Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 78


__ADS_3

Sebelumnya Tuan Shilin sudah melakukan pemeriksaan kepada Nyonya Aurel dan juga Presdir Chao, tapi keduanya memiliki perbedaan ukuran jantung dengan jantung milik Lee yang memang lebih kecil. Secara medis jantung mereka tidak akan cocok bila diberikan kepada Lee, walaupun cocok, Tuan Shilin juga tidak mungkin sekejam itu, tega mengambil jantung keluarganya sendiri.


Terakhir Tuan Shilin juga akan mengambil jantung Tuan Aldrich, tapi ternyata jantung Tuan Aldrich telah rusak termakan usia hingga dipastikan tak juga cocok. Padahal Tuan Aldrich sangat ingin memberikan jantungnya untuk sang Cucu. Namun apa daya, itu tidak mungkin bisa terjadi.


Istri Tuan Shilin sendiri yaitu Nyonya Aeri memiliki jantung yang cocok untuk Putranya, tapi Tuan Shilin tidak akan pernah melakukan hal itu kepada Istrinya sendiri. Karena separuh nyawanya adalah nyawa Istrinya, sebegitu dalam dan besarnya cinta yang dia miliki untuk sang Istri.


Lalu, siapakah yang akan menjadi pendonor untuk Lee?

__ADS_1


Entahlah, itu masih menjadi rahasia seorang Tuan Shilin, yang masa Tuannya dihabiskan dengan penuh kemisteriusan.


Satu hari telah berlalu sejak Tuan Shilin tiba di Amerika. Dokter ahli jantung yang berpengalaman menjadi Dokter pilihannya untuk menangani kasus Putranya. Dokter Nikholas namanya, walau sudah berumur hampir sama dengan Tuan Shilin tapi kemampuannya sudah tidak diragukan lagi, belum pernah terdengar kabar bahwa dia gagal melakukan operasi serumit apa pun. Bahkan dia direkrut secara khusus ketika masih muda. Beberapa Dokter muda yang tak kalah handal juga dia rekrut menjadi satu tim khusus untuk membantunya ketika berjalannya operasi nanti.


Malam itu, Tuan Shilin mendapat telpon bahwa kondisi Lee sudah cukup membaik, dan itu artinya—operasi akan dilakukan saat itu juga. Beberapa jam ke depan akan menjadi waktu yang begitu mendebarkan bagi seorang Tuan Shilin, karena bagaimana pun, dia sangat takut operasi itu gagal. Tapi dia percayakan semuanya kepada Dokter Nikholas karena dia tau seberapa hebatnya Dokter itu. Tapi tak dapat dipungkiri hatinya tetap saja begitu gelisah.


Kini, Tuan Shilin membantu mendorong ranjang Putranya, dia terus memandang wajah pucat Lee sedari tadi.

__ADS_1


Tuan Shilin merasa tak tenang, entah kenapa sedari tadi jantungnya berdebar kencang, sepertinya dia sangat mengkhawatirkan kondisi Putranya. Andai bisa ditukar, dia ingin dia yang mengidap penyakit itu. Andai dia memiliki golongan darah yang sama, dia pastikan dia sendiri yang akan menjadi pendonor untuk Putranya tercinta.


Tanpa dia sadari, air matanya terus bercucur bak hujan. Bukan lagi buliran yang menetes, tapi bercucur bak hujan yang lebat. Dia terduduk di kuris tunggu yang ada disana, ketika melepas Putranya masuk ke dalam ruangan itu.


Seketika dia teringat akan sosok sang Menantu, entah kenapa hatinya teriris perih ketika mengingat wajah pilu Kaili, yang begitu terkejut—ketika dia mengatakan apa tujuannya menikahkan mereka berdua. Sungguh, Tuan Shilin juga sangat menyayangi Kaili sebagai menantu yang baik, yang telah memberikannya Cucu yang sangat dia sayangi.


Adegan terakhir ketika dia mengatakan segalanya kepada Kaili terputar di pikirannya. Malam itu, di taman belakang rumah yang begitu gelap, malam di mana dia berlutut bahkan bersujud meminta maaf kepada menantunya, Kaili. Malam itu dia mengatakan yang sejujur-jujurnya tentang kondisi Lee dan juga tentang alasan kenapa dia memilih Kaili sebagai Menantu.

__ADS_1


Wajah pilu Kaili yang mengatakan bahwa dia akan memberikan jantungnya kepada sang Suami, membuat rasa bersalah kini menghampirinya.


"Jantungnya telah diangkat, itu artinya, Menantuku telah pergi untuk selamanya. Aku mohon maafkan Mertuamu ini, Kaili. Aku mohon maafkan Aku." Sesal Tuan Shilin menangis pilu.


__ADS_2