Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 63


__ADS_3

Selama masa kehamilan, Lee benar-benar menjadi sosok Suami siaga yang siap melakukan apa pun untuk sang Istri, Kaili.


Menyuapi Kaili makan itu hal biasa baginya, menggendong ketika akan kemama pun, mencari makanan aneh yang Kaili inginkan, hingga menelpon Kaili setiap 10 menit sekali ketika dia sedang di kantor, bila Kaili tidak mengangkat panggilannya, maka pekerjaan sepenting apa pun akan Lee tinggalkan hanya demi memastikan bahwa sang Istri dan calon Bayinya baik-baik saja, semua perhatian yang Lee lakukan adalah bentuk dari pembuktian cinta serta penembusan kesalahannya di masa lalu. Membuat Kaili bahagia kini menjadi prioritas utamanya.


Kaili tidak PO pernah meminta Lee untuk melakukan semua perhatian itu. Hanya saja, Kaili akan makan sedikit bila tidak ada Lee disampingnya.


Berbeda bila Lee yang menyuapinya, sebanyak apa pun makanan yang ada, mampu Kaili habiskan. Walau makannya begitu banyak, namun tak membuatnya memiliki lemak yang berlebihan. Justru tubuh Kaili semakin hari semakin seksi dengan lekukan-lekukan yang menggoda, hal itu tentu membuat Lee semakin mencintai sang Istri.


Beberapa bulan telah berlalu. Kini, usia kandungan Kaili sudah memasuki bulan lounching. Di mana di bulan ini menjadi bulan yang paling ditunggu-tunggu, bulan yang membuat debaran jantung pasangan suami istri yaitu Lee dan Kaili semakin cepat, karena tak sabar ingin melihat sang buah hati yang dalam hitungan hari akan segera hadir ditengah-tengah mereka.


Pagi itu, cuaca kembali mendung, udara terasa begitu dingin daripada pagi biasanya. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Tapi, pasangan Suami Isteri Lee dan Kaili masih betah berlama-lama saling berpelukan dalam selimut tebal.


Kaili mengerjabkan matanya kala merasa tak nyaman dengan posisi tidurnya.


"Sayang bangunlah, sudah jam delapan. Bukannya hari ini ada meeting penting,"


"Nanti saja sayang, sekarang kita tidur dulu. Ayo Putra Daddy tersayang, ayo kita tidur lagi." Jawab Lee dengan suara khas bangun tidur. Salah satu tanganya dia gunakan untuk mengelus perut Kaili yang kini membulat sempurna.

__ADS_1


"Nanti kapan? Tadi malam kamu bilang meetingnya pukul delapan tiga puluh, artinya tiga puluh menit lagi." Jelas Kaili mengingatkan.


"Baiklah-baiklah Istriku tersayang." Ujarnya segera bangun kemudian langsung memberikan kecupan selamat pagi untuk Kaili juga untuk calon Bayinya.


"Daddy mandi dulu. Kamu dan Mommy Tetap di kasur dan jangan kemana-mana." Sautnya langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Lee telah keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang menggantung di lehernya. Tampilannya begitu wangi seksi dan segar, membuat Kaili menelan Saliva karena terpesona.


"Pria ini, benarkah dia Suamiku? Kenapa dia bisa setampan itu?" Batin Kaili bertanya-tanya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, Sayang? Apa aku sangat tampan?"


"Benarkah Suamimu ini biasa saja?" Goda Lee.


"Sudahlah, aku juga ingin mandi," Kaili segera menghindar karena malu.


"Tidak, kamu tidak usah mandi, Sayang." Cegat Lee.

__ADS_1


"Kenapa begitu, ayolah sayang, aku tidak dingin. Aku tidak nyaman, tubuhku lengket begini'kan juga karena ulahmu," cicit Kaili.


"Itu'kan saran dari Dokter Clara, Sayang. Itu dilakukan untuk membuka jalan keluarnya," jawab Lee menirukan suara Dokter Clara yang lembut.


Kaili lagi-lagi memerah pipinya kala mendengar ucapan sang Suami. Lee tertawa saat melihat tingkah lucu Kaili yang malu-malu.


"Dia sangat suka meledekku. Tapi ... Tapi aku juga suka," Kaili tersenyum bahagia kala membayangkan semua perhatian yang Lee berikan akhir-akhir ini. Kini, dia tengah menyikat gigi di dalam kamar mandi.


Tok! Tok! Tok!


.


.


.


.

__ADS_1


Ayo, mana dukungannya nih, guys. Kencengin votenya dong, kalau masuk 20 besar rangking vote, Othor kasih crazy up sampe TAMAT 🤗😍😍😍😘❤️😍😘


__ADS_2