Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 53


__ADS_3

Beberapa Minggu berlalu, hubungan Kaili dan Lee semakin membaik. Walau tidak terlalu dekat, karena hingga saat ini, Kaili masih trauma bila berpapasan langsung dengan Lee.


Bahkan hingga saat ini kamar mereka masih terpisah walau masih di lantai yang sama. Kaili masih trauma setiap kali melewati kamar dimana kesuciannya direngut secara paksa disana.


Tanpa Kaili sadari, sebenarnya Lee telah merubah posisi setiap barang di kamarnya. Bahkan dia juga merubah warna cat dari abu-abu ke putih, kasur yang dulu dia gunakan juga telah dia bakar dan diganti dengan kasur yang baru.


Bukan hanya Kaili yang trauma. Tapi Lee juga merasakan hal yang sama. Rasa bersalahnya semakin besar ketika melihat kamar dimana dia menyiksa Kaili yang ternyata sama sekali tidak bersalah. Lee sendiri yang menjaga jarak dengan Kaili, itu juga dia lakukan agar rasa bersalahnya sedikit berkurang.


Seperti hari biasanya. hari ini, Nyonya Aeri juga membawa Kaili untuk diajak ke mall. Setiap harinya Nyonya Aeri pasti selalu membawa Kaili keluar bertujuan memberikan terapi untuk traumanya. Dan benar saja, akhir-akhir ini Kaili sudah tidak lagi ketakutan ketika berpapasan langsung dengan Lee. Tapi mereka berdua masuk menjaga jarak.


Diam-diam Lee sangat senang atas perubahan Kaili yang semakin lama semakin membaik.


Lee yang telah menyadari bahwa dirinya sangat mencintai Kaili, akhirnya membuka suara dan memberitahukan semuanya kepada sang Daddy. Mengetahui hal itu, Tuan Shilin begitu murka. Seandainya Kaili bener-benar hamil, maka Lee harus menunda operasinya. Lee berusaha membujuk sang Daddy agar tidak melibatkan Kaili. Namun, tidak ada yang bisa dilakukan. Karena tidak ada seorang pun yang cocok selain Kaili.


Lee begitu frustasi akan kenyataan ini. Bagaimana pun dia sudah terlanjur mencintai Kaili. Mana mungkin dia membiarkan orang yang dia cintai menderita diatas kebahagiaannya. Dan Lee juga tidak dapat membantah keinginan sang Daddy. Lee berharap 20% tidak akan menjadi penghalangnya untuk bersatu dengan wanita yang dia cintai.

__ADS_1


Di Mall terbesar di kota


"Ini bagus untukmu, Sayang." Tutur Nyonya Aeri memilihkan gaun cantik untuk Kaili.


Kaili hanya menurut dan tidak menolak sama sekali. Karena percuma bila dirinya menolak, Nyonya Aeri akan tetap membelikan apa pun yang telah dia lihat.


Nyonya Aeri tidak hanya membawa Kaili, tapi dia juga membawa serta Putri angkatanya yaitu Yeji.


Tanpa Nyonya Aeri sadari, Yeji begitu cemburu dengan kedekatan keduannya. Kini dia telah diabaikan oleh sang Mommy. Dia benar-benar telah tersingkirkan oleh Kaili. Dan itu membuatnya sangat murka. Semua orang yang dia sayangi telah direngut oleh Kaili.


Puas berbelanja ini dan itu. Nyonya Aeri pun membawa pulang menantu beserta putri angkatanya.


"Kaili, wajah kamu pucat sekali, Sayang." Ujar Nyonya Aeri ketika mereka telah tiba di ruang tamu.


"Tidak apa-apa Mommy. Sepertinya aku hanya kelelahan saja." Jawab Kaili perlahan duduk di sofa.

__ADS_1


"Yeji, tolong ambilkan segelas air putih." Titah Nyonya Aeri pada Putrinya.


Yeji segera menuju dapur dengan ekspresi tak suka. Dia sangat kesal akan perilaku sang Mommy yang sangat memanjakan Kaili.


"Ini, Mommy."


"Terima kasih, Sayang." Jawab Nyonya Aeri segera mengambil segelas air putih yang Yeji ulurkan.


"Ini sayang, minumlah dulu." Kaili segera meneguk air putih itu hingga habis.


"Ayo! Mommy antar kamu untuk beristirahat ke kamar tamu disini saja." Tutur nyonya Aeri membantu Kaili berdiri lalu membawa Kaili untuk beristirahat di kamar tamu yang masih berada di lantai dasar.


Di ruang makan


"Bagaimana keadaanmu, sayang? Apa sudah lebih baik?" Tanya Nyonya Aeri perhatian.

__ADS_1


"Iya Mommy. Sekarang sudah lebih baik, hanya sedikit mual saja. Sepertinya aku masuk angin." Jawab Kaili segera duduk di kuris sebelah Lee.


"Mual?" Tanya Lee menoleh ke arah Kaili.


__ADS_2