
"A-apa ma-maksud Tuan?" Tanya Kaili terbata karena menahan rasa sakit.
"Kau berpura-pura buta dan kau juga bekerja sama dengan Ibu dan adikmu demi mendapatkan uang dari keluargaku." Jawab Lee menatap tajam Kaili.
"Saya tidak berpura-pura buta dan saya juga tidak bekerja sama dengan ibu dan adik tiri saya untuk membohongi Tuan. Saya berani bersumpah, Tuan. Saya mohon lepaskan saya." Jelas Kaili seraya meringis kala Lee masih mencengkram kuat rambutnya.
"Kau masih berani berbohong padaku!" Bentak Lee.
"Saya tidak berbohong, Tuan. Tolong lepaskan saya." Pinta Kaili memohon.
"Cukup! Kalau kau tidak berbohong. Lalu kenapa sekarang kau bisa melihatku ha!" Teriak Lee emosi.
__ADS_1
"Saya juga tidak tau, Tuan. Saya juga kaget." Jawab Kaili jujur.
"Sudah ketahuan begini. Kau masih ingin membohongiku. Nyalimu memang besar. Kau bukan hanya seorang pembunuh tapi juga tukang bohong besar. Beraninya kalian menipu aku dan keluarga!"
"Saya bukan pembohong apalagi pembunuh. Dengan apa saya harus menjelaskannya? Apa yang harus saya lakukan agar Tuan percaya kalau saya bukan pembohong apalagi pembunuh. Saya tidak mungkin melakukan dosa itu, tuan." Jawab Kaili berusaha menjelaskan namun percuma. Karena tidak sedikit pun mempercayainya.
"Lagian, siapa yang mengatakan bahwa saya berpura-pura buta. Sungguh saya tidak berpura-pura, saya tidak bisa melihat sejak dua tahun lalu. Dan sekarang saya juga tidak tau apa yang terjadi hingga saya bisa kembali melihat." Sambung Kaili yang tidak dapat mengukir kebahagiaan disaat sudah bisa melihat kembali.
"Tidak, Tuan. Itu tidak mungkin. Ibu dan Adik tiri saya adalah orang baik, mereka sangat menyayangi saya, tidak mungkin mereka mengatakan hal buruk tentang saya. Itu tidak mungkin terjadi, Tuan." Bantah Kaili yang dengan polosnya masih membela Ibu dan Adik tirinya, yang jelas-jelas telah melimpahkan semua kesalahan kepada dirinya.
"Sepertinya kau tidak akan pernah mengakui kesalahanmu sebelum melihat buktinya. Ayo, ikut aku sekarang!" Ajak Lee sambil meyeret paksa Kaili.
__ADS_1
Kaili yang tidak bertenaga, bersusah payah mengimbangi langkah Lee yang begitu lebar. Kini, Lee membawa Kaili keluar dari ruang bawah tanah.
Aaaaaakh!
Teriak Kaili kesakitan kala dilempar kuat oleh Presdir Lee.
"Dia! Dia pelaku dibalik semua yang saya dan putri saya lakukan, Tuan. Tangkap saja dia dan lepaskan kami!" Mendengar suara yang tidak asing ditelinganya. Kaili menaikkan pandangannya, dan betapa terkejutnya dia—ketika melihat Ibu dan Adik tirinya yang kini terikat disebuah kursi.
Kaili tak dapat berkata-kata, dia tidak menyangka Ibu tirinya tega menuduhnya melakukan hal yang sama sekali tidak dia ketahui.
Kaili sangat kecewa dengan wujud asli dari Ibu dan adik tirinya. Selama ini Kaili mengira bahwa Ibu dan Adik tirinya adalah orang yang sangat baik di muka bumi ini. Kini, Kaili sadar, dia telah tertipu.
__ADS_1
Takdirnya lebih kejam dari yang dia kira. Inilah wajud asli dari kedua orang yang selama ini menyayanginya. Kaili sadar kenapa dia tidak pernah merasakan ketulusan dari kebaikan kedua manusia bermuka dua yang kini ada dihadapnnya. Memang benar apa yang dikatakan oleh orang-orang, tidak ada Ibu tiri yang benar-benar baik di dunia ini.