Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin
IBPD BAB 70


__ADS_3

"Ka-kau—" tunjuk Lee dengan raut wajah terkejut sekaligus tak percaya.


"Maaf, Tuan. Saya yakin Tuan juga pasti akan mengira bahwa saya adalah kakak saya Yuki. Untuk itulah saya ingin mengkonfirmasi kepada Tuan bahwasanya saya bukanlah Yuki kakak saay. Saya dan Kakak saya adalah kakak adik kembar. Dan nama saya Yuka, saya harap Tuan tidak salah mengira." Jelasnya to the point.


"Jadi, maksudmu, kau bukanlah Yuki melainkan Yuka?"


"Iya, Tuan. Itu benar sekali." Jawab Yuki yang kini menyamar menjadi Yuka.


"Aku percaya padamu. Yuki yang kukenal adalah wanita lembut yang berbicara pelan. Aku bisa melihat perbedaan dari kalian berdua. Lagipula Yuki-ku telah—" ucap Lee sengaja menggantung kalimatnya, lalu menunjukkan ekspresi sedih di wajah tampannya.


"Kalau begitu bisa-kah kau tidak muncul di hadapanku. Aku tidak ingin bersedih lagi dengan melihat wajahmu." Tutur Lee pilu.


"Kena kau, kau selalu mudah untuk aku bohongi, Tuan Lee yang hebat dan cerdas." Batin Yuki gembira.


"Baiklah, Tuan. Saya akan pergi dari sini juga akan pergi dari hidup Tuan. Saya pastikan wajah saya tidak akan pernah tampak lagi oleh Tuan."


"Pergilah yang jauh. Berapa pun uang yang kau minta akan aku berikan. Katakan saja pada Sekretatis Fade." Usir Lee.


"Baiklah, Tuan. Terima kasih banyak." Saut Yuki lalu segera keluar dari ruangan Presdir Lee.


"Ingin menipuku, cik! Lihat bagaimana aku mengatasimu."

__ADS_1


***


Malam harinya


"Sayang, dia memberikanku farfume." Ujar Lee.


"Farfume apanya?" Tanya Kaili heran.


"Dia mengompoliku," jawab Lee menahan kesal.


"Oh, ompol anak sendiri masak iya kamu mau marahin dia." Saut Kaili.


"Baguslah, berikan padaku. Biar aku pasang popoknya. Kamu ganti saja." Ucap Kaili mengambil alih Putranya.


"Terima kasih, Sayang." Satu kecupan Lee daratkan di bibir ranum kaili dengan penuh kasih sayang.


"Sudah selesai, ayo kita turun, sepertinya Mommy dan Daddy sudah menunggu kita untuk makan malam bersama." Ajak Lee.


"He-em," saut Kaili. Selama di perjalanan Lee terus merangkul mesra pundak sang Istri.


"Kaili, kenapa kamu ikut turun. Kamu tegap diatas saja. Mommy akan membawakan makanan untukmu. Kamu haru saja habis melahirkan, Sayang." Oceh sang Mommy mertua.

__ADS_1


"Aku yang mengajaknya Mommy. Untkuk sementara kami akan pindah ke lantai dasar saja. Agar Mommy lebih mudah bila ingin menemani Kaili dan Kennar ketika aku bekerja." Jelas Lee.


"Benarkah begitu, Mommy akan menyuruh Nupu untuk menyiapkan kamar kalian berdua."


"Tidak perlu, Mommy. Aku sudah memberi perintah kepada mereka." Jawab Lee.


"Baguslah kalau begitu. Nupu, tolong jaga Cucuku dulu, ya. Menantuku ingin makan." Titah Nyonya Aeri.


"Baik, Nyonya." Nupu pun segera mengambil Baby Kennar untuk di jaga selama Kaili makan malam. Tak lupa Kaili juga memberikan botol susu Putrannya kepada Nupu.


"Daddy mana, Mommy?"


"Di ruangan kerjanya bersama dengan Sekretaris Fade." Jawab Nyonya Aeri mulia mengambil makanan.


"Tumben Daddy berbicara dengan Sekretaris Fade. Ada perlu apa?"


"Entahlah, Mommy juga tidak tau. Jangan Tunggu Daddy-mu. Makan saja duluan, sepertinya mereka masih lama." Jawab Nyonya Aeri.


Lee pun mulai menyantap makan malamnya dengan pikiran yang berkelana.


"Apa yang Daddy bucarakan dengan Sekretaris Fade? Apa ini mengenai penyakitku?" Batin Lee bertanya.

__ADS_1


__ADS_2