Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 44


__ADS_3

"Hey kamu!"


"Iya, ada apa ya?" Tanya Kaili.


"Ada apa ada apa! Semua Ig baru disini harus sopan sama kita berdua senior kamu." Ucapnya seakan membentak.


"Maaf, Nona-Nona. Saya sedang bekerja. Kalian berdua ada perlu apa?" Tanya Kaili.


"Kita mau sampain informasi tentang apa saja yang harus kamu kerjakan sebagai Og baru di perusahaan ini."


"Informasi apa ya? Kebetulan saya sudah bertemu dengan Nona Jane. Dan dia sudah menginstruksikan apa yang harus saya kerjakan." Jawab Kaili jujur.


"Itukan instruksi dari Nona Jane. Dari kita berdua sebagai senior lain lagi dong!" Bentaknya.


"Baiklah, apa instruksi dari Kakak senior berdua?" Tanya Kaili mengalah.


"Untuk OG baru di Perusahaan ini. Kamu haru menggantikan pekerjaan para seniormu."


"Bener banget, perusahaan ini biasanya dibersihkan di siang dan malam hari ketika semua pegawai telah pulang. Kamu hanya perlu menggantikan kita di malam hari saja. Dan ini sifatnya wajib, dan kamu dilarang mengadukan ini kepada Nona Jane. Kalau sampai itu terjadi, maka kami berdua tidak akan segan-segan untuk memberikanmu pelajaran." Sambung temen di sebelahnya.

__ADS_1


"Maaf, saya hanya akan mengerjakan apa yang ditugaskan oleh Nona Jane saja." Jawab Kaili keukeuh.


"Kamu berani ngelawan kita ha!" Bantaknya langsung memelintirkan lengan Kaili. Sedangkan temen yang satunya mengunci pintu toilet agar tidak ada yang melihat aksi mereka.


"Lepaskan! Kalian berdua pasti akan dipecat bila Nona Jane tau, lepaskan aku!" Ancam Kaili. "Aw!" Ringis Kaili ketika tanganya dikunci semakin kencang.


"Kamu kira kita takut!" Jawabnya tersenyum licik.


Melihat situasi yang tidak memungkin untuknya, akhirnya Kaili pun terpaksa mengalah.


"Baiklah, aku akan menggantikan tugas kalian berdua."


"Malam ini dan malam seterusnya, kamu juga harus membersihkan ruangan Presdir Lee dan semua ruangan yang ada di lantai itu. Walaupun tidak dihuni kamu harus tetap membersihkannya. Awas saja kalau kamu berani mengadukan ini kepada Nona Jane." Ancamnya lalu segera pergi meninggalkan Kaili seorang diri.


"Kenapa di dunia ini semakin banyak di huni orang-orang jahat," keluh Kaili lalu kembali melanjutkan tugasnya.


Beberapa jam kemudian


"Akhirnya selesai juga, tidak disangka sudah malam hari. Waktu berlalu begitu cepat ketika digunakan untuk melakukan sesuatu. Tapi, akan terasa begitu lambat bila digunakan untuk menunggu. Sepertinya itu sudah menjadi hukum alam yang tidak dapat dielakkan." Ucap Kaili sambil melangkah gontai.

__ADS_1


"Bagaimana caraku pulang. Aku tidak punya uang sepeser pun untuk membayar taksi. Bila berjalan kaki, kapan aku akan sampai. Tapi sudah tidak ada pilihan lain lagi." Ucap Kaili mulai melangkah menuju jalan raya.


"Haus, aku sangat haus dan lapar." Keluh Kaili sambil memeluk perutnya erat. "Seberapa jauh lagi aku harus berjalan. Tempat ini juga menyeramkan." Sambung Kaili ketakutan ketika berjalan di lorong yang begitu sepi, sempit, dan gelap.


Aaaaaaaakh!


Teriak Kaili histeris ketika tubuhnya dipeluk seseorang dari belakang.


"Mau kemana Sayang? Malam-malam jalan sendiri, lebih baik temeni aku saja." Ucap Seorang pria menyeramkan yang tidak dapat Kaili pasati wajahnya.


"Lepaskan! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Teriak Kaili meronta.


"Tidak mungkin aku lepaskan seorang bidadari cantik sepertimu." Jawabnya lalu mengunci tubuh Kaili di sebuah tiang listrik.


"Lepaskan aku! Tidak, aku mohon jangan lakukan apa pun kepadaku, aku mohon lepaskan aku Tuan." Mohon Kaili tapi tak sedikit pun didengarkan oleh pria dengan tubuh atletis yang dipenuhi tato.


"Toloooong!" Teriak Kaili ketika pria itu berhasil merobek bajunya hingga menampakkan belahan dadanya hingga membuat hasrat pria itu kian memuncak.


"Lepaskan aku! Toloooong!" Kembali Kaili terus berteriak dan meronta.

__ADS_1


Bruuuk! ....


__ADS_2