepada Tuan. Karena saya yakin Tuan tidak akan percaya bila saya jelaskan tanpa bukti yang akurat." Jawab Sekretaris Fade sambil mengulurkan berkas yang telah dia kumpulkan selama beberapa Minggu ini.
Raut wajah Lee tampak berubah, bila tadi dia tidak percaya. Kini, dia sedikit antusias, karena bagaimana pun, dia tau dan paham kehebatan Fade ketika bekerja. Dan bila Fade sudah menemukan bukti yang dia katakan akurat. Maka, tidak pernah salah atau melenceng sedikit pun.
Lee menerima berkas yang Sekretaris Fade ulurkan. Dengan terburu-buru dia segera membukannya. Dan dia begitu terkejut dengan segala perbandingan yang Fade dapatkan. Semua data perbandingan begitu rinci dan detail. Bahkan ukuran tubuh letak tahi lalat dan segala macamnya begitu sangat mirip.
"Untuk lebih yakin lagi, Tuan bisa melihat Vidio ini." Jelas Sekretatis Fade.
Lagi-lagi Lee dibuat tercengang, kala mendengar sendiri suara wanita itu begitu mirip dengan Yuki. Lalu Lee juga melihat Vidio lainnya ketika wanita itu berada di Apartemennya, semua gerakan, kebiasaan dll. Begitu Lee kenali, dari hasil pengamatannya sejauh ini, wanita yang kini ada di dalam Vidio benar-benar sangat mirip dengan Yuki yang dia tau telah meninggal.
"99,99% cocok, bahkan dari tulisan pun juga sama. Semua pemeriksaan yang saya lakukan hasilnya adalah cocok. Dan itu artinya, Wanita ini adalah Yuki."
__ADS_1
"Bagaimana mungkin seperti ini, kalau dia adalah Yuki. Lalu siapa yang ada di pulau saat itu?" Lee berpikir keras, sebuah keganjalan akhirnya dia temukan.
"Tunggu, apa jangan-jangan ....