Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 60


__ADS_3

"A-aku hanya i-ingin—"


"Ingin apa? Cepatlah katakan, apa yang kamu inginkan, Sayang?"


"Bagaimana bisa aku menjawabmu bila kamu terus bertanya." Geram Kaili.


"Baiklah maafkan aku, aku tidak akan bertanya lagi." Jawab Lee.


"Aku ingin pergi ke makam kedua orang tuaku. Aku sangat merindukan mereka berdua, aku ingin mengatakan kepada mereka kalau mereka akan segera menjadi kakek dan nenek. Bolahkah?" Pinta Kaili dengan suara yang amat pelan, tapi masih bisa terdengar oleh Lee.


"Hanya itu saja, Sayang. Sudah, jangan menangis lagi ya, Karena sekarang sudah sore. Jadi, besok aku akan mengajakmu ke pemakaman untuk berkunjung ke makan kedua orang tuamu. Aku juga belum bertemu dan berbicara kepada mereka, aku juga ingin berbicara kepada mereka berdua." Jawab Lee lalu memeluk mesra Kaili.


"Terima kasih, segeralah lepaskan aku." Ketus Kaili tiba-tiba membuat Presdir Lee kaget.


"Apa iya secepat itu perubahan mood yang terjadi." Batin Lee kesal.


***

__ADS_1


Keesokkannya paginya.


Kaili dan Lee telah berada di hadapan makam kedua orang tua Kaili.


"Ayah, Ibu, ini aku Kaili. Maaf sudah cukup lama aku tidak berkunjung. Sekarang aku sudah bisa melihat lagi, ternyata Ibu Howin dan Jia yang dengan sengaja membuatku tidak bisa melihat selama dua tahun belakangan ini. Tapi, Ayah dan Ibu tidak usah khawatir, karena ada Suamiku yaitu Lee yang telah memberikan mereka berdua pelajaran. Oh iya, aku ingin memperkenalkan Suamiku. Ini dia, ini menantu Ayah dan Ibu. Sekarang dia sangat baik kepadaku, aku bahagia bersamanya." Jelas Kaili memperkenalkan Suaminya.


"Hallo, apa kabar Ayah dan Ibu. Maaf aku baru datang berkunjung. Perkenalkan namaku Lee Yin Mou, aku adalah Suami sah dari Putri kalian. Maaf sebelumnya karena aku telah menyakiti perasan dan bahkan fisiknya diawal pernikahan. Tapi yakinlah, saat ini aku sangat mencintai dan menyayanginya. Aku berjanji akan menjaga dia dan calon bayi kami dengan sangat baik." Sambung Lee sambil merangkul mesra pundak Kaili.


"Iya Ayah Ibu. Dia sekarang tidak lagi jahat padaku, dia sudah berubah menjadi Suami dan calon Daddy yang baik. Iya, aku sekarang hamil. Sebentar lagi Ayah dan Ibu akan menjadi Kakek dan Nenek." Saut Kaili menambahkan.


Duaarr!


"Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan, Sayang. Sebaiknya kita segera pulang." Ajak Lee.


"Baiklah," jawab Kaili dengan raut kesedihan. "Ayah Ibu, Kaili pamit." Lirih Kaili lalu berdiri dibantu oleh Lee.


Keduannya pun berjalan keluar dari area pemakaman. Karena sudah mulai gerimis, Lee langsung menggendong Kaili lalu berlari menuju mobil.

__ADS_1


"Pakai jasku," kata Lee mengulurkan jas-nya kepada sang Istri. Kaili menyambut jas itu sambil bergetar kedinginan. Lee segara mematikan AC mobil—kala tak tega melihat sang Istri yang tampak begitu kedinginan. Seketika, adegan ketika Kaili tidur di lantai kamarnya yang dingin terputar otomatis di pikirannya. Ngilu, sangat ngilu bila dia mengingat kejadian itu.


"Maafkan aku," ucap Lee membuat Kaili bengong.


"Hah?" Lontar Kaili reflek.


"Maafkan aku, maafkan aku karena selama ini telah menyakitimu." Ucap Lee tulus.


Kaili menatap mata tajam Lee dalam, seakan mencari kebohongan didalamnya. Kaili tersenyum membuat tubuh Lee kaku seketika.


"Aku memaafkanmu. Lagipula pernikahan kita terpaksa. Siapa pun yang berada di posisi kita berdua, pasti tidak akan terima. Aku memaklumi hal itu, masalah penderitaan yang aku alami, itu sudah takdir yang memang harus aku lalui untuk mencapai kebahagian seperti saat ini. Semua kesalahan yang kamu lakukan sudah aku maafkan." Tegas Kaili yakin.


"Terima kasih, Sayang." Saut Lee segera memeluk Kaili walau agak susah. "Tapi maafkan juga karena sebelumnya aku telah meninggalkan trauma mendalam untukmu." Sambung Lee.


"Tidak apa, lagian itu memang hakmu." Jawab Kaili.


"Tapi aku mengambilnya secara paksa." Saut Lee.

__ADS_1


"Aku sudah melupakannya. Aku tidak ingin mengingatnya lagi," balas Kaili.


"Maaf, Sayang. Aku berjanji tidak akan mambahas masalah itu lagi."


__ADS_2