
Entah karena mabuk atau hal lainnya, tapi yang jelas Lee berjalan dengan terhuyung-huyung tak jelas.
"Ini dia kamarnya, akhinya aku berhasil menemukannya," ucap Lee lalu mengeluarkan kunci kamar di saku celananya, kemudian segera membuka kamar itu.
"Kenapa disini gelap sekali, Dimana lampunya?" Ujar Lee sambil meraba dinding untuk menghidupkan lampu.
Ctek!
Lampu pun menyala, samar-samar Lee melihat ada seorang wanita cantik berpakaian seksi di hadapannya.
"Kaili, Sayang. Kau kah itu?" Lee mendekat untuk memastikan, namun betapa terkejutnya dia ketika yang ada dihadapannya kini adalah Yuki.
"Sayang, aku sangat merindukanmu." Ujar Yuki lembut lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Lee.
"Lepaskan! Beraninya aku menyentuhku, dasar Monster!" Bentak Lee mencoba melepaskan Yuki yang kini beralih memeluknya erat.
"Sejak kapan kamu merubah panggilan Sayang kita? Apa kamu berubah karena wanita buta itu!"
__ADS_1
"Lepaskan! Kau-lah yang buat, kau buta kerena tidak bisa melihat betapa buruknya dirimu!" Bentak Lee lagi.
"Aku secantik ini kenapa kamu bilang buruk, Sayang. Apa kamu lupa bagaimana kamu menikmatiku dulu." Saut Yuki mencium bibir Lee paksa. Lee berpikir keras kenapa tubuhnya tidak bertenaga sama sekali, siapa yang berani melumpuhkan dirinya. Dipikirannya hanya satu, yaitu Leon. Lee terus ingin melepaskan Yuki darinya, tapi entah kenapa begitu sulit
"Lepaskan! Wanita jal*ng!" Teriak Lee.
"Lihatlah kamu bahkan tidak mampu melawanku, Sayang." Ujar Yuki melepaskan kancing kemeja yang Lee kenakan. Begitu semua kancing terlepas, Yuki langsung melepaskan kemaja itu hingga Lee bertelanjang dada. Setelahnya Yuki kembali melingkarkan kedua tangannya di leher Lee dan kembali ******* bibir seksi itu. Lee benar-benar tak dapat lagi berontak, entah anggur seperti apa yang dia minum hingga tak lagi bertenaga.
Namun, Lee masih tak ingin kalah, dengan sekuat tenaga dia melepaskan pergelangan tangan Yuki. Tapi yang terjadi malah Yuki yang terjatuh keatas kasur. Sigap, Yuki menarik Lee bersamanya, hingga posisi intim pun terjadi.
Kaili menutup mulut dengan kedua telapak tangannya, ketika Terkejut melihat Suaminya tengah berada di atas tubuh wanita lain.
Tak hanya Kaili yang kaget, tapi Lee juga tak kalah kagetnya saat melihat sang Istri tengah menangis di pucuk pintu sana.
Yuki hanya tersenyum licik menatap kepergian Lee dan juga Kaili
"Kaili, Sayang!" Teriak Lee saat Kaili berlari menjauh. Lee ikut berlari sekuat tenaga walau tubuhnya tak selalu seimbang hingga sering terjatuh.
__ADS_1
"Kaili, Sayang. Aku bisa jelaskan!" Teriak Lee percuma karena Kaili terus berlari tak sedikit pun mengubrisnya.
Kaili terus berlari hingga tiba di luar hotel, tubuh Kaili terhuyung kebelakang ketika tak sengaja menabrak seseorang. Dengan sigap seseorang yang dia tabrak langsung menyambut tubuhnya hingga tak berakhir di lantai.
"Nona Kaili, apa yang terjadi?"
"Tuan Gerod, saya mohon tolong saya. Saya mohon bawa saya pergi," pinta Kaili menangis pilu.
Gerod segera berlari sambil menggandeng Kaili saat sebelumnya menatap Lee yang tampak berlari untuk mengejar Kaili.
Bruukk!
Lee memberikan satu tonjolkan di pipi sebelah kanan Gerod. Kini Lee telah sadar walau belum sepenuhnya, tenaganya juga sudah bangkit walau juga belum sepenuhnya.
"Beraninya kau membawa pergi Istriku!" Bentaknya pada Gerod lalu menghadiahkan lagi pria bule itu dengan tonjolkan di pipi sebelah kiri.
"Lee, lepaskan dia!" Teriak Kaili langsung membantu Gerod untuk berdiri.
__ADS_1