
"Kamu jaga diri baik-baik, ya, Sayang. Begitu kondisi Lee membaik aku pasti akan langsung membawanya pulang." Janji Tuan Shilin sebelum pergi ke Amerika untuk melakukan tindakan tranplantasi jantung kepada Lee. Namun, Tuan Shilin berbohong kepada Istrinya, dia mengatakan kalau jantung Lee mengalami infeksi biasa, dan akan dilakukan sedikit pengobatan khusus di Negara itu. Tuan Shilin tidak ingin membuat khawatir Istri kesayangannya, hingga dia terpaksa menutupi semua tentang sakit yang selama ini Lee alami.
"Pastikan kondisi Putra kita baik-baik saja. Aku tidak ingin kehilangan Putra kesayanagan kita, lakukan apa pun yang terbaik untuknya, aku yakin kamu bisa karena kamu ada Suami dan Daddy terbaik di dunia ini. Aku sangat mencintaimu Tuan Shilin Suamiku tercinta," jawab Nyonya Aeri memeluk erat tubuh kekar suaminya yang tak lekang termakan usia.
"Pasti, Sayang. Aku juga sangat-sangat mencintaimu, hanya dirimu," sambung Tuan Shilin. "Kalau begitu aku pergi," ucapnya lagi.
"Biarkan seperti ini dulu, aku ingin memelukmu lebih lama, aku sangat mencintaimu." Cegah Nyonya Aeri tak ingin melepaskan kepergian Suaminya tercinta. Tuan Lee tersenyum lalu membalas pelukannya sang Istri tak kalah eratnya.
Beberapa menit kemudian
"Sudah cukup, kamu sudah boleh pergi." Tutur Nyonya Aeri langsung melonggarkan pelukannya, namun tangannya masih melingkar di pinggang sang Suami.
__ADS_1
"Bagaiamana aku bisa pergi kalau kamu masih memelukku begini," protes Tuan Shilin.
"Dasar Suami laknat, ingat selalu pesanku." Kelakarnya tersenyum.
"Pesan apa?"
"Jangan rindukan aku," ucap Nyonya Aeri pilu.
"Dasar Istri nakal," goda Tuan Shilin menekan lembut hidung mancung Nyonya Aeri. "Memangnya kamu kira aku akan pergi berapa lama, Hem ..." Godanya lagi.
"Meski tua aku ini tetap tampan dan kuat, bahkan aku bis—" celotehan Taun Shilin terhenti ketika bibirnya dicium dalam oleh sang Istri. Tuan Shilin pun juga tak ingin kalah, keduanya saling bercumbu mesra di teras Mansion.
__ADS_1
"Sudah, sana pergi!" Usir Nyonya Aeri sedih.
"Jaga dirimu, Sayang."
"Siap, Sayang." Jawab Nyonya Aeri menunjukkan senyum manisnya walau sudah tampak keriput-keriput halus di garis senyum itu.
"Dadah, Sayang. Selamat tinggal." lambaian tangan mengiringi kepergian sang Suami, tak terasa matanya menjadi panas, hingga keluarlah cairan bening dari kedua pelupuk mata keriput itu.
Mayo Clinic, Amerika Serikat, menjadi rumah sakit yang Tuan Shilin pilih untuk menangani jantung sang Putra. Selama ini, Lee juga rutin melakukan pemeriksaan intensif di rumah sakit terbaik di dunia. Dan tentu saja tanpa sepengetahuan sang Mommy tercinta.
Lee mengalami gagal jantung sejak lahir, kelainan pada jantungnya membuat jantung itu tidak berfungsi dengan baik. Selama dewasa jantung Lee semakin memburuk karena dia tidak bisa lepas dari minuman beralkohol dan juga rokok.
__ADS_1
Baru beberapa tahun belakangan dia tidak lagi merokok karena tuntutan Tuan Shilin. Namun Lee tidak bisa lepas dari minuman beralkohol bahkan hingga saat ini. Hal itu memperburuk kondisi jantungnya hingga harus secepatnya mendapatkan pendonor. Namun, sayangnya Lee memiliki golongan darah Rh-null, golongan darah terlangkah di dunia. Hanya ada beberapa puluh orang di dunia yang punya golongan darah yang sama dengannya.
Di keluarga Mou juga ada yang memilki golongan darah langkah itu, yaitu Nyonya Aurel adik angkat Nyonya Aeri, Sekretaris Chao yang kini telah menjadi Presdir Chao. Terakhir Tuan Aldrich, Daddy kandung Nyonya Aeri, tapi Tuan Aldrich telah meninggal dunia dua tahun lalu, dan yang terakhir Nyonya Aeri pastinya.